
Reyhan menatap Kanaya hingga mata itu perlahan terbuka ,bulu mata itu terbuka ya terbuka mata jernih berwarna hitam kecoklatan yang jernih bagaikan air tanpa kotoran terlihat ,rehan diam sekarang dia tidak pergi bahkan menghindar.
Kanaya mencoba mengamati sekitar dia sedikit linglung jika bangun tidur hingga dia tersenyum mengalihat Reyhan disampingnya ,apakah dia sedang bermimpi apakah dia masih ada didalam mimpi? dia tidak tau , tapi dia mengaggap ini mimpi ya mimpi .
mana mungkin Reyhan sang adik es balok itu mau mendekati nya ,Kanaya bahakan sudah sering melihat dan menangkap dengan Indra penglihatan nya jika Reyhan akan terus menghindar jika didekati bahkan saat mereka berpandangan pun Reyhan pasti akan memutuskan kontak mata itu .
dan itu sudah mulai menjadi makanan sehari hari Kanaya sebelumnya tapi ini tidak mungkin nyata ,Kanaya kembali memejamkan matanya .
'mungkin mimpi .'gumamnya.
mimpi
mimpi
ya
mimpi
tak mungkin nyata Kanaya percaya itu .
"nay,kak."
Reyhan benar benar ingin memukul bibirnya sendiri ingin mengeluarkan kata itu saja susah,dia menarik nafasnya sungguh seperti bertemu dengan presiden saja, mungkin bertemu presiden tidak akan seperti ini .
ini sejarah bagi reyhan memulai berbicara dulu pada lawan jenis selain ibunya .
"kak..."panggil Reyhan menatap Kanaya, badannya menegak menunggu reaksi sang kakak .
Kanaya membuka matanya telinganya tidak butuh ke dokter THT bukan ? alhamdulilah jika tidak.
__ADS_1
Kanaya sedikit memiringkan kepalanya menatap Reyhan ,dia menatap Reyhan lama matanya tak berkedip sama seperti Nathan menatap dirinya , ya ,Kanaya menatap Reyhan seperti itu .
Reyhan yang ditatap seperti itu mulai risih tapi dia biarkan ,dia mungkin harus terbiasa akan tatapan seperti itu dan percayalah bahwa Reyhan akan menjadi pria yang akan terus diperhatikan Jika sudah beranjak dewasa ,tidak percaya ?.
"kenapa?"tanya Reyhan datar dan untuk kedua kalinya dirinya benar benar ingin memukul mulutnya ,bisakah berkata lembut sedikit ?bukan hanya saat dia ingin sesuatu baru berkata lembut itu pun lembut munafik.
"kanapa?" Kanya berbalik tanya dia menatap Reyhan mata hitam kecoklatan itu seolah tidak mau menyingkir .
"sudah baikan ?"tanya Reyhan kikuk .
untuk pertama dan terakhir kali
bagi reyhan.
'ngga mau aku lakuin lagi ,perkataan ini aneh.'batin Reyhan .
"aku baik ."jawab Kanaya .
ini mimpi kan?
nyata? mustahil .
"ini nyata jangan terus berfikir ini mimpi kak."ucap Reyhan dengan senyum kecut.
kak?sedikit canggung bagi reyhan mengucapkan kata itu .
dan Kanaya ? dia menatap Reyhan diam mencerna semuanya apakah sesudah operasi dunia nya berubah
dikaca ruangan yang memang berada disitu Riska mengintip ,dengan Nathan disampingnya.
__ADS_1
"apa yang dilakukan Reyhan dia tidak meracuni otak Kanaya kanaya kan?"tanya Nathan curiga dia ikut mengintip.
plak.
"mana mungkin, anak ku itu baik."bela Riska setelah memukul pundak Nathan pelan tapi Nathan sedikit meringis ,Mikey tak salah berucap jika pukulan Riska menyakitkan .
keduanya masih memperhatikan hingga sebuah suara membuat keduanya menengok
"sayang..."panggil Wiliam yang baru datang ,Riska langsung menutup mulut suaminya itu dengan tangan nya , sementara Wiliam diam namun tatapan nya menyipit menatap Nathan dengan tajam tau arti tatapannya Nathan mundur satu langkah dan geser satu langkah menjauh.
kini Riska kembali menatap ruangan yang berisi anakannya itu ,dia ingin menyaksikan kegengsian Reyhan Andara .
marga ? kita bahas besok besok.
pandangan Wiliam menatap arah pandangan istrinya dia menatap Reyhan, dan Reyhan seolah dirinya masa kecil dulu tapi bedanya dulu dia kakaknya dan Kanaya seolah adiknya atau Reyhan kakaknya Kanaya adiknya dan yang terbaring di brankar itu adiknya , begitu ibarat nya .
___________________
#typo bertebaran
#tanda baca acak acak
#alur barantakan
ada yang mau ditanyakan langsung aja DM author atau chat author.
mau masuk ke grup silahkan .
makasih
__ADS_1