
.my baby Reyhan.
______
Riska duduk dikursi penumpang mobil melaju dikemudi oleh supir .
tak lama Riska sampai di sebuah gedung menjulang tinggi nampak seperti baru ya memang seminggu lalu perusahaan direhab
"wow ,sangat bagus."puji Riska melihat perusahaan . setelah melihat perusahaan itu Riska menginjakan kakinya kelobi perusahaan.
Riska menghampiri repsionis yang berada disitu tiga repsionis dengan pakaian rapih .ya salah satu aturan perusahaan tak boleh memakai pakaian kurang sopan.
"ada yang bisa saya bantu nona?."tanya nya ramah.
"ka ,ruang pak Wiliam dimana ya??."tanya Riska kepada repsionis yang rambutnya dicepol .
"maaf sebelumnya nona ,jika harus bertemu Presdir Wiliam harus memiliki janji."ucapnya nampak bertagname Aurel.
'presdir???'batin Riska.
"emm ,coba hubungi bilang jika Riska menunggu."ucap Riska .
"baik nona mohon tunggu."jawabnya lalu menelepon seorang tak lain atasannya.
10 menit berlalu nampak repsionis itu sudah menutup telponnya . "nona anda ditunggu oleh pak wiliam,mari saya antar."ucapnya lalu menuntun Riska menuju ruangan atasannya tak lain ya Wiliam .
Riska nampak mengekor dibelakang repsionis yang bernama Aurel itu. mereka memasuki lift menuju lantai dimana Wiliam berada dalam hitungan detik mereka sampai ditempat tujuan.
"mari nona."ucap Aurel yang diangguki riska.
Riska sampai di ruangan berpintu kaca hitam yang biasanya otomatis terbuka dan tertutup.
__ADS_1
repsionis tadi sudah selesai mengerjakan tugas nya mengantar Riska sekarang ia sudah kembali ke tempat .
dan untuk Riska sekarang ia tengah berhadapan dengan sekertaris Wiliam.
"maaf nona ada perlu apa?."tanyanya.
"saya ingin mengantar ini kepada Wiliam."jawab Riska sambil menunjuk kan rantang makanannya berisi nasi uduk.
"Presdir Wiliam sedang sibuk."ketusnya.
"???
"ada apa?."tanya seorang.
"maaf pak."
"Riska masuklah."ucap wiliam yang diikuti Riska.
Riska melihat sekeliling ruangan wiliam meja dengan leptop beberapa berkas tertumpuk walupun begitu mesih tersusun rapih sofa ,tv,kulkas dan lain lain and berharga fantastis ya ya Wiliam tak punya barang murah.
Wiliam duduk dikursi kebesaran nya ,menutup leptopnya dan menyingkirkan nya kesamping.
"kemari "perintah Wiliam Riska menurut lalu duduk didepan Wiliam .
"apa yang kau bawa?."tanya Wiliam melihat Riska menenteng rantang berwarna silver .
"nasi uduk."singkat padat dan jelas perkataan yang keluar dari mulut Riska.
"nasi uduk??."bingung Wiliam pertama kalinya ia mendengar nama makanan itu.
"ya makanan dari daerahku "ucap Riska membuka rantang makanannya.
__ADS_1
"dimana daerahmu?."coba menanya pada Riska padahal dia sendiri sudah mengetahui nya.
"emmmm
"cobalah."tawar mengalihkan pembicaraan .
"kau belum menjawab pertanyaan ku."ucap Wiliam lalu menyendokkan makanannya dan ia suapkan .. untuk rasanya
lumayanlah . enak ya .
ya Wiliam memang jarang memakan nasi ia lebih sering memakan makanan layaknya orang barat atau orang bule . pasti kalian tau lah. den sekarang Wiliam memakan yang namanya nasi dengan masakan yang berbeda menurutnya persis seperti masakan Indonesia ya memang itu masakan Indonesia.
nasi uduk . ya siapa yang suka nasi uduk tentu Riska dan author juga suka.
Wiliam menengok kearah Riska yang sedang memandangi ruangan nya dengan intens.
"kau belum makan bukan?"tanya Wiliam yang diangguki Riska .
"makanlah."ucap Wiliam menyendokkan makan nannya dan menyuapkannya pada Riska. ragu ragu Riska menerimanya .
disela sela makan Wiliam bertanya .
"bagaimana?."tanya wiliam
"apakah kau menerima menjadi istriku?."sambung Wiliam.
______
#typo bertebaran tanda baca acak acak alur berantakan.
oghey
__ADS_1
biasalah.