
.my baby Reyhan.
______
hari ini Riska sedang berada dihalaman apartemen nya ia mendorong dorongan bayi/troli bayi, berkeliling ditaman yang berada di tempat tinggalnya.
Riska sengaja mengajak bayinya keluar dari apartemen nya turun dari lantai 12 ke lantai 1, berjalan keluar sendari mendorong troli bayi, menikmati cahaya matahari pagi atau cahaya pagi, yang tentunya menyehatkan bagi bayi.
Riska duduk disalah satu bangku yang berada ditaman. iska melihat bayinya yang mulai mengedipkan matanya bola mata biru tercampur abu abu sangat cantik dipandang. bola mata itu sama sekali tak mirip dengan bola mata Riska yang berwarna hitam kecoklatan.
Riska tersenyum hangat melihat bayinya yang tumbuh dengan sehat Riska merasa menjadi ibu yang hebat bagi bayinya.
"ibu sayang Rey." ucap Riska membelai pipi Reyhan yang disambut senyuman oleh sang anak nampak lesum Pipit yang tertata dipipi sebelah kanan anaknya sama seperti ibunya yang memiliki lesum Pipit dipipi kanan.
"bolehkah saya duduk disebelah anda??."tanya seorang.
"ah,,tentu saja silahkan."ucap riska. melihat wanita paruh baya yang duduk disebelah.
"wah tampan sekali bayi mu nak." puji ibu ibu paruh baya tersebut lalu membelai pipi Reyhan .
"terimakasih Bu." ucap Riska. Riska memang menyadari jika bayinya sangatlah tampan menurut nya.menurut author tampan kok.
xixixixi ,nyata kok hehehe ada visualnya
"apakah kau sendiri nak?? dimana ayahnya??." tanya sang ibu paruh baya. Riska tersenyum kecut menerima pertanyaan tersebut. tentu ia tak tau siapa ayahnya hanya sekilas bayangan malam itu saja. malam episode 1 loh.
"ayahnya meninggal saat usia kandungan ku berumur 6 bulan ."ucap asal Riska.
"ah,,maafkan saya ,,saya tak bermaksud."ucap sang ibu paruh baya tersebut meminta maaf.
"perkenalkan nama ibu ,ibu ayu ,boleh ibu tau namamu ??."ucap ibu paruh baya yang bernama ayu tersebut memperkenalkan diri,mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Riska."ucap Riska tersenyum
__ADS_1
"nama yang indah."pujinya.
"terimakasih."ucap Riska tersenyum.
"kau tinggal disini nak?."tanya ibu ayu.
"iya tepatnya apartemen yang ada dilantai 12."jawab Riska.
"ngomong ngomong ibu dari mana ??" tanya Riska.
"ah,,aku hanya jalan jalan pagi tadinya "jawabnya.
"benarkah."Riska .
"ya "
"boleh ibu tau siapa nama bayi mu nak??."tanya melihat kearah dorongan bayi .
"Reyhan namanya Bu ."jawab Riska
"terimakasih."
karena matahari sudah mulai naik Riska memutuskan untuk masuk keapartementnya. tak lupa ia juga berpamitan dengan sang ibu ibu yang ia temui tadi. si ibu ayu.
...----------------...
dan sekarang Riska sedang menyusui Reyhan ia nampak haus karena tadi berjemur. cukup lama Reyhan mulai tertidur ya itu perkejaan bayi tidur, makan,dan nangis.
Riska menaruh Reyhan di kasur king size nya ia memang sengaja tidak membeli box bayi ia menginginkan tidur bersama dengan bayinya dan sering memeluknya.
setelah menaruh Reyhan riska mengambil benda pipih di atas meja kerjanya lalu memanggil seorang disebrang sana.
"halo,maaf ada yang bisa saya bantu." terdengar panggilan terjawab formal.
__ADS_1
"dini apa kabar mu?? "~riska.
"astaghfirullah,Riska kamu kemana saja ???tidak pernah menghubungi ku??aku hampir mati khawatir karena mu??? kau tahu Oma dan eyang mu frustasi atas kehilangan mu???"~terdengar cerocosan dini yang tak henti.
"aku baik baik saja ,,waktu itu hp ku rusak "~jawab bohong Riska.
"kapan kau pulang Riska.??"~tanya nya.
"mungkin sekitar 4 hingga 6 tahun."~jawab Riska.
"kenapa lama sekali ??? apakah urusan mu belum selesai??"~dini .
"maafkan aku membuat kalian khawatir katakan pada Oma jika aku baik baik saja aku merindukan kalian , assalamualaikum"~riska.
Tut.
Riska nampak menutup telponnya lebih dulu ia menghela nafasnya berat ia sebenarnya tak mau seperti ini mamun bagaimana lagi .
Riska melihat Reyhan yang tertidur nyenyak seketika moodnya membaik ia tersenyum hangat dan lebar serta manis.
tak terasa ia sekarang sudah menjadi seorang ibu. ia bahagia akan kelahiran anaknya namun ada kalanya ia sedih jika suatu saat anaknya menanyakan keberadaan ayahnya ia tentu tak tahu dimana ayahnya ia hanya mengenal mukanya saja itupun hanya samar samar.
Riska duduk dimeja kerja mulai membuka leptopnya nya lalu mengecek dan memeriksa perusahaan nya lewat kejauhan nampak perusahaan nya tak ada kandala ataupun masalah apa pun.
Riska nampak sedang berkerja dan bergulat dengan leptopnya ia memeriksa email berkas berkas penting serta lainnya. ia juga merahasiakan keberadaan reyhan. namun tak seketat milik Riska.
lama bergulat dengan leptopnya akhirnya Riska menutupnya dan mematikan nya. Riska beralih pada sosok mahluk kecil yang tengah menangis ingin menyusu. Riska mendekatinya dan menyusuinya nampak bayi itu sudah anteng ia mengendong Reyhan dan duduk di balkon apartemen .beberapa kali ia memotret Reyhan dan ia simpan dialbum atau dibingkai untuk dipajang di kamarnya.
_______
*******terimakasih yang sudah mampir kenovelku****
jangan lupa tap jempol***.
__ADS_1
kalo ada typo udh maklummin ya hiyahiya.
#typo meresahkan bun