My Baby Reyhan

My Baby Reyhan
152.mulut pedas reyhan


__ADS_3

bentar lagi ini cerita tamat author mau nanya mau cerita Reyhan lebih lanjut ngga?


_______


Riska mendorong kursi roda milik Kanaya untuk masuk kedalam rumah , sebenarnya tadinya mau Wiliam yang mendorong tapi ibu hamil sudah bertindak tidak ada yang bisa membantah.


"Reyhan bisa dorong Kanaya lift kan terus bawa kekamar ibu sama ayah mau kedapur dulu."Riska berucap belum sempat Reyhan menjawab Riska pergi dengan tangan menarik Wiliam ,Wiliam menurut pasti istrinya punya niat lain meninggalkan Reyhan dan Kanaya .


Reyhan menatap sekilas Kanaya dengan datar.


"kalo Rey ngga mau ngga papa kok."ucap kanaya,Reyhan tersenyum kecil Kanaya dapat melihat nya .


'apakah Reyhan mau mendorong kursi roda ku?'batin Kanaya mengharap.


"tentu jelas aku tidak mau."


jlep


hati Kanaya seperti tertusuk belati kenapa harapannya dijatuhkan dengan begitu teragis.


"dorong kursi rodanya ke kamar nya ."perintah Reyhan pada pengawal di belakang nya.


"baik tuan muda."jawabnya patuh lalu mendorong kursi roda Kanaya ,Kanaya memanyunkan bibirnya berkomat Kamit tak jelas .


"kenapa tidak Reyhan kenapa ?kenapa? aku berharap ya Allah ."komat Kamit Kanaya .


Reyhan tentu tidak mau hey dia ogah sekali mendorong kursi roda yang ditumpangi oleh Kanaya bukankah berat timbangan antara Reyhan dan Kanaya hampir sama, gila dia mendorong Kanaya hingga kamar .


walaupun dia laki tetap dia tidak mau kalau dia berucap tidak mau ya tidak mau,well itu perinsip Reyhan .

__ADS_1


Reyhan mengikuti kenaya dari belakang dia menggedikan bahunya acuh mereka masuk kedalam lift,Riska yang berada dibalik tembok mengintip mendengus.


"anak mu itu kenapa sih ?"tanya riska pada Wiliam yang berada dibelakang nya.


"anak kamu juga yang."ucap Wiliam dengan bisikkan Riska merinding ,pasti ada maunya .


"puasa dulu sampe besok ya .."ucap Riska lalu berjalan menjauh ,Wiliam sekarang yang mendengus sudah berapa Minggu dia tidak dikasih jatah ?.


ya sepulang dari rumah sakit Riska merencanakan untuk mendekatkan Reyhan dengan kanaya namun anaknya itu ya begitu selalu punya cara untuk menghancurkan rencana.


kembali kereyhan dia berada di lift hawa lift menjadi dingin saat Reyhan diam tanpa ekspresi hingga sampai kelantai yang dituju mereka bertiga keluar .ya bertiga Reyhan,Kanaya dan pengawal .


Kanaya didorong menuju kamarnya Reyhan Hanya mengikuti ini perintah ibunya Reyhan tidak boleh menolak.


Kanaya terlihat diam dia sudah berhenti berkomat Kamit tangan nya berada di atas paha matanya menatap sekitar.


sudah lama dia tidak kembali ke kamarnya .


Reyhan membuka pintu sebelumnya dia memutar kenop pintu nya terlebih dahulu.


Kanaya sampai pada kamarnya Reyhan menatap sekilas pengawal disampingnya seakan tau pengawal itu undur diri.


Soo pengawal itu sudah setia bersama Wiliam dan tau apa arti tatapan Wiliam dan kini tatapan Wiliam menurun ke sang buah hati .


Kanaya diam Reyhan diam sepi ,hening sekali dalam kamar saat pengawalan tersebut keluar.


Kanaya mendorong kursi rodanya sendiri sebenarnya mencoba melakukan nya dengan mendorong roda. Reyhan menatap sekilas Kanaya.


"kalo mau bantuan bicara ,jangan seperti orang bisu." ucapan bon cabe level 30 keluar dari mulut Reyhan ,Kanaya menatap Reyhan dengan senyuman simpul seperti biasa saat mendapat kata kata pedas tersebut.

__ADS_1


"ya bisa bantu aku?"tanya Kanaya dengan menatap bola mata biru milik Reyhan ,Reyhan mendekat lalu mengulurkan tangannya.


"aku tau dirimu tidak lumpuh ,Kubantu untuk berjalan."ucap Reyhan dengan senang hati Kanaya menerima uluran tangan tersebut.


"jangan harap aku mengendong mu atau memapahmu jelas aku tidak ada niat ."baru saja hati Kanaya bahagia serta berbunga-bunga Reyhan seolah membuang bunga bunga tersebut.


"ya ,aku tidak berharap."nyatanya Kanaya berharap.


sedangkan Riska masih membuntuti dia meringis dibalik sela sela pintu .ingin tangannya menepuk bibir tipis milik Reyhan anaknya itu.


Wiliam yang memang masih setia mengikuti sang istri pun meringis dalam hati ternyata Reyhan sama seperti dirinya dulu sewaktu kecil hingga dewasa tapi perkataan pedasnya sudah tidak pernah keluar saat menikah dengan Riska .


"sayang ,Reyhan kenapa pedas sekali ucapannya?"tanya riska menatap Wiliam .


"aku tidak tau ."jawab Wiliam jujur Riska menatap datar suaminya itu .


Reyhan membantu Kanaya hingga duduk di ranjang .


"boleh kah jangan berkata pedas padaku?"ucap Kanaya mencoba berani mengungkapkan permintaan nya.


Reyhan menatap Kanaya lama ,bibirnya tersenyum manis hingga membuat sebuah lubang kecil disalah satu pipinya,senyuman itu sangat manis tangan Reyhan terulur lalu mengelus dan mengacak-acak rambut pirang Kanaya. Kanaya yang dibegitukan merasa tersentuh hatinya menghangat saat mendapat kan senyum langka Reyhan bibir Kanaya membalas senyuman tersebut.


"tentu saja tidak bisa ."ucapan Reyhan membuat senyum Kanaya luntur seketika ,senyum di bibir Reyhan sudah memudar tangannya ditarik wajahnya kembali datar dan dingin.


mengelus rambut sang kakak apakah sopan? itu terlintas dipikiran Reyhan.


____________


#typo meresahkan

__ADS_1


#tamda baca acak acak


#alur berantakan


__ADS_2