
Reyhan keluar dari musholla yang memang berada di rumah sakit tersebut ,langkah kakinya berjalan kearah lorong rumah sakit hingga kakinya menapak pada area ruang VVIP, dia memeriksa satu persatu ruangan lewat tembok kaca transparan mencari sosok ibunya .
hingga kakinya berhenti didepan kaca yang melihatkan kanaya yang masih tertidur atau pingsan .
dia membuka pintu kamar inap tersebut Kanaya masih terbaring lemah disitu tapi Reyhan heran kenapa ruangan sepi tidak ada ibu atau ayahnya atau siapa pun .
kemana ayah dan ibunya?
Reyhan mendekat kearah ranjang rumah sakit tersebut dia duduk di kursi yang memang disediakan disebelah situ lama dia menatap wajah pucat Kanaya sangat lama,ingin Reyhan mengusap rambut kakaknya tapi egonya lebih tinggi ,gengsi kata lainnya .
hingga tanpa sadar tangan Reyhan terangkat menyentuh rambut pirang Kanaya dia mengusap pelan hanya satu usapan lalu tangannya turun kembali .
bibirnya sedikit terangkat namun tipis sangat tipis dari arah pintu Riska menatap Reyhan bibirnya tersenyum ,semoga saja Reyhan mau menerima Kanaya menjadi kakaknya .
bahu Riska terasa ada yang menyentuh dia menatap kebelakang ternyata Wiliam (suaminya). Riska mengode dengan matanya melirik Reyhan ,Wiliam mengikuti arah lirikan Riska . Wiliam ikut mengangkat ujung bibirnya ego anaknya tidak sekeras ego dirinya ternyata .
sifat Reyhan itu perpaduan antara Riska dan Wiliam dia memiliki sifat keras kepala seperti riska dan ego yang tinggi seperti wiliam ,mungkin jika besar dia akan mempunyai sifat licik seperti Wiliam .
"sayang ."panggil Riska mendekat kearah Reyhan ,Reyhan menatap ibunya lalu berucap:"ya?"
"Rey pulang dulu istirahat sama ibu ya."ucap Riska .
__ADS_1
"pulang lah, ayah yang menunggu Kanaya ."ucap Wiliam ,Reyhan mengerutkan keningnya setelah itu dia mengagguk . Reyhan bangun dari duduknya mengikuti Riska didepan pintu terlihat ada bodyguard yang menunggu Riska .
"mari nyonya saya antar."ucapnya, Riska menggangguk dengan pelan .
Wiliam menatap itu dengan syukur anaknya mau diajak pulang beserta ibunya ,Wiliam tak melarang Riska menjaga Kanaya tapi baiknya Riska pulang dulu istirahat dulu biar dirinya yang menjaga Kanaya ,hampir 1 jam lamanya Wiliam membujuk Riska agar mau pulang memecahkan keras kepala Riska .
dan akhirnya Riska mau .
dari sepanjang jalan Reyhan hanya menatap kaca mobil ,subuh ini hujan rintik rintik ,kaca mobil terlihat buram karena air dari rintik hujan yang membasahi kaca tersebut.
Reyhan menatap kaca mobil yang buram itu pandangan nya kosong ,hahaha kenapa dengan dirinya?
"Rey tidur aja dulu ya."ucap Riska ,Reyhan hanya kembali mengagguk dia sedikit mengantuk sebenarnya .
tapi bukankah tidak baik tidur pagi hari?
Halah bomat
Reyhan merebahkan tubuhnya di kasur saat sudah dikamarnya dia membenamkan wajahnya di bantal posisinya tengkurap ,dia tak mengganti bajunya hingga beberapa detik kemudian dia tertidur .
pukul 10:00 Reyhan baru terbangun dari tidurnya dia menatap sekeliling .
__ADS_1
"dia kesiangan."
Reyhan mengusap wajahnya turun dari kasur menuju kamar mandi melakukan. rutinitas mandinya seperti biasa .
beda dirumah sakit
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kanaya Baru saja terbangun dia menatap ayahnya yang duduk disofa tak jauh dari situ,ada ras hari ternyata dia masih bisa melihat ayahnya . Wiliam yang merasa diperhatikan menatap Kanaya dia sedikit terkejut lalu tersenyum Wiliam bangun dari duduknya lalu mendekat .
"air."gumam Kanaya ,Wiliam mengambilkan gelas berisi air lalu membantu anaknya untuk meminumnya. setelah menatap Kanaya sudah selesai akan minumnya Wiliam menaruh kembali gelas itu lalu memencet tombol yang berada diatas brankar.
krek
"selamat pagi."
bocah remaja tak lain Mikey itu datang dengan sesuatu ditangannya entah apa itu.
"Hay Naya ."sapa Mikey Kanaya menatap Mikey dengan mengerutkan keningnya. rencana mengambil hati Kanaya dimulai
'siapa uncle sok kenal ini?'
__ADS_1