
"oke kita sudah sampai."Mikey tersenyum mendorong kursi roda yang diduduki Riska masuk kedalam villa mewah milik nya .
"ya maaf jika rumah nya kecil."ucap Mikey membuat riska menatap jengah bocah remaja dibelakang nya.
rumah sebesar itu dibilang kecil ya kecil mungkin bagi orang kaya namun villa tersebut adalah villa paling besar dari villa lain nya.
"oh ya didalam sudah ada pelayan ,jadi jika ingin minta apa apa bilang saja ."ucap Mikey kembali lalu mendorong Riska masuk melewati pintu utama.
"terimakasih."ucap riska menatap wajah tampan Mikey .
"ya jaga calon istri ku oke."Mikey mendapatkan teplakan kejam oleh riska setelah mengucapkan itu siapa lagi calon istri yang diucap ya tentu itu untuk si bayi dirahim Riska .
"kau jangan terlalu galak ris."ucap Mikey meringis tangannya terasa panas mendapatkan teplakan tersebut.
"Safira!!!."panggil Mikey sedikit berteriak .
"ya tuan ,ada apa ."seorang perempuan cantik bermuka Jepang datang itu safira hinata .
kalian ingat ?.
"jaga dia terutama calon istriku ."ucap ambigu Mikey membuat Safira salah faham,sedangkan riska menatap datar mikey . Safira menatap Reyhan dan Riska bergantian lalu kembali menunduk
"baik tuan."Safira hanya mematuhi apa yang diminta tuan serta gurunya . ya memanggil tuan saat dunia bawah ,namun sekarang Safira ditugaskan menjadi seorang pelayan . sudah jelas reputasi Safira menjadi pembunuh handal akan hancur.
dimana mukanya nanti saat bertemu bawahannya 'sang pembunuhan handal menjadi seorang pelayan.'
__ADS_1
namun itu keputusan Mikey yang dilarang diganggu gugat harus dipatuhi.
"ya sudah aku pergi dulu mau menyiapkan mental dan tenaga untuk bertarung dengan suamimu sebentar lagi hahahaha."ucap Mikey dengan gelak tawa kembali Riska menggeplak tangan Mikey agar memberhentikan tawa gila remaja tersebut.
"ya sudah aku pergi, bay bay ,Safira ingat tugas mu."Mikey berkata lembut didepan lalu berkata tajam dibelakang.
"baik tuan."ucapnya hatinya kembali ter-iris .
sedangkan disisi lain.
wiliam mengeram kesal menatap Fiona yang sedang duduk dengan angkuh diatas sofa singel diruang tamu.
dilihat Fiona yang duduk dengan kaki saling bertumpuan dagunya diangkat , samping kanan kirinya seorang maid dengan wajah menunduk .
"oh suamiku sudah pulang."suara menjijihkan masuk kedalam telinga Wiliam.
decakan lulus dari bibir menggoda Wiliam.
"apa yang kamu lakukan disini Fiona ?."tanya Wiliam menatap Fiona yang sedang tersenyum mengembang ,bibir merah menggoda itu tersenyum terukir naik keatas sendari tadi.
"ayolah sayang ,sebentar lagi kita pasti akan menikah."Fiona berucap namun tak dihiraukan oleh Wiliam dirinya menatap bocah perempuan yang baru datang .
"sore ayah ."sapa gadis ceria itu tiba tiba datang, namun ekspresi nya berubah setelah melihat ayahnya yang bermuka dingin .
"kanaya sayang ,masuk dulu ke kamar ya nak."Fiona berucap lembut bocah tersebut hanya mampu mengagguk.
__ADS_1
"kenapa mommy baik hari tak seperti biasa yang selalu memukul Naya dengan sabuk."Kanya bergumam sendiri namun ada syukur karena hari ini beda dari hari biasanya ,Kanaya masuk kedalam kamar nya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mandi sore.
wajahnya mengerut menahan sakit saat air hangat membasahi badan nya .
"sakit ."gumam nya.
diruang tamu Fiona tersenyum menatap Wiliam .
"apa mau mu?."tanya Wiliam.
"ahahahaha,aku lebih baik jujur karena kau pasti sudah tau apa mau ku."Fiona tertawa membuat Wiliam ingin membuangnya dari menara Eiffel.
"1 perusahaan sudah cukup."tawar Fiona membuat Wiliam kembali ingin melempar Fiona dari menara Eiffel.
"bukan kah uang selama ini aku kirim banyak."Wiliam tak mau kalah .
"ayolah Wiliam uang itu untuk pengobatan Kanaya ."Fiona mencari alasan tetapi memang benar Kanaya memiliki penyakit yaitu penyakit jantung.
"ck."
_______
#typo bertebaran
#tanda baca acak acak
__ADS_1
#alur berantakan