My Baby Reyhan

My Baby Reyhan
066.diluar dugaan 4.


__ADS_3

mesih ditempat yang sama.


jonatan melihat iba kearah ara yang menatap jasad sang suaminya yang dibawa oleh bawahan bima.


ara hanya menunduk tiba tiba lengannya ditarik paksa oleh bawahan bima keluar dari markas josen.


sedangkan Wiliam ia mesih sadar ia hanya dipapah oleh bima . Nathan menggendong Riska . sedangkan Reyhan digendong oleh Jonatan.


mereka masuk kedalam mobil sama halnya dengan Ara . sedetik kemudian mobil berjalan namun belum lewat 10 detik terdengar ledakan hebat dari markas Josen . itu bom yang dipasang Bima secara diam diam.


didalam mobil Wiliam sudah tak sanggup membuka matanya . ia memejamkan matanya hingga kegelapan yang terlihat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


wiliam,Riska dan Reyhan dilarikan kerumah sakit terdekat sedangkan Josen ia masuk keruang mayat dirumah sakit .


itu tidak dicurigai oleh pihak rumah sakit karena pemilik rumah sakitnya adalah mikey .


,Riska hanya dicek oleh dokter dan difonis tak terjadi apa apa atau tak ada luka serius,jika Reyhan dan Wiliam mesih berada di dalam UGD.


banyak para perawat dokter berlalu lalang membawa stok darah / kantong darang dan beberapa alat lainnya.


Riska sekarang ,hanya menatap kosong dihadapan nya. dengan kelopak mata yang mengalirkan cairan bening. ia masih menggunakan jas yang diberikan Wiliam, beberapa kali ia menghirup aroma tubuh Wiliam yang membekas di jas miliknya.


"bersihkan tubuhmu dulu ris dan ini bajunya ."ucap Bima sendari melepas rambut palsunya,dan menyodorkan baju tidur berwarna hitam.


"Mikey."lirih Riska melihat Bima melepas rambut palsunya.


"hahahaha aku ketauan ,aku Mikey ,bagiamana mukaku seperti orang bule bukan?."gurau Mikey bertujuan menghibur Riska.


Bima adalah Mikey jika bertanya kenapa muka mereka bisa berbeda itu mudah hanya menyewa perias pun jadi untuk mata ia menggunakan softlens.


"jangan sedih , suamimu akan baik baik saja dia kuat seperti sepirdemen ."ucap Mikey menghibur


"tak lucu."ucap Riska mesih melihat ruang UGD yang berada dihadapannya . ia berharap dokter secepat memberi tau keadaan anak dan suaminya.


dapat dipungkiri hati Riska hancur saat ini. namun tak sebanding dengan Ara yang sekarang dengan bersama Jonatan . Ara meminta agar melihat jasad suaminya untuk terakhir kali. walupun suaminya selalu bersifat seenaknya namun Ara tipe orang yang tidak pernah membawa siksaan Josen keperasaannya . dia sampai saat ini mesih mencintai suaminya.


"sudah puas?."tanya Josen jengah. ini tugas yang diberikan oleh Bima / Mikey jadi mau tak mau Jonatan menemaninya


Ara menengok kearah seorang berwajah tampan bermuka barat. Ara mengagguk lalu keluar dari ruang mayat di rumah sakit tersebut. sebelumnya Ara mencium pipi milik suami .


.


.


.


Riska menutup matanya sejenak .suara langkah kaki membuat Riska membuka matanya.


"sayang kamu tidak kenapa Napa?."tanya ibu Wiliam yang baru datang dengan tergesa-gesa .


"Tante."cengir Mikey melihat kearah ibu Diandra.

__ADS_1


"mengapa Wiliam bisa terluka?."tanya ibu dindra tajam kearah Mikey yang sedang menunduk. Mikey sudah tau pasti ibu Diandra dan ayah abrian datang karena diberitahu oleh nathan.


"melindungi istri dan anaknya."lirih Mikey yang didengar oleh Diandra.


"huh


"sayang kamu tidak apa apa kan?."lembut dindra membelai rambut lurus milik Riska.


"tidak bu."jawab Riska lirih.


"Wil."lirih Riska.


"tenang saja Wiliam akan selamat."ucap diandra menenangkan Riska.


"tapi


tapi.


"sttt ,sekarang kamu membersihkan diri dan istirahat ya, nanti Mikey akan mengurus keperluan mu"ucap Diandra.


Riska awalnya menolak namun akhirnya menurut setelah dibujuk . Riska masuk kedalam kamar mandi yang berada di rumah sakit, ia membersihkan diri lalu kembali ke ruang tunggu yang berhadapan dengan IGD .


saat diruang IGD ,dokter berjas putih keluar. Riska berlari mendekat .


"bagaimana keadaan suami dan anak saya dok?."tanya Riska langsung , mengagetkan dokter berumur setengah abad .


dokter membuka suara.


"sodara Reyhan dalam keadaan baik baik saja mungkin bisa dipastikan besok pagi sudah sadar namun..."


"sodara Wiliam sekarang sedang koma."ucap dokter melanjutkan ucapannya yang terpotong.


Cantika mengusap punggung Riska yang tengah menangis sedangkan Oma duduk dikursi tunggu . Diandra jangan ditanya sabagai seorang ibu pasti sedih mengetahui anaknya seperti itu.


"apakah boleh kami masuk dok?."tanya Cantika. yang diperbolehkan.


Riska masuk terlebih dahulu disusul Cantika ,abrian ,Diandra ,dan Oma.


Wiliam terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan berbagai alat medis tertancap ditubuhnya.


puas melihat suaminya Riska melihat anaknya yang terbaring dengan tangan yang tertancap jarum namun tak separah suaminya .


Riska mengecup kening keduanya .


"sayang kamu istirahat dulu ya,badanmu masih lemah biar Cantika yang menunggu."ucap Oma .


"pulang sama Oma ya."ucap Oma namun dengan kukuh Riska menolak . mereka sudah pasrah banyak bujukan untuk Riska namun sekarang Riska dengan keras kepala menolak.


hanya meninggalkan Cantika dan Riska sementara Mikey sedang mengurus keperluan lainnya. Cantika pergi ijin pergi membeli bubur ke riska tentu saja Riska ijin kan. Cantika memberi bubur untuk Riska ,ia iba melihat Riska karena muka pucat yang sama sekali belum terisi tenaga.


.


.

__ADS_1


.


karena posisi ranjang Reyhan dan Wiliam bersebelahan memudahkan Riska menjaga keduanya. Riska duduk disamping Wiliam.


Wiliam mengedipkan matanya ,Riska yang melihat itu mengulurkan tangannya untuk memencet tombol yang berada diatas ranjang wiliam


namun dicegah oleh Wiliam.


"kenapa?."tanya Riska memegang tangan Wiliam lembut.


"jaga Reyhan ."2 kata yang keluar dari mulut wiliam lirih .


"aku pasti menjaganya, kamu harus sembuh dan , kita menjaga reyhan dan adik adiknya kelak bersama sama."ucap Riska mencoba berfikir positif.


Wiliam menggelengkan kepalanya lirih, menyentuh pipi milik Riska dengan tangan kanannya menghapus jejak air mata milik sang istri.


"maaf"lirih Wiliam.


"tuntun aku ."lirih Wiliam


"tidak kamu pasti kuat ,aku sudah mulai mencintai mu, ini kan yang kamu harapkan kamu harus kuat."tangis Riska pecah. lagi lagi Wiliam menggelengkan kepalanya lalu tersenyum.


"aku sudah tidak kuat,tuntun aku ."ucap lagi Wiliam yang kali ini dengan nafas tercekat.


"ga kamu bercanda?."elak Riska namun diyakinkan oleh Wiliam.


"tuntun aku."lirih lagi Wiliam sekarang .


dengan nada bergetar Riska melafalkan kata syahadat.


"“Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah” tuntun Riska dengan nada bergetar.


"“Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah”wiliam melafalkan dengan terpatah patah terakhir ia tersenyum dan menetaskan air mata terakhir.


"tinnnnnnn."bunyi yang dari tadi Riska takutkan berbunyi.


alat bantu Wiliam berbunyi ,garis lurus terlihat dilayar tersebut.


"Wiliam!!!."tangis Riska pecah. Cantika yang baru kembali langsung berlari melihat keadaan kakanya dan kakak iparnya ia iba dan sedih tentunya


dengan secepat kilat Cantika memencet tombol yang berada diatas ranjang wiliam yang sudah meninggal dunia.


"semua diluar dugaan.


_________


"kaya gini banget ya cerita nya, garing."😌😓


#typo meresahkan


#tansa baca acak acak


#alur berantakan

__ADS_1


ada yang minta kelanjutan nya???


__ADS_2