My Baby Reyhan

My Baby Reyhan
065. diluar dugaan 3


__ADS_3

POV Riska 2.


Riska membenamkan wajahnya dikedua lipatan kakinya. hingga suara langkah kaki mendekat kearah kamar. riska semakin membenamkan wajahnya. Ara yang melihat Riska ketakutan hanya tersenyum samar. ini tak sebanding dengan siksa Ara .


cklek.


"bawa wanita itu biarkan dia Tanpa sehelai benang."ucap Josen menunjuk Riska dengan ekor mata.


"baik tuan."ucap seorang berpakaian serba hitam . Riska ditarik paksa oleh pria berbadan kekar dihadapannya dengan pasrah Riska hanya diam memberontak pun tak ada guna. pikirnya.


Josen melihat kearah Ara .lalu berucap sesuatu.


"kamu bawa anaknya."ucap Josen pada Ara sang istri. Ara hanya tersenyum lalu melangkah kan kakinya pergi dari kamar tersebut,menuju kamar lain.


Riska diseret sedangkan Reyhan digendong oleh Ara dengan lembut. Ara tau bocah digendong nya tak bersalah apapun.


mata Riska membulat melihat suaminya, ia menatap nanar Wiliam berharap menyelamatkan nya .


Ara meletakan Reyhan disebuah sofa menidurkan nya dengan lembut. ia tersenyum melihat bocah putih tampan di hadapannya,ingin rasanya ia memiliki anak tapi itu tidak mungkin.


POV off.


Dar


peluru meleset namun mengenai lengan kiri Wiliam . Wiliam hanya bisa mengumpat .


"ngapain kamu kesini?."tanya Riska.


"aku tak akan membiarkan mereka menyakiti istri dana anakku."jawab Wiliam .


ia mendekat kearah Riska menjongkokkan diri lalu melepas jas kantor miliknya dan memakaikan untuk Riska .


mata Wiliam menatap tajam tanda merah di sekujur tubuh Riska . Wiliam mengancingkan jasnya mengumpat kasar Josen yang telah melecehkan sang istri,suami mana yang tak marah jika istrinya dijamah oleh pria lain??


dalam hatinya sudah banyak sumpah serapah untuk Josen . sekarang bukan hanya Josen yang membenci Wiliam namun Wiliam sekarang juga membenci Josen.


"brengsek ."umpat Wiliam. ia menarik nafas panjang . lalu berkata sesuatu.


"tutup mata jangan pernah membukanya kecuali aku perintahkan."ucap Wiliam menatap Riska. Riska hanya mengangguk lalu menutup matanya.


.


"brengsek kamu Jo."ucap Wiliam membongem mentah pipi kanan milik Josen .


"prok


prok

__ADS_1


"begitu berarti wanita itu bagimu nyatanya,aku sudah mencicipi tubuhnya ternyata rasanya menyenangkan."gelak tawa Josen menggema setelah melafalkan kata kata tersebut.


Wiliam mencoba mengatur emosi ,masalah tak akan selesai dengan emosi.


"serang dia."perintah Josen pada bawahan nya.


Wiliam merogoh kantong celana nya lalu mengeluarkan peluru dan pistol yang ia bawa .


dimasukannya peluru itu kedalam pistol.


beberapa anak buah Josen menyerang Wiliam. suara tembakan menggema di markas milik Josen. Wiliam mencoba menyerang balik dan menghindar sebisa mungkin.


Dar


Dar


Dar


"mati lah kau Wil."sinis Josen melihat Wiliam yang berkeringat dengan beberapa kulit tergores timah panas. josen menodong pistol mengarah kewiliam ,Wiliam bersiap mengelak.namun....


Dar.


peluru itu bukannya mengarah ke Wiliam namun beralih ke Bima.


Bima yang menyadari ada peluru menghindar berharap timah panas itu tak mengenai bagian tubuh ataupun kulitnya.


Bima melihat kearah Wiliam yang seakan acuh pada situasi. Bima mengerti akan kode dari Wiliam . Bima hanya diam .


sedangkan Riska ia mesih menutup matanya rapat suara tembakan itu mesih terdengar di telinga Riska . Reyhan?? dia sudah sadar namun disuntik lagi dengan obat tidur. saat sadar Reyhan juga mendengar suara tembakan namun hanya beberapa detik ia tertidur lagi..


dari arah pojok ruangan seorang wanita berambut panjang berbadan tinggi langsing menembakan peluru .


Dar


"Wiliam ."teriak Riska lalu berlari menarik tangan Wiliam .


"sudah ku bilang jangan membuka mata sebelum aku perintahkan?!."ucap Wiliam.


"awas."


ucap Riska memeluk Wiliam .


Wiliam yang melihat timah panas mengarah keriska . menggantikan posisi Riska hingga .


Dar


Dar.

__ADS_1


dua peluru menerobos kulit Wiliam berada di bagian berbeda paru paru kanan dan. bagian perut. rasa panas pada tubuhnya dicampuri rasa sakit dirasakan oleh wiliam.


"Wiliam!!!!."teriak Riska


Wiliam tersenyum membelai lembut pipi tirus Riska .


"bagian mana yang disentuh Josen akan ku hapus."lirih Wiliam mengecup sekilas bibir pucat milik Riska.


Dar


"maaf."ucap Bima dari arah belakang Josen menembakan peluru mengenai paru paru kiri milik Josen.


"dasar penghianat."geram Josen memegang dada kiri yang mengalirkan. darah berwarna merah hati. josen menembakan timah panas dari pistolnya kearah Bima.


"tidak kena ."gumam Bima .


para bawahan Josen murka melihat bos nya terluka, itu sudah biasa. Bima mengancang ancang . menghantam seluruh orang yang mencoba menyerang nya.


Wiliam dia mesih bertahan melindungi anak dan istri nya hingga peluru ketiga menembus dada bagian kirinya.


Dar.


"Wiliam!!!!."teriak Riska kali ini lebih keras.


dar


dar


pahlawan kesiangan datang jonatan dan Nathan menembak kearah lawan . melihat keluangan Bima menembak dada kiri milik Josen tepat pada jantungnya . Josen tumbang dengan bersimpuh darah.


Ara hanya menunduk . ia ditahan oleh bawahan Bima ada rasa tak ikhlas melepaskan sang suami tercintanya.


"maaf kami terlambat, tadi banyak nyamuk yang menghalang."ucap Nathan berlari kearah Riska. sedangkan Jonatan berlari kearah Reyhan . Bima melangkah kearah Wiliam dengan tergesa-gesa .


________


episode konflik lumayan panjang yaaa.hihi


#typo meresahkan


#tanda baca acak acak


#alur berantakan.


btw ini konfliknya ringan banget ya???! mau author tambah konflik ga???, yang lebih ekstrim gituh hihihi.


belum tamat konflik yang ini ya mesih berlanjut di beberapa episode berikutnya tapi ga lama kok tenang aja. atau kalo author berubah pikiran bakal lama ni konflik hahhaah.

__ADS_1


__ADS_2