My Baby Reyhan

My Baby Reyhan
157. dia anak fiona ending 1


__ADS_3

...----------------...


diandra menatap sengit anaknya seolah anaknya memiliki hutang 1 triliun yang tidak dibayar selama 10 tahun.


"dia anakku . " ucap Riska dengan tersenyum dia menatap wiliam lalu menyenggol suaminya itu dengan siku,Riska tau jika wiliam paling takut dengan ibunya dan dirinya .


"sudah sudah kita bahas nanti sekarang kita makan dulu. " oma fily memecahkan aura mencengkram disitu. seluruh pasang mata menatap kesitu.


"kenapa? " tanya oma fily dengan tersenyum terlihat jelas bibir berwarna merah akibat lipstik itu tersenyum.


oma fily menatap Riska sebentar lalu mengalihkan pandangan nya ke arah yang lain.


sekarang Riska menengang tatapan mata itu sama saat situasi dimana dia hampir saja membuat perusahaan bangkrut.


"ayo kita ke ruang makan,oma belum makan, perut oma lapar. " oma elia tersenyum dengan pede.


oma elia dan oma fily saling menatap satu sama lain lalu mengangguk pelan. cantika hanya diam dia meminang anaknya.


"kamu makan biar devano dengan ku. " suami cantika berucap dari samping, cantika tersenyum dia menyerahkan bayi tersebut dengan senang hati suami cantika menggendong nya meminang bayi tampan tersebut yang sedang tertidur.


dia menyayangi anak dalam gendong nya walupun bukan anaknya.


(ini bakal ada dilapak baru besok besok kalo author minat. )


Riska bangun dari duduknya dia memegang bagian belakang perut nya.


"sayang ayo. " ucap Riska dia menatap raut wajah wiliam yang sudah memucat.


Riska benar benar ingin tertawa memang masalalu wiliam itu sangat kelam Riska tau semuanya sudah diceritakan oleh wiliam sendiri ya singkat saya.


dulu wiliam terlahir sebagai anak brokenhome ibunya dan ayahnya yang suka bertengkar lalu bercerai wiliam mengikuti ibunya ya walupun bagi wiliam susah, ibunya diandra menjadi sosok ayah sekaligus. hingga ibunya kembali menikah awalnya wiliam tentu tidak bisa menerima dia dulu bukan tipikal anak kecil yang mudah disogok persis reyhan.


tapi berjalannya waktu membuat dia bisa menerima kenyataan.


masa masa kecilnya menurut wiliam cukup bahagia hingga menginjak remaja dia belum /sama sekali tidak mengenal cinta dalam benak wiliam dia pikir tidak bisa menjalani rumah tangga berbahagia dengan anak dan istri, namun suatu dia bertemu dengan salah satu wanita cantik mungkin dia bisa memulai hubungan nya karena merasa pertama kali tertarik yang dia kenal wanita itu polos dan lugu namun aslinya kek setan.


fiona agetha ya dia.


menjalani hubungan dengan biasa hingga suatu hari wiliam memutuskan hubungan namun fiona tidak menerima kenyataan itu melakukan segala cara agar seorang wiliam kembali padanya namun takdir tak memihak padanya.


wiliam disaat remaja hingga bertubuh dewasa tidak mau menyentuh dunia bawah/dunia gelap alasanya hanya ibunya dia tidak mau menjadi seperti ayahnya ya ayah kandung nya seorang penjahat dunia bawah.


namun tak disangka ayah tirinya sama, william pernah ditawarkan oleh ayahnya namun wiliam menolak alasannya jelas dia trima pada masalalu.


28 tahun usia wiliam saat itu dan wiliam turun ke dunia mafia dunia penjahat penuh darah , kekejaman serta kelicikan.


wiliam memiliki hutang budi pada seorang yang memiliki organisasi mafia dan orang tersebut sangat berharga baginya dia diberikan pesan bahwa harus menjaga organisasi tersebut wiliam memang menolak keras awalnya dia berusaha menawar namun tidak ada waktu untuk itu dan disitu wiliam turun ke dunia bawah.


begitu aja.


sekarang diruang makan terlihat canggung kanaya dan reyhan saling betatapan, reyhan mengode dari matanya agar jangan gugup kanaya yang sangat peka mengangguk.


heningnya keadaan membuat kanaya Canggung. namun dia tetep meneruskan makanya walaupun sebenernya dia tidak terlalu lapar, lihat lah makanan dihadapan nya masih banyak tapi mau bagaiamana lagi dia harus menghabiskan nya.


selesai acara makan semuanya berbincang kali ini tentang kanaya dan ruang makan terlihat canggung untung saja tidak ada eyang Wijaya cantika beserta suaminya,namun ada ibunya diandra dan bapaknya, dan tentu tidak ada reyhan dan kanaya ini urusan dewasa.


"siapa dia?! anak fiona?!!. " pertanyaan itu sontak membuat Riska menatap diandra heran siapa yang tidak tau fiona well dindra tau semuanya masalalu troma anaknya hanya dia yang tau.


"ya." jawab wiliam pelan dia membuang nafasnya.


"astaga wiliam wiliam. " diadra mengelus dadanya.


oma fily menatap suami cucunya tersebut dia merasa rumah tangga cucu nya itu rumit sama seperti dia dulu sewaktu muda.


beda dengan oma elia dia menatap wiliam dengan benci fiona nama yang paling dibenci oleh oma elia, namun semua hanya kenangan.


" terima kanaya ya... " Riska menatap memohon kepada semua orang yang duduk diatas kursi makan tersebut.


"sayang.... kamu mau nerima anak dari... " diandra brrucap Riska langsung memotong dengan ucapan:"Riska mau nerima kanaya apa adanya, masalalu seorang ibu tidak harus disangkut pautkan dengan seorang anak. "ucap Riska tegas.


oma elia tersenyum.


"apapun yang kamu mau kami mendukung. " ucapan oma elia lantas membuat dindra menatap oma elia dengan protes namun oma elia hanya tersenyum.

__ADS_1


"ya sudah sekarang kamu kekamar istirahat, 1 minggu lagi kamu oprasi kan? mikey sudah menunggu bayi mu itu loh. " ucap oma elia halus.


Riska terdiam.


"ngga usah dipikirin sekarang kamu tidur aja ya untuk mertuamu ini biar oma yang urus. " oma elia meyakinkan Riska yang akhirnya menurut.


"kamu jangan ikut pergi. " suara sang ayah terdengar sangat dingin menusuk, wiliam menghembuskan nafas kasar dia yang tadinya ingin pergi langsung terduduk lagi.


"wiliam cucu oma tersayang paling oma sayang dan paling kiyowo sekarang ke kamar temenin istrimu saja untuk ayahmu biar oma yang antasi. " ucapan oma elia kembali mendapatkan tatapan protes oleh anak.


"terimakasih oma ku tersayang. " ucap wiliam tanpak tersenyum tipis dia bangun dari duduknya setidaknya jam jam ini dia terbebas tidak dengan nanti tengah malam pasti dia akan disidang oleh ayah tirinya tersebut.


ditempat makan terlihat hening oma fily bangun dari duduknya.


"aku ingin ke kamar melihat suamiku aku takut dia ingin kekamar mandi. " ucap oma fily yang mendapat kan anggukan semuanya.


oma elia menatap menantunya dan anaknya secara bergantian.


"biarkan Riska merawat anak yang selalu ingin kalian lenyapkan dari bumi. "ucap oma elia dengan tegas.


" ngga bisa dong ma.. anak itu bisa ngasih pengaruh tidak baik. "ucap dindra protes, oma elia menghembuskan nafas kasar dia memijat pelipis nya.


" ya mungkin itu yang kamu pikirkan sama seperti mama waktu kamu datang dengan wiliam tapi coba kamu Terima dia. "diandra terdiam saat mendengar ucapan tersebut.


dikamar


" kenapa? "tanya wiliam yang sedang mengambil handuk ingin mandi.


"apakah fiona sangat buruk hingga keluarga mu terlihat sangat benci dengan nama itu? " tanya Riska, wiliam mengangguk.


"dia yang membuat kakek ku meninggal. " jawab wiliam singkat wajah wiliam terlihat dingin, datar.


Riska terdiam.


dia menatap ke televisi yang berada dikamar tersebut.


reyhan? dia sedang diam di kamar kanaya.


"anime? " tanya reyhan menatap leptop kanaya yang diberi stiker anime.


"aku suka dengan nezuko dia cantik. " ucap kanaya mengeluarkan stiker stiker lainnya dari laci meja belajar nya.


"aku keluar mataku sakit melihat warna cerah. " ucap jujur reyhan lalu keluar dari kamar bernuasa pink tersebut kanaya tersenyum mengangguk.


diruang makan.


"kamu bisa menerima anak cantika yang bukan dari suaminya sekarang kamu coba untuk nerima kanaya yang bukan anak Riska. " ucap oma elia diandra masih terdiam.


"tapi beda ma.. "ucap dindra dengan kuekueh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam 00:00 wiliam duduk dihadapan ayahnya dia menatap sang ayah dengan datar.


"Kapan ayah tau ini? " Tanya wiliam


"Ck, kamu kira ayahmu ini tidak sehebat dirimu?!! Heh!?!. " Ucapan angkuh sang ayah membuat wiliam jengah walupun memang ayahnya itu hebat.


"Kenapa anak itu masih hidup? " Tanya ayah wiliam serius.


"Aku tidak tau tapi istriku tidak mau anak itu meninggal aku melakukan apapun yang membuat istriku bahagia. " Ucap wiliam mambuat sang ayah menahan tawa kapan anaknya menjadi budak cinta seperti ini tapi jika dipikirkan ini biasa.


"Tapi anak itu bahaya wil. "


"Aku tidak peduli. "


"Terserah mu ayah cape mendengar omongan ibumu itu karena takut kamu terluka. "


"Resiko ayah. "


"Kamu!!


" Apa?

__ADS_1


Dikamar kanaya masuk kedalam kamar reyhan dengan tergesa-gesa.


"Rey... " Panggil kanaya.


"Apa? " Tanya reyhan menatap kanaya terlihat kakaknya itu baru bangun tidur langsung ke kamarnya, reyhan yang memang seperti biasa begadang .


"Aku teringat pulpen pemberian uncle nathan pulpen itu hilang!!!. " Ucap kanaya panik.


"Astaghfirullah subhanallah . " Reyhan mengelus dadanya kanaya bangun dari tidur nya hanya untuk menanyakan pulpen berwarna pink dari uncle nathan itu.


"Sekarang lanjutkan tidur mu kak, pulpen itu ada di ruaangan dimana kita kelas privat aku melihatnya tadi. " Ucap reyhan kanaya mengagguk dia berjalan keluar reyhan menutup laptopnya mungkin dia lanjutkan pekerjaan nya ini besok.


Besok ada kabar bagus lihat saja.


Perusahaan ke 23 yang gulung tikar akibat perbuatan reyhan.


Reyhan mengambil sesuatu dilaci dia menatap cairan tersebut.


"Mungkin akan berguna untuk membunuh suatu saat nanti mungkin


" Ucap Reyhan lalu kembali memasukan cairan yang berada di botol kecil tersebut ketempat lalu dia meregangkan otot ototnya .


Dikamar Riska terbangun dia menatap kasur disamping nya kosong.


"Dimana dia? " Tanya Riska sendiri suaranya terlihat serak tapi setelah itu dia tidak memperdulikan dan melanjutkan tidurnya.


Pagi hari menjelang satu keluarga kumpul di ruang tamu setelan sarapan,disini kanaya yang paling kaku, reyhan menatap kakaknya dengan heran dia mengode dengan menyikut .


"Normalkan ekspresi mu. " Bisik reyhan.


"Bagimana ? " Tanya kanaya namun reyhan diam itu membuat kanaya kesal namun dalam diam.


Diandra menatap kanaya dalam mungkin dia bisa menerima cucu baru itu.


"Kanaya." Panggil diandra.


"Ya? " Jawab kanaya dia tersenyum canggung.


Kanaya pagi ini cantik dan menggemaskan rambut nya dikuncir dua dengan dress berwarna cerah berwarna warni.


"Kamari." Perintah dindra Kanaya Riska dan wiliam menahan nafas.


"Cucu ku cantik hari ini. " Ucap dindra semua bernafas lega .


Oma fily menatap Kanaya sedangkan eyang Wijaya diam dia hanya berfikir positif.


"Ada apa sebenarnya? " Tanya Wijaya.


"Dia anak wiliam, anak nya yang pertama. " Ucap dindra.


"Tolong Terima dia jadi keluarga kita. " Lanjut nya.


"Wiliam pernah menikah sebelumnya? "


" Tidak singkatnya dia anak yang tidak diketahui tapi tidak baik mengungkit masa lalu. "


Dindra menglus rambut Kanaya yang tersenyum bahagia benar kata adik nya itu jika keluarga besar nya memang mengerikan diawal.


"Cerita dengan jelas. " Tegas Wijaya. Riska menatap sang eyang lalu.


"Vskahbsldhdgalushsksgkdbsoa bla bla bla. " Panjang kali lebar sama dengan luas.


"Astaghfirullah." Gumam eyang Wijaya saat sang cucu sudah selesai menceritakan.


"tolong maafkan aku. " ucap wiliam Riska juga menatap sang eyang dengan memalas. melihat itu eyang sedikit bimbang namun berucap:


"Jangan sakitin anak ini dia tidak tau apa apa eyang maafkan kali ini. " Ucap eyang Wijaya Riska menatap wiliam sumringah.


End.


Lanjut bonus episode nya besok.


#typo bertebaran

__ADS_1


#tanda baca acak acak.


#alur berantakan.


__ADS_2