
riska
"Rey."panggil Riska melihat anaknya yang fokus pada gambaran nya. Reyhan mendongakkan kepalanya melihat ibunya
"ya?."jawab Reyhan asik memulas gambarannya .mungkin menggambar akan menjadi hobi nya,pikir reyhan.
"Rey sedang apa?."tanya Riska mendudukan bokongnya disamping Reyhan yang sedang duduk dilantai, sebenarnya bukan lantai melainkan diatas karpet .
dilihat gambaran dibuku gambar milik anaknya ,Riska tersenyum melihat gambaran indah yang tertata disana . Reyhan mesih fokus pada gambarannya dengan tangan yang mesih giat untuk memulas kertas.
"Rey suka menggambar?."tanya basa basi Riska . Reyhan memutar tengkuknya lalu mengangguk sebagai jawaban.
Riska mesih setia melihat anaknya memulas kertas hingga selesai sudah Reyhan memulas kertas miliknya dari kertas yang berwarna putih polos sekarang banyak warna tertara disitu . Reyhan tersenyum melihat hasil gambarnya itu lumayan bagus bagi reyhan.
"Rey mandi dulu udah sore ,nanti dilanjut lagi."ucap Riska ,nyatanya gambaran milik sang anak sudah selesai.
lagi dan lagi Reyhan mengagguk sebagai jawaban.
Riska bangun dari duduknya lalu melangkah menuju dapur tadi ia berada di ruang keluarga.
__ADS_1
Riska pergi kearah dapur, ia mengambil beberapa bahan dari berbagai tempat. Riska hanya ingin membuat cemilan untuk
di dapur tersebut ada beberapa chef namun mereka semua membubarkan diri namun tak semua disisakan satu untuk membatu riska, mereka membubarkan diri atas perintah Riska sang nyonya .
"selesai."final riska membuat cemilan goreng yang menurutnya tak terlalu ribet atau sulit.
churros namanya makanan/ cemilan goreng asal Spanyol kesukaan Riska dan Reyhan .
"apa yang kau buat?."tanya seorang lalu mendekap Riska dari belakang.
"apa yang kau buat?."tanya Wiliam mengulangi perkataan nya.
"hanya cemilan ."jawab Riska santai.
"mau?."tanya Riska menyodorkan cemilan buatannya. Wiliam membuka mulutnya namun dengan jailnya Riska memakannya dulu.
"wlee."ejek Riska dengan senyuman kecil Wiliam menarik tengkuk Riska ,me****t habis bibir milik sang istri mengoper cemilan itu kemulut Wiliam. Riska yang mendapat kan itu berusaha melepaskan namun tangannya dikunci. jika bertanya Dimana pelayan yang menemani Riska memasak dia sudah pergi saat Wiliam masuk.
"bruk."
__ADS_1
keduanya melepas ciuman itu.
"aku tidak liat ,aku tidak liat."ucap Reyhan menutup matanya dengan tangan lalu memutar balik badannya.
"bruk
'siapa yang menaruh kulkas disini.'bati Reyhan lalu dengan segera menghindar,dan berjalan keluar dari dapur Reyhan melepas tangannya dari mata.
"huft."nafas Reyhan
Riska sekarang sedang merasa canggung sedangkan Wiliam dengan santai memakan churros buatan sang istri dia cocol makanan itu dan memasukan nya kedalam mulut.
"nanti ada orang yang datang yang diperintahkan untuk memperbaiki AC ."ucap Wiliam membuka suara seterusnya ia mengambil minum di kulkas.
"ya ,kuharap nanti malam tak kepanasan dan berkeringat lagi."ucap Riska . Wiliam mendekat lalu membisikan sesuatu .
"nanti malam biar aku yang membuat mu berkeringat."bisik Wiliam yang mendapat kan pukulan oleh Riska .
"kau sadis ris."ucap Wiliam mengusap kepala yang sehabis dipukul oleh sang istri.
"jangan salah kan aku,kau terlalu mesum."jengkel Riska lalu menata cemilan buatannya dipiring untuk sang anak.
Reyhan sedari tadi sedang duduk menunggu ibunya . ia berfikir 'kenapa lama sekali' namun Reyhan faham akhirnya membiarkan nya.
__ADS_1
______