
sudah 3 Minggu lamanya Riska diindonesia .ada rasa tak ingin meninggalkan tanah airnya saat ini, namun mau bagaimana lagi hari ini dirinya sudah harus pulang ke Indonesia.
mengenai repsepsi ,3 hari lalu mereka mendiskusikan satu keluarga dan sepakat akan merayakan repsepsi sekaligus mengenalkan nyonya muda Wiliam diamerika ,acara akan dilaksanakan tepat 1 Minggu lagi ,karena menurut Wiliam lebih cepat lebih baik, apalagi Riska yang sedang hamil jika menundanya dan perut Riska membesar dan kelelahan bisa berabe,ini pun Wiliam masih menyiapkan seluruh hal yang akan diadakan.
sekarang Riska sedang berpelukan dan menangis bagaikan anak yang akan pergi tempur, Riska menangis memeluk omanya yang sudah kewalahan menghadapi sikap cucunya yang sedang bunting.
"Oma!."rengek riska.
"kamu itu udah besar ,udah punya suami nangis ga malu?."goda omanya ,mencoba menghibur cucunya,tak dapat dipungkiri Oma pun sedih .
"aku tidak memperdulikan itu."ucap Riska masih memeluk Oma fily yang selalu menjaganya setelah orang tuanya meninggal .
"eyang."rengek Riska lalu memeluk eyang nya yang duduk dikursi roda . dipeluk erat Eyang nya merasa enggan melepas,air matanya pun seolah tak mau berhenti.
"sudah sudah lihat anakmu saja tak seperti mu."ucap eyang dengan cekikikan kecil.
"sudah lagi pula 2 hari lagi kita akan menyusul."ucap Oma ,mereka akan menyusul karena repsepsi pernikahan Riska
,jika kalian bertanya mengapa tidak bersama untuk pergi ke Amerika? Jawaban karena ada urusan yang eyang dan Oma kerjakan,dan urusan itu hanya diketahui keduanya .
Reyhan yang sedang berdiri di samping ibunya hanya tersenyum simpul ia tau perasaan ibunya bagaimana rasanya tidak bertemu bertahun tahun lamanya.
selesai acara perpisahan itu mereka bertiga menuju Bandara Sukarno Hatta yang terletak di ibu kota Indonesia.
"selamat datang tuan ,jet sudah disiapkan."ucap seorang pria berbadan kekar membungkuk kan setengah badannya melihat tuannya turun dari mobil .
__ADS_1
"hm."
"ayo."ucap Wiliam mengandeng tangan Riska .Reyhan menatap pria kekar yang sedang membungkuk lalu dengan acuh dirinya berjalan sejajar dengan tangan yang digandeng oleh ibunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"rasanya akan membosankan."gumam Reyhan merebahkan dirinya dikasur yang berada di jet .
"aunty!."panggil Reyhan melihat pramugari yang sedang tersenyum melangkah kearah nya.
"ada yang bisa saya bantu tuan muda?."tanya nya tersenyum nada bicaranya pun lembut.
"ada selimut?."tanya Reyhan.
"ada tuan muda ."jawabnya .
"baik tuan muda harap tunggu sebentar."
disini mereka berada dijet mewah milik Wiliam ,jet dengan fasilitas lengkap dan mewah membuat nyaman penumpang tentunya,dan tentu saja harga untuk membelinya pun sangat mahal .
Riska sedang duduk menatap kaca pesawat yang melihat kan awan awan putih dan langit biru yang begitu indah .
"sayang kemari lah ,jangan banyak fikiran ."ucap Wiliam yang melihat Riska uring uring di depan kaca pesawat
"sayang kenapa perempuan tadi memandangimu begitu."ucap Riska melangkah kearah Wiliam yang sedang duduk di kasur dengan tangan memainkan benda pipih berharga mahal.
__ADS_1
"siapa?."tanya Wiliam meletakan benda pipih tersebut di nakas,ayolah kalian tau kekurangan Wiliam adalah tidak peka.
" yang tadi ."ucap Riska menatap Wiliam dengan ekor matanya.
"yang mana?."tanya Wiliam lagi.
"yang rambut nya disanggul pake softlens warna coklat terus rok pendek diatas paha dadanya diliatin ituu ."ucap Riska menjelaskan dengan nada menahan emosi.
"pramugari bertagname rose?kenapa?."tanya Wiliam.
"ih ."kesal Riska ,lalu meniduri tubuhnya dan memunggungi suaminya.
"hey kenapa?."tanya Wiliam menahan tawa akhirnya setelah lama berfikir Wiliam tau jika istrinya cembukur , cemburu maksudnya.
"kok bisa tau namanya mantan kamu ya?."selidik Riska membalikan badannya nya .
"aku tidak punya mantan sayang."ucap Wiliam tersenyum.
"bohong."ucap Riska bangun dari tidurnya lalu mendudukkan badan nya menatap suaminya.
"jangan suka nuduh tidak tidak ,aku tidak punya wanita lain ,selain kamu."ucap Wiliam mengecup singkat bibir istrinya yang begitu candu.
_____________
#typo bertebaran
__ADS_1
#tanda baca acak acak
#alur berantakan