
"apa pekerjaan mu dulu sih ?"tanya Reyhan heran meletakan buku tugas milik Kanaya diatas buku lainnya dia merapihkan tumpukan buku tersebut.
Kanaya yang sedang memunguti pensi dan meletakan di kotak pensilnya mendongak.
"dulu ...."Kanaya menjawab dia sedikit berfikir lalu kembali melanjutkan perkataannya.
"masak,menyapu ,ngepel ,nyuci baju dan menyuci piring ,membersihkan kamar dan kamar mandi ,lalu membersihkan taman dibelakang rumah dan..... aku lupa masih banyak yang aku kerjakan."jawab Kanaya matanya polos dan lugu yang membuat Reyhan semakin datar.
"memasak? kau tak pernah membakar rumah bukan?"tanya Reyhan santai bukan iba saat mendapat jawaban Kanaya .
karena sejujurnya dia sudah tau semua jadi dia santai santai saja, sewaktu mengetahui itu pun dia santai slow .
"tidak."jawab Kanaya lagi dengan mata polos.
"jika kau bisa menyapu kenapa 4 hari lalu tak mau membantu ku?"tanya Reyhan menatap datar Kanaya .
"mommy melarang."jawab Kanaya kembali jujur.
"ayolah dirimu itu terlalu jujur dan polos,aku takut dirimu mudah dibodohi tapi memang kenyataannya kamu mudah dibodohi."
jlep
perkataan menohok Reyhan kembali membuat Kanaya tersenyum simpul.
__ADS_1
"bagaiman jantungmu masih berdetak buka"tanya Reyhan .Kanaya mengagguk mantap .
dia hanya gadis polos dan lugu dengan otak seperti bocah seusianya tak seperti Reyhan yang seolah oleh sudah berusia remaja.
"aku takut penyakit jantung mu yang tak pernah di obati itu kumat ,ginjalmu masih utuh kan?"ucap Reyhan bertanya memandang Kanaya dari ujung rambut sampai ujung kaki .
"masih ada 2."jawab Kanaya .
"bagaimana kamu tau?, dirimu itu bodoh mau saja ikut dengan ibumu ke rumah sakit dan menurut mau oprasi ,dan kamu tau ? operasi itu padahal pengambilan ginjal bukan operasi jantung."
jlep.
perkataan Reyhan kembali membuat Kanya tersenyum simpul seperti biasa saat mendapat ucapan pedas dari adiknya , dia menunduk ternyata adiknya tau segalanya .
"aku tau."jawab Kanaya.
"sekarang siapa yang mau mendonorkan ginjal ,dan mendonorkan darah golongan darahmu itu -o aku tau segalanya ....dan darah -o keturunan ibu mu itu tidak ada di keluarga ku"
" sebaiknya kamu berfikir terlebih dahulu jika mau bertindak dan sebab kamu menurut bukankah setiap malam akan merintih didalam kamar akibat kesakitan diperut bawah bagian kanan mu ?"tanya Reyhan kembali sendari tadi ucapan nya datar pandangan nya pun ikut datar.
reyhan sedikit heran dengan Kanaya,Kanaya hanya diam menunduk tangannya mengepal kuat.
"dia bilang jika aku ikut dengannya dia akan membuat ku berhenti bekerja dirumah ."ucap Kanaya membuat Reyhan yang sendari tadi tak tahan ingin menjitak kening mulus milik kakaknya itu akhirnya tersampaikan.
__ADS_1
pletak.
jitakan pelan tak terasa sakit bagi Kanaya
"aku takut hidupmu akan singkat nay."ucap Reyhan menatap bola mata coklat hitam milik Kanaya ,kanaya mendongakkan kepalanya lalu tersenyum manis.
"aku titip mommy dan daddy jika memang begitu."jawab Kanaya .
masih ingat mimpi Reyhan sewaktu di Indonesia?.
"Hay hidupmu itu mudah sekali putus asa."ucap Reyhan tak tau jalan pikiran kakaknya.
"mungkin aku akan menerima mu menjadi kakakku sepenuhnya tapi mungkin."ucap Reyhan berdiri dari duduknya.
"ayah dan ibu sedang berusaha mencarikan donor ginjal dan jantung untuk mu ,jangan kau anggap remeh keluarga ku mereka bahkan tau semuanya tentang mu termasuk aku tau semua tentang mu yang pernah dibuang dipinggir jalan sewaktu umur 5 tahun namun dengan bodohnya kembali lagi kerumah dan menyetujui menjadi pembantu disitu ."ucap Reyhan lalu melangkah pergi meninggalkan Kanaya yang menatap dirinya sandu.
"mungkin bahagiaku hanya sebentar ."ucap Kanaya .
Riska yang berada tak jauh mengawasi keduanya, iba pada Kanaya dia baru tau sebenernya, itu pun dari Reyhan yang tadi berbicara ,mungkin nanti malam dia akan bicara kepada wiliam tentang ini.
_________
#typo meresahkan.
__ADS_1
#tanda baca acak acak
#alur berantakan