
pagi pagi sekali kediaman Wijaya sudah heboh . kali ini Reyhan bertatap tatapan dengan ayahnya keduanya bertatapan sengit . Riska mengelus dadanya . tidak tau sejak kapan keduanya( Reyhan dan Wiliam )menjadi seperti ini.
"supermarket ."
"mall."
serempak keduanya.
"berhenti atau aku pergi sendiri tanpa membawa kalian." ancam Riska membuat keduanya membisu tak berbicara sepatah kata pun.
"ayo kita ke pasar."ucap Riska tersenyum menatap kedua lelaki dihadapan nya .
"what?!."keduanya tersentak menatap sang ibu/istri nya.
"iya ."jawab Riska mengagguk dan mengangkat menaik turunkan alis nya.
"kenapa harus tempat tak bersih seperti itu Bu ,kan ada mall yang sudah higenis."ucap Reyhan dengan bertujuan melarang ibunya .
"jika kalian tidak mau ikut ,ya sudah aku pergi sendiri."acuh Riska .
"kita ikut."serempak keduanya.
eyang Wijaya dan oma fily hanya menggelengkan kepalanya mendengar suara berisik itu dari tadi subuh.
"pasti akan sepi jika Riska pergi ."ucap eyang yang diangguki Oma namun Oma menggelengkan kepalanya kecil setelah mengangguk.
kembali dengan Riska dia sedang mengambil paperbag untuk dibawa . Wiliam dan Reyhan mendengus bersamaan. ini pertama kali nya bagi mereka berdua kesebuah pasar yang bernama 'PASAR'.
seumur hidup Wiliam ini pertama kalinya Wiliam menapak ke pasar .
Riska berjalan mendahului kedua pria yang sedang mendengus ,dan seketika melihat Riska berjalan keduanya ikut membuntut.
"kenapa Rey tidak tinggal saja dirumah?."tanya Wiliam .
"tidak mau ."jawab Reyhan singkat lalu masuk kedalam mobil milik eyang Wijaya.
"Rey kamu salah masuk mobil!."ucap Riska dengan sedikit berteriak saat setengah badannya berada di dalam mobil milik nya.
"begitukah?."gumam Reyhan lalu turun dari mobil.
__ADS_1
"jangan mentertawakan ku yah."ucap Reyhan menatap ayahnya yang sedang menatap dirinya .
"tidak minat ayah mentertawakan mu Rey."jawab Wiliam santai.
mereka masuk kedalam mobil milik Riska yang dibelikan saat Riska mendapatkan gelar sarjana S1 manajemen bisnis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
didalam mobil nampak hening tak ada suara apapun kecuali suara ketikan hp yang diperbuat oleh Riska yang asik scroll Instragr*m.
didepan tepatnya dikursi pengemudi terlihat sopir tersebut sedikit canggung, sopir bernama lengkap Dedeh W itu menatap satu keluarga yang sedang menutup rapat mulut mereka, tulang Dedeh terasa tertusuk es rasanya, 'dingin' padahal AC mobil tidak sedingin itu ,namun Dedeh mencoba tenang dan melanjutkan menyetir.
hingga mobil itu sampai pada sebuah pasar tradisional yang, ya begitulah.
(tau lah keadaan pasar ,yang sering kepasar pasti tau.)
"ibu yakin ?."tanya Reyhan menatap sekeliling pasar dari kaca mobil.
"iya ,ayo turun atau kalian tunggu saja disini."ucap Riska santai lalu turun dari mobil. kini Reyhan dan Wiliam kembali bertatap muka . mereka langsung turun dari mobil setelah memutuskan tatapan mata serta muka .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"berapa sekilo bang ?."tanya Riska dengan tangan sibuk memiliki kangkung. Reyhan dan Wiliam hanya membiarkan Riska memilih apa yang dimau walupun ada rasa tak suka dihati mereka berdua saat menginjakkan kaki di pasar.
"190 ribu sekilo neng."jawabnya ,Wiliam mengerutkan keningnya,apanya yang mahal ? itu yang terlintas dibenak wiliam.
"ya udah beli sekilo aja bang ,sama ini ."ucap Riska menyerahkan kangkung dan bayam yang sudah dipilih.
"totalnya 205.000ribu neng."ucap nya lalu memberikan paperbag milik Riska yang sudah dipenuhi kangkung dan bayam .
"ini bang kembalian nya ambil aja ."ucap Riska memberikan 3 lembar uang bermata uang rupiah berwarna merah .
"makasih atuh neng."ucapnya .
sepanjang Riska berjalan dan membeli di dalam pasar tak ada yang mengenalinya karena setengah muka Riska tertutup masker berwarna hitam .
1 jam berlalu hingga ketiganya keluar dari pasar ,ketiganya langsung masuk kedalam mobil . Reyhan,Wiliam serta Riska membuka masker nya lalu membuang nya ketong sampah mini yang berada didalam mobil.
mereka memutuskan untuk pergi ke supermarket untuk membeli beberapa bahan yang tidak ada dipasar.
__ADS_1
saat sedang mengambil beberapa sereal impor tiba tiba ada seorang yang menabrak Riska .
"maaf aunty."ucap seorang bocah yang mungkin berusia 9 atau 10 tahunnan.
"tidak apa ."ucap Riska membantu bocah tersebut berdiri.
"maaf kan anak saya nona."ucap seorang wanita peruh baya yang begitu muda dan anggun berjongkok membantu anaknya berdiri.
"ibu ayu."ucap Riska tersenyum menatap siapa wanita paruh baya cantik dihadapan nya.
wanita paruh baya tersebut mengangkat kepalanya setelah membenarkan baju anaknya yang berantakan.
"nona Riska."ucap wanita itu yang dipanggil ibu ayu.
(ayooooo siapa yang inget sama ibu ayuu hayo siapa yang masih inget??,inget ga?😄)
"ada apa sayang?."tanya Wiliam yang baru datang dengan Reyhan yang membawa sepak susu kotak berwarna pink .
"Tante ."ucap Wiliam melihat ibu ayu yang sedang tersenyum anggun kearah Reyhan .
"ah Wiliam ."ucapnya . Wiliam mendekat lalu menyalimi ibu ayu tersebut.
"apa kabar mu?."tanya ibu ayu mengelus rambut Wiliam.
"baik tente."jawab Wiliam. ibu ayu mengarahkan pandangannya kearah Reyhan .
"Reyhan sudah besar."ucap ibu ayu ,Reyhan mendekat dan meyalimi ibu ayu sama halnya dengan Wiliam.
"ada apa mah?."tanya seorang dari belakang ibu ayu. Wiliam menatap siapa pria tersebut
"ayah."ucap Wiliam lirih melihat ayah kandung nya.
_______
#typo bertebaran
#tanda baca acak acak
#alur berantakan.
__ADS_1
makasih yang udah mampir semua 😚😚😚