My Baby Reyhan

My Baby Reyhan
153.


__ADS_3

beberapa bulan berlalu Reyhan lebih banyak bersikap dingin seperti biasa dia memang begitu ,sekarang Kanaya tau jika sifat Reyhan hanya memang begitu.


kandungan Riska sudah menginjak usia 9 bulan dan disaat itu posesif Wiliam bertambah .


"Rey."panggil Kanaya mendekat terlihat tangan mungil Kanaya mendekap beberapa buku,Reyhan yang tau mengagguk .


pagi ini adalah jadwal kelas privat ,guru Kanaya dan guru Reyhan tentu berbeda, Kanaya menatap Reyhan dia hanya menghela nafas kasar ,setelah kepulangan dari rumah sakit Kanaya mencoba membuat hati Reyhan itu meleleh menjadi hangat tapi entah mengapa tidak bisa .


flashback.


Reyhan keluar dari kamar Kanaya saat sudah merasa Kanaya tidak memperlukan apa apa,Reyhan acuh dia bisa menerima Kanaya tapi dia tidak bisa merubah sifatnya begitu saja.


Kanaya menatap pintu yang tertutup ,dia beralih menatap kursi roda yang tak jauh dari situ.


"apakah sifatnya memang seperti itu?"Kanaya bertanya sendiri .


Kanaya melakukan sesi tanya jawab sendiri dengan dirinya dia duduk temerung tangannya diam diletakkan diatas paha ,hatinya bertanya dan hatinya pun menjawab keningnya beberapa kali mengerut.


"ya ku coba."Kanaya tersenyum setelah berkata tersebut,dia melihat tampilan dirinya di pantulan kaca yang tak jauh dari tempat tidur nya.


menatap lama wajahnya.


"wajahku cantik ya?"Kanaya bertanya sendiri dia mengelus pipinya sendiri seperti itu .


Reyhan menatap ibunya yang berada dihadapan nya pasti dirinya akan disidang setelah ini ,apakah perkataan nya tadi pada sang kakak ketahuan ,tidak mungkin.


"ibu bilang jangan berkata pedas Rey."perkataan dengan penekanan terdengar jelas ditelinga Reyhan .


Reyhan sudah menduga .


tapi bagaimana ibunya tau?


bukan kah ibunya berada di dapur tadi ,Reyhan lengah sampai tidak menyadari ibunya mengikuti dan membuntuti.


sidang dikamar berwarna hitam milik Reyhan terjadi .beberapa kali Riska berbicara dan tentu dengan senang hati Reyhan mendengar nya .


"tapi aku tidak bisa merubah sikap dingin ku Bu."rengek Reyhan , rengekan itu hanya bisa dilihat dan didengar oleh riska .


"ibu hanya minta jangan berkata cabe lagi ."ucap Riska dia menghembuskan nafas kasar ,Riska menjatuhkan bokong nya di atas kasur dan terduduk disitu.

__ADS_1


"akan ku coba dan aku tidak bisa berjanji."Reyhan ikut duduk disamping ibunya lalu menempel .


"ibu maafkan Rey ,ibu..."dia kembali merebak seperti bayi ,Riska mendiamkan nya sejenak .


"ibu...."rengekan Reyhan kembali terdengar ,Riska menatap Reyhan dia tersenyum.


"jangan lakukan lagi."ucap Riska, Reyhan mengagguk walupun tidak yakin 100% .


hari hari berikutnya Kanaya mulai membaik dia mencoba mendekati Reyhan kanaya bisa merasakan jika mulut pedas Reyhan sudah tidak kambuh apakah sudah pensi? Naya tidak tau tapi bukan kah itu bagus Kanaya tidak harus mendengarkan ucapan menyakitkan tersebut namun sikap Reyhan masih sama dingin, datar, cuek bebek kecuali ada maunya dia sedikit manis .


"Rey ."panggil Kanaya dia duduk disamping Reyhan tangan Kanaya meletakan bungkus donat dihadapan Reyhan.


Reyhan diam tidak menjawab dia hanya memalingkan wajahnya sudah biasa toh.


"mau?"tanya Kanaya mengeluarkan donat berwarna pink dengan taburan meses serta krim .


Reyhan menggeleng pelan .


"boleh menjauh aku risih."Reyhan berucap Kanaya menatap Reyhan dengan getir tapi dia mengangguk ,Reyhan jujur dia risih berdekatan dengan manusia berjenis kelamin perempuan kecuali ibu nya.


"kamu mau ,ini enak dari uncle Nathan."Kanaya menggeser tubuhnya dia menunjukan donat donat cantik yang berada dibungkudan yang sudah dibukan .


"aku tidak suka."jawab Reyhan jujur.


"oh baiklah ."


Dan begitulah seterusnya hari hari Kanaya bisa dibilang sama namun bagi Kanaya ini berbeda,Reyhan sudah tidak berkata pedas lagi padanya bukan kah itu baik? tapi Kanaya juga ingin dekat dengan adiknya namun adiknya ya adiknya begitu sifatnya tidak suka berdekatan walupun kadang kadang Kanaya merasakan Reyhan hangat walupun hanya perilaku kecil.


flashback selesai kembali kesini.


Reyhan dan Kanaya memasuki sebuah ruangan keduanya memasuki ruangan berbeda ,Reyhan meletakan buku bukunya dia menatap guru privat yang baru 1 Minggu mengajarnya ya guru privat Reyhan ganti.


Reyhan menatap datar dia berucap


"pagi miss."itu kata yang keluar dari bibir reyhan.


"pagi ,Reyhan."jawabnya hangat ,ahrggggg kenapa ayahnya memilihkan guru privat perempuan lagi?


dia tidak suka sepesies perempuan selain ibunya entah mengapa dia risih namun percaya atau tidak dia masih normal.

__ADS_1


sedangkan Kanaya dia tersenyum melihat guru privat nya yang tidak pernah ganti wanita cantik bernama Lea yang menjadi guru privat Kanaya sangat ramah dan sabar itu membuat Kanaya suka padanya dan merasa nyaman diajar oleh guru tersebut.


keadaan berbeda-beda


keduanya melakukan kelas privat masing masing ,hingga semaunya selesai keduanya juga keluar dari ruangan bersama sama terlihat dari pandangan Reyhan Kanaya sangat bahagia setiap selesai kelas privat.


"kenapa dengan dirimu?"tanya Reyhan menerima pulpen dengan harga fantastis yang dipinjam Kanaya dari nya .


sekitar 120 juta jika dirupiahkan tapi itu seolah pulen seharga 12 ribu bagi reyhan murah.


"aku bahagia miss Lea mengajarkan ku tentang hewan dia sangat ramah aku suka."Kanaya menceritakan nya pada Reyhan ,Reyhan menatap datar Kanaya lalu mengagguk kecil.


"tidak ada ekspresi lain kah?"gumam Kanaya ,Reyhan menatap kenaya lalu tersenyum kecil.


"aku pergi kerjakan tugasmu."ucap Reyhan pergi dia memegang ipednya serta pulpen bertinta hitam secara bersamaan .


Kanaya memandang punggung Reyhan yang menjauh dia tersenyum diam diam hingga suara familiar membuat dirinya melunturkan senyuman tersebut .


"hai Naya."ucapan familiar terdengar Kanaya menatap seorang itu dia nathan berulah.


"halo om nathan"Kanaya kembali menyapa .


"udah selesai?"tanya Nathan, Kanaya mengagguk sebagai jawaban , Kanaya sudah terbiasa akan kehadiran uncel tampan disampingnya selain disampainya dia juga sudah sering melihat uncle satunya itu yang seperti orang orang sipit seperti tokoh drama yang ibunya sering tonton.


"nih lihat uncel bawa apa?,nih buat naya pulpen ."Natha memberikan bungkusan panjang Kanaya menerima dengan senang hati uncle disampainya baik sekali setiap mengunjungi dirinya pasti membawa hadiah .


Kanaya tidak tau ada minat lain.


"uncle mau main sama Naya?"tanya Kanaya Nathan tersenyum manis lalu menyeimbangkan tingginya dia mengelus rambut pirang Kanaya dan mengagguk.


"jangan macem macem kamu Nat."suara teguran terdengar Nathan memalingkan wajahnya menatap riska yang sudah bersedekap dada dia menatap garang Nathan.


"aku tidak macam macam ris."ucap Nathan mengacungkan dua jarinya dia sedikit menjauh dari bumil itu Riska makin hari makin posesif pada anaknya .


___________


#typo bertebaran


#tanda baca acak acak

__ADS_1


#alur berantakan


__ADS_2