My Baby Reyhan

My Baby Reyhan
137.kenapa?


__ADS_3

sepeninggal dokter yang keluar dari ruang ugd .Riska menarik nafas dalam dia menatap Reyhan yang sedang menunduk mengusap wajahnya kasar .


"Rey."panggil Riska.


"ibu duluan ,Rey disini dulu."ucap Reyhan tersenyum kecut menatap ibunya(Riska).


Riska mengagguk dia berjalan masuk kedalam ruang UGD pandangan menatap Kanaya yang sedang tertidur.


matanya terpejam dengan dada kembang-kempis seolah begitu kesulitan mengambil nafas padahal sudah diberi alat bantunya.


Kanaya mencoba bertahan hidup.


Riska berjalan pelan langkah kakinya mendekat kesamping Kanaya, tangannya terulur mengelus rambut pirang keturunan wiliam tersebut.


"Cepet sembuh sayang. " Ucap Riska sandu. wajah pucat , infus ,alat bantu membuat kondisi Kanaya jika dilihat semakin memprihatinkan.


-----


Sedangkan mikey dia bangun tengah malam hanya demi mencari jantung.


Barusan dia ditelepon oleh wiliam dalam kurung waktu 24 jam jika belum menemukan jantung tersebut maka jantungnya gantinya.


Sungguh kejam wiliam jika aslinya.


"Safira!!!. " Teriak mikey dia masuk ke markasnya.


"Iya tuan? " Jawab Safira membungkuk saat berada di samping mikey.


"Kau sudah mendapatkan jantungnya? " Tanya mikey menatap Safira ,Safira menunduk.


Mikey mendesah pelan dia berjalan duduk disofa, pelayan tiba tiba datang memberikan segelas alkohol.

__ADS_1


"Belum tuan, apakah tidak keberatan mengunakan organ yang berada di lemari es? " Tanya Safira mencoba mengusulkan,walupun sebenarnya dengan ragu kini dia was was.


Prangggg


Suara bantingan gelas terdengar, mikey membanting gelas berisi alkohol tersebut dia bangun dari duduknya lalu melangkah.


"Jangan kau sebut lemari es tersebut. " Ucap mikey menatap tajam Safira yang bungkam seribu bahasa bibir nya pun seolah tak bisa bicara.


"Maaf tuan. " Ucap Safira membungkuk.


Mikey pergi dari markas dia masuk ke mobilnya, tak ada cara lain dia harus berhubungan dengan si Casanova pencinta virgin kali ini.


.......


Dirumah sakit Riska masih diam mematung disamping Kanaya, wiliam masuk kedalam ruang ugd dia mendekat kearah Riska.


"Kanaya akan dipindah keruang rawat ." Ucap wiliam tiba tiba, Riska menengok kan wajahnya menatap wiliam.


Namun saat Riska berbicara.


"Anak kita. " Kata yang terngiang di benak wiliam.


Hahaha lucu sekali. Wiliam tak menyangka Riska (istrinya) begitu cepat memaafkan masa lalu, menerima kenyataan begitu cepat .Riska itu seolah ibu yang memungut anak dipinggir jalan.


Seolah hanya memperdulikan anak itu yang memerlukan kasih sayang dan seolah anak itu baru dia temukan dan tak menggores hatinya.


Suasana hening wiliam mendekat kearah Riska, pandangan Riska menatap wajah Kanaya dalam dalam.


"Sayang kamu lihat dia cantik seperti ibunya. " Ucap Riska menatap Kanaya tangannya mengelus rambut pirang Kanaya sang empu pun seolah tak merasa terganggu.


Sedangkan Wiliam tersenyum kecut.

__ADS_1


Bolehkan Riska tak mengungkit masa lalu.


Dia tak mengungkit masa lalu namun mengungkit fakta jika mengunakan logika bukan perasaan.


(Makanya main pake logika jangan perasaan kan sakit hati lu.)


Klek


"Sayang ayo keluar suster sudah datang mereka mau memindahkan Kanaya. " Ucap wiliam saat melihat suster berpakaian putih datang mendekat.


"Hummm." Jawab Riska dengan anggukan patuh.


Sedangkan Reyhan dia menatap pintu UGD dengan kosong.


"Ayo berjuang,kamu bilang ingin aku ajari ngaji. " Ucap Reyhan pelan dia menundukkan kepalanya.


Dia tak tau.


Dia khawatir


Dia tak merasa sudah menerima Kanaya sepenuhnya.


Tapi saat kondisi ini dia seolah sedih.


Kenapa?


_________


#typo bertebaran


#tanda baca acak acak

__ADS_1


#alur berantakan.


__ADS_2