
mikey yang tengah asik berbicara sendiri dengan kejora membuat wiliam dan Riska jengah mereka duduk di kursi yang melingkari meja tanpa ada percakapan kecuali mikey yang berbicara sendiri namun herannya kejora diam tidak merasa terusik dengan suara mikey.
"siapa mempelai wanitanya? " tanya Riska yang penasaran serta membuka percakapan.
"lihat di pojok ruangan paling depan yang menggunakan pakaian pengantin serta bersanding dengan seorang wanita paruh. " jawab mikey tanpa mengalihkan pandangannya dari bayi cantik tersebut dia asik memainkan pipi kejora lalu menciumnya. walupun dilarang oleh wiliam dan Riska namun mikey tetap melakukan nya itu candu, pipi kejora bagaikan kain sutra mahal lembut dan kenyal sekali, mikey suka.
"safira pelayan itu bukan? " tanya Riska menatap wanita cantik di sana setelah mengamati lebih jauh dia tau siapa wanita itu/ingat siapa itu .
"hm jangan membahasnya aku malas. " ucap mikey dengan suara dingin dan dia kembali pada dunianya dengan kejora.
"bisakah kau kembalikan rara kau sudah ditunggu. " ucap wiliam.
"5 menit lagi. "
"berapa kali kau bilang begitu? " tanya heran wiliam.
"hm." jawab mikey dengan acuh. ingin sekali wiliam membuang mikey ke hutan belantara tapi sudah lah.
.
.
"mikey." panggil seorang tak lain sang kakek terlihat kakek nya sudah menunggunya dari kejauhan.
mikey menatap sang kakek dengan anggukan kecil dia masih setia menggendong kejora padahal sendari tadi bukannya wiliam/Riska memintanya tapi dengan ngles 5 menit lagi. pria paruh tersebut berjalan tegas kearah sang cucu beberapa kali dia terlihat membalas sapaan demi sapaan.
__ADS_1
"selamat sore tuan wiliam, nyonya Riska. " sapa seorang pria paruh yang menghampiri mereka terlihat dia menyalami wiliam, setelah menyapa serta menyalimi dia menghampiri mikey.
"mikey cepat acaranya akan dimulai 5 menit lagi. " ucapnya siapa lagi kalo bukan sang kakek menghampiri cucunya itu yang sedang mengendong bayi .
"aku tidak mau menikah. " ucap mikey dia mengesekkan hidungnya dipipi kejora serta mencium pipi kejora. kejora yang dibegitukan diam.
"asataga ya tuhan, cepat. " ucap sang kakek dengan helaan nafas.
"mikey cepatlah biar kejora dengan ku. " ucap Riska bangun dari duduknya dia berjalan anggun ke arah mikey mengambil alih kejora, mikey menatap kejora sedikit kecewa dia ingin menggendong nya lebih lama bahkan jika boleh ingin mengurusnya 24 jam.
"Hai cepat lah. " ucap sang kakek dia tersenyum cangung ke arah wiliam bermuka tembok tersebut. walupun sang kakek tau itu teman cucu nya tapi selalu cangung saat melihat wajah datar nya itu.
"oeeee." kejora kembali berbunyi semua mata mengalih kearah Riska dengan cepat Riska memasukan dot kecil ke arah bibir kejora dia menepuk nepuk bokong nya lalu tersenyum cangung.
mikey bangun dari duduknya dia mendekat kearah Riska dia menunduk lalu mencium pipi kejora.
"hmm, besok uncle ke rumah rara deh main. " ucap mikey namun sebelum itu sang kakek menarik mikey sudah lama para temu menunggu acara ini yang ditunggu malah mengulur waktu.
"bye." ucap mikey sebelumnya pada kejora entah kenapa dengan remaja gila tersebut.
okeh Riska terlihat masih setia menepuk bokong kejora wiliam yang tidak tega mendekat lalu mengelus kejora.
"mau pulang?. " tanya wiliam Riska mengangguk dia juga khawatir dengan anaknya yang dirumah.
wiliam menggangguk.
__ADS_1
"apakah tidak apa? " tanya Riska.
"tidak apa apa."
"hai, Hai nyonya. " ucap seorang dia nathan yang baru datang bersama jo .
"kalian baru datang? " tanya Riska yang mau bersiap pulang.
"iya." jawab diangkat jo.
"kalian mau pulang acara baru saja mau dimulai. " tanya nathan heran.
"ah kalian membawa princess. " ucap nathan mendekat ke arah kejora yang sudah kembali tertidur namun beberapa kali menggeliat tidak nyaman.
"hmm."deheman wiliam membuat jo dan nathan tersenyum canggung.
" kami pulang dulu. "ucap Riska.
" iya hati hati nanti ku sampaikan pada mikey. "ucap jonatan.
.
-------
#typo bertebaran
__ADS_1
#tanda baca acak acak
#alur berantakan