
akun WP: elinnz .
cerita :caline,Axel.
sok mau mampir up sama kalo punya Kouta.
_____________
Riska memandang Kanaya yang hanya menampilkan senyuman kecil ,Riska mengelus rambut Kanaya hingga kamar kembali terbuka melihatkan Wiliam dan afra sidokter yang sebenarnya masih mengantuk .
"Baringkan dia."ucap afra meletakan tas dokternya dia membuka nya lalu mengambil sesuatu.
beberapa menit kemudian
"bawa dia kerumah sakit ,jika tidak nyawanya taruhan nya."ucap afra membuat Kanaya menatap riska yang menatap Afra khawatir .
"apapun lakukan ."ucap Wiliam menatap Afra tajam .
Afra mengagguk ,Riska mengelus rambut rambut Kanaya ,Afra memalingkan wajahnya menatap lama lama Kanaya sungguh rasanya jika dia pria dia ingin seperti Mikey mendaftar menjadi calon menantu.
sungguh bibit Wiliam tak ada duanya.
"Kanaya biar kau yang gendong."ucap Wiliam mengangkat Kanaya .
"sayang aku ikut."ucap Riska ,namun Kanaya menggelengkan kepalanya.
"i--bu...ehmm."belum sempat ucapan Kanaya tuntas jantunnya kembali terasa ditindih batu besar.
"ibu ,ibu dirumah saja biar aku dan ayah yang menangani Kanaya ."ucap Reyhan mereka tentu khawatir pada Riska apalagi Riska tengah hamil namun mereka juga tak kalah khawatir pada kondisi Kanaya yang seolah sudah diambang Kematian.
__ADS_1
Riska tetap Riska yang keras kepala dia tetap kuekueh ikut , bagaimana lagi terpaksa mereka mengijinkan Riska ikut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dirumah sakit Kanaya dimasukkan keugd disitu Afra yang turun tangan sendiri bersama temannya yang juga menjadi dokter.
krek.
Afra keluar dari ruang UGD dia menatap Wiliam ,Wiliam yang tau tatapan sepupunya mengerti dia mengagguk pelan .
"sayang aku ingin bicara dengan Afra sebentar"ucap Wiliam mengecup kening Riska singkat.
Riska mengagguk .
Wiliam berjalan bersamaan dengan Afra ke sebuah ruangan didalam ruangan Afra menatap serius sepupunya.
"dia butuh donor jantung secepat nya paling lambat 1 bulan ."ucap afra .
"secepat nya jantung tersebut ada ."ucap Wiliam dingin menatap Afra namun dia khawatir .
"baik ."
diluar Riska menatap cemas pintu UGD yang tertutup rapat.
didalam UGD seorang dokter tampan sedang menempelkan beberapa alat ke tubuh gadis kecil yang terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit.
dokter tampan tersebut menatap kanaya yang menatap dirinya dari tadi, dokter berada nameteg Arkana itu tersenyum.
"sakit ya?tahan bentar ya bentar lagi ngga bakal sakit lagi kok."ucap dokter Arkana tersenyum sedikit mengelus rambut pirang bocah yang menjadi pasien nya malam ini.
__ADS_1
sungguh jika bocah dihadapan nya sudah berumur 20 tahun mungkin sudah dia pinang dan dia nikahkan wajahnya bak Dewi matanya polos mampu melelahkan hatinya .
anak siapa ini? ingin dia karungi dan dia bawa pulang .
Kanaya mengagguk saat bagian dadanya ditempel entah apa alat itu .
"bisa Ade angkat kepalanya sedikit ?"tanya arkana .
Kanaya menggelengkan pelan, tubuhnya bergerak jantung nya pasti bereaksi .
Arkana faham mengangkat sedikit kepala Kanaya dengan tangan putih kekarnya dia memasangkan alat bantu bernafas atau oksigen gitu entah lah author bukan dokter.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
untuk kedua kali pintu ugd itu terbuka dilihat dokter tampan keluar dari situ wajahnya tanpa ekspresi .
Riska bangun dari duduknya.
"gimana anak saya dok?"tanya riska mata tajam Reyhan menatap dokter tersebut dengan tanda peringatan , Arkana mengerti akan tatapan Reyhan menjawab lewat tatapan.
pandangan nya menatap perut buncitnya Riska .
"pasien sudah baik baik saja namun pasien masih harus berada di ruang UGD ."ucap nya Riska mengagguk faham .
________
#typo bertebaran
#tabda baca acak acak
__ADS_1
#alur berantakan