
.my baby Reyhan.
____
pagi sekitar jam 8 Riska sedang berada didepan cermin ia memoles wajah nya dengan tipis tak lupa ia menggunakan dress berharga jutaan dolar .dress selutut berwarna putih dan sedikit hiasan Mutiara serta beberapa hiasan lain membuat Riska tampak cantik tak lupa Riska menguncir kuda rambut yang lumayan panjangnya.
"sudah siap?."tanya Wiliam entah dari mana ia sudah berada dibelakang Riska . untung jantung Riska kuat dan tak mengidap penyakit jantung jika ia urusan nya bisa berabe.
"astaghfirullah."Riska mengelus dadanya melihat kearah Wiliam yang datang seperti jalangkung.
(btw malem malem ngomongin soal hantu jadi takut merinding mana rumah author Deket kuburan lagi.hahaha lanjut cerita)
"ayo."ucap Wiliam yang sudah nampak gagah dengan style jas hitam nya ya jas seperti biasanya.
"reyhan.?."tanya Riska yang bisa dipahami oleh Wiliam.
"dia akan ikut."ucap singkat Wiliam ya jiwa dinginnya sedang onn mungkin entah lah.
nampak ketiga manusia tersebut sudah berada didepan pintu utama rumah Wiliam ya bertiga Wiliam,Riska,dan Reyhan . oh ya Reyhan memakai pakaian yang menurutnya nyaman dipakai.
ketiganya masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan nampak hening didalam mobil tersebut nampak sopir yang mengendarai mobil bisa memahami kondisi tersebut .
tak lama berada didalam mobil mereka sudah sampai didepan gerbang menjulang tinggi nampak rumah tersebut bertema Eropa .mobil milik Wiliam memasuki gerbang yang bernuansa Eropa tersebut . saat mereka bertiga keluar dari mobil mereka mendapatkan bungkukan badan dari beberapa orang berjajar bukan beberapa lagi namun puluhan orang.
__ADS_1
"ah cucu tengik kau ,bahkan baru ingat jika neneknya mesih hidup dan baru mau mengunjungi nya."ucap seorang paruh baya menghampiri mereka bertiga.
"wah siapa yang kau bawa cucu tengik."tanya wanita perih baya tersebut.
"dia calon istri ku."ucap Wiliam.
"lalu siapa anak itu?"tanya nya.
"dia anakku."jawab santai Wiliam membuat wanita paruh baya tersebut menggelengkan kepalanya.
"masuk lah selagi nenekmu ini mesih membukanya pintu rumahnya untuk mu."ucap nya dia adalah Oma Elia ibu dari ayah tiri Wiliam walaupun begitu Oma Elia selalu menyayangi Wiliam dan Cantika tidak ada yang dibeda bedakan.
"oma apa kabar?."tanya Wiliam duduk dikursi atau sofa berwarna emas yang berada diruang tamu .
"cucu tengik ,bahkan kau baru mananyakan Oma mu ini ."hardiknya.
"Riksa nyonya."jawab Riska sopan.
"panggil Oma saja ya."ucapnya halus.
"muka mu mirip ...."
"Oma jangan bicara macam macam padanya."potong Wiliam membuat omanya tersenyum mengejek.
__ADS_1
"siapa nama mu?."tanya Oma Elia pada Reyhan
"Reyhan."jawabnya singkat.
wah memang ini seratus persen anak Wiliam sikapnya saja sudah berturun pada sang anaknya .wajahnya bahkan mirip Wiliam kecil.
nampak Oma Elia tersenyum mendapatkan jawab singkat tersebut. pandangannya beralihkan pada Wiliam dan Riska yang sama sama diam.
"kalian akan menikah kapan ?."tanya Oma Elia.
"besok."jawab Wiliam singkat padat dan jelas.
"jadi kedatangan mu kesini mau apa?."tanya Oma Elia.
"meminta restu pada omaku tersayang."jawab Wiliam.
"ck ck ck,ingin meminta restu pada ibumu ."ketus Oma Elia.
"emang salah meminta restu pada Oma sendiri?."tanya Wiliam.
"tidak sih."pikir Oma Elia.
"sudahlah ayo tamani Oma kalian yang sudah tua ini untuk sarapan."ucap Oma Elia lalu berdiri berjalan menuju ruang makan
__ADS_1
_____
#typo bertebaran tanda baca acak acakan alur berantakan.