
pada jam 15:51 atau jam 4 sore kurang 9 menit waktu setempat.
Reyhan ,Riska dan Wiliam sedang memutari halaman belakang itu Riska yang meminta. wanita pms itu hampir sama seperti wanita hamil jadi jika para wanita pms meminta sesuatu sepatutnya harus dituruti atau kena amuk gantinya.
terlihat mereka bertiga berhenti di gerbang belakang .Wiliam menengok kearah Reyhan sedangkan Reyhan menengok kearah Riska.
"aku ingin lihat."ucap Riska .sedangkan Wiliam dan Reyhan menghela nafas berat.
"apa ?."sinis Riska langsung mendapat gelengan kepala oleh anak dan ayah .
"baik ."ucap Wiliam membuka gerbang belakang. pemandangan indah terlihat didepan mata sebuah danau buatan dan ada jurang serta taman yang asri . Reyhan melihat jurang yang tak cukup dalam itu ,ia tau jurang itu dibuat untuk panjat tebing . jika dikira kira dalam nya cuma 30 meter .
"mau kebawah?."tanya Wiliam kepada Reyhan yang sendari tadi melihat kearah jurang . Reyhan yang merasa ditanya mengagguk .
"aku tunggu di taman."ucap Riska menunjuk taman tak jauh dari situ.
"yakin tak ingin ikut kebawah lebih bagus."ucap Wiliam pada Riska . Riska yang mendengar itu menyetujui akhirnya Riska memutus kan untuk ikut .
mereka menggunakan lift yang sudah didesain disitu . Riska baru tau jika rumah Wiliam ada seperti ini.
tak selang beberapa detik lift berhenti bertanda sudah sampai tujuan . pintu lift secara otomatis terbuka .ketiganya keluar dan benar saja pemandangan nya bagus sekali ada taman juga dibawah dan sebuah gubuk kecil di sana .
"mau mencoba ?."tanya wiliam pada Reyhan yang masih melihat arena panjat tebing buatan dihadapannya.
"apakah boleh?"tanya Reyhan berharap.
"bo..."
"tidak boleh."santai Riska memotong omongan suaminya dan melihat kearah Reyhan . Reyhan yang mendapat kan jawaban itu menghela nafas berat .ia ingin sekali.
"kumohon."bujuk Reyhan pada ibunya yang mesih setia menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"ijinkan lagi pula tak berbahaya ris."akhirnya Wiliam berbicara. Riska melihat kearah tebing yang lumayan tinggi sekitar 30 meter.
"dari mananya tak berbahaya?kalo jatuh bagaimana? "hardik riska ,tangan Wiliam menujukan sesuatu.
"baiklah aku bolehkan tapi awas jika sampai terluka."ucap Riska akhirnya memperbolehkan.
Wiliam tadi menunjukan matras yang lumayan tebal jadi jika jatuh tak berbahaya. sedangkan Reyhan tersenyum akhirnya ibunya memperoleh kannya.
Wiliam membantu reyhan untuk memasangkan pengaman/ alat bantu ditubuhnya lalu membiarkan anaknya memanjat tebing yang cukup tinggi sebenarnya tebing itu sering sekali digunakan sewaktu masa masa Wiliam sekolah menengah atas ia sering kali memanjat tebing itu dengan teman teman nya dan dengan awalan taruhan.
Riska duduk di kursi taman melihat anaknya yang memanjat dengan susah payah dan berakhir terjatuh kematras ,Reyhan anaknya tak pantang menyerah mencoba lagi dan lagi namun apa ia selalu terjatuh dan kali ini ia menyerahkan.
"sudah?."tanya wiliam pada anaknya yang mandi keringat.
"sudah ,ada wahana lain?."tanya Reyhan mencoba hangat pada ayahnya .
Wiliam mengagguk lalu menunjukan sesuatu. Reyhan mendengus melihatnya, itu ayunan di taman belakang pun ada .
"bagaimana mau mencoba?."tanya wiliam pada anaknya Reyhan menggelengkan kepalanya bertanda tidak Wiliam hanya mengangguk paham.
"ada pemandian air panas mau mencoba?."tanya wiliam .
"tidak, ayo pulang sudah sore dan sudah mau magrib ."ucap Riska dan akhirnya dituruti.
saat sudah diatas Reyhan mencoba menerobos tali tali penghalang arena panjat tebing.
"Rey apa yang kamu lakukan ?!kemari itu berbahaya."teriak riska. Reyhan hanya menyengir .
"baik Bu."ucap Reyhan namun saat ingin kembali kakinya terpeleset ,alhasil ia jatuh kebawah Wiliam yang melihat itu langsung ikut menerobos tali penghalang dan melompat kebawah .
sedangkan reyhan sedang menutup mata rapat rapat berharap rasa sakitnya tak timbul.
__ADS_1
1 detik
2 detik
3 detik.
tak kunjung rasa sakit itu Reyhan akhirnya membuka matanya pertama kali yang dilihat adalah ayahnya ,ia menimpa tubuh sang ayah Reyhan mencoba bangun dari tubuh sang ayah . sama halnya dengan Wiliam yang sedang bangun dari tidurnya mengusap pelan punggung nya yang terasa sedikit nyeri . itu tidak sakit karena terjatuh diatas matras.
"ayah tak apa apa?."tanya Reyhan takut.
Wiliam menghela nafas lalu sedikit tersenyum.
"tidak ayo keatas ibu sudah menunggu."ucap Wiliam mengelus rambut sang anak . Reyhan bernafas lega .
"terimakasih."ucap Reyhan ,wilaim hanya tersenyum.
saat berada diatas Riska memutar tubuh sang anak dan suaminya memastikan Tak ada yang terluka.
"astaghfirullah kalian ini ."dengan sabar Riska berucap.
"kenapa?."tanya wiliam tak peka.
dan jadilah penceramahhan 7 hari 7 malam . dengan penceramahnya bernama Riska .
__________
#typo bertebaran
#tanda baca acak acak.
#alur berantakan
__ADS_1
#cerita belepotan.