
pagi cerah ,samar samar cahaya masuk kedalam celah celah hordeng berwarna putih dikamar Wiliam .Wiliam membuka kelopak matanya .netra nya menangkap punggung berwarna kuning langsat tampa sehelai benang .
Wiliam tak meminta nya ,Riska yang memulai. bisa dibilang begitu.
Wiliam bangun dari tidur nya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"emmm."lenguhan Riska .
Riska duduk di tengah ranjang seperti biasa ketika bangun tidur . mencoba mengumpulkan nyawa agar kesadaran nya pulih semula .
"mandi dulu Riska."perintah suara berat .Riska menghentikan tangannya yang ingin mengambil hp.ia menatap Wiliam dari atas hingga bawah . Wiliam sudah menggunakan baju santai berupa kaos berwarna hitam polos berlengan pendek dan celana kolor berwarna putih biru.
"hmm."jawab Riska mengagguk lalu mengambil hpnya untuk mengecek jam berapa.
'kesiangan ' itu yang Riska batin ia melihat sudah jam 11:11. di hp nya ia tak pernah tertidur sampai sesiang ini.
'apakah aku harus membelikan jam yang lebih besar?.'batin wiliam. pasalnya tepat didinding yang menghadap kearah kasur sudah ada jam yang lumayan besar .
Riska mengumpulkan nyawanya lalu merasa kulitnya agak sedikit aneh ,Riska menundukkan kepalanya dan melihat badannya.
"astaghfirullah,kyaaaaaaa!!!!!!"teriak Riska membuat gendangan telinga milik Wiliam hampir pecah.
"ada apa Riska?."tanya Wiliam yang sedang meminum air yang ia ambil dari kulkas mini yang berada dikamar .
"mesum!!!."
pluk
bantal mendarat sempurna dimuka Wiliam .Wiliam yang sedang minum menyemburkan air nya.
__ADS_1
Riska berlari menuju kamar mandi
brak.
(pintu kamar mandi tertutup kencang)
"apa salah ku ?."ucap Wiliam lalu meletakan bantalnya keatas kasur dan botol minumnya ia taruh di atas meja disamping kasur.
Riska menatap tubuhnya dari atas hingga bawah ,kenapa ? ini terjadi? apakah dia melakukan nya? pertanyaan yang muncul dibenak Riska,namun ia mengingat bayangkan samar samar tadi malam. mata Riska membulat ia beberapa kali menepuk jidatnya .
huh' biarkan berlalu namun tak bisa dilupakan.
Riska melakukan mandi besar / membersihkan badan setelah hubungan itu. Riska keluar dari kamar mandi menuju ruang ganti ia memakai baju seperti biasa hanya celana panjang diatas mata kaki dan baju berbentuk kaos berlengan pendek .walupun sederhana harganya tidak sesederhana itu.
baju Riska yang berada diruang ganti, lebih tepatnya lemari yang berada diruang ganti itu mesih banyak yang berlebel. apalagi baju baju pesta Riska tak pernah memakai nya .untuk apa? pikir Riska ia sendiri tak pernah mengunjungi pesta.
Riska temerung entah berapa lama ia menatap mukanya dikaca.
"astaghfirullah."ucap Riska mengelus dadanya pelan .lalu membalikan badannya kearah Wiliam.
"kamu tau artinya?."tanya balik Riska Wiliam mengagguk singkat berati ia paham .
"kamu bisa solat?."tanya Riska lagi.
"ayo solat berjamaah, udah azan Dzuhur."ajak Wiliam mencoba menjadi iman yang baik bagi keluarga nya . ia akan mencoba walupun baru memahami artikel Islam lewat buku, internet atau lain sebagainya.
"dari mana kamu tau udah Dzuhur?."tanya Riska mencoba melihat Wiliam. Wiliam menyerahkan hpnya yang sudah jam 13:02.(kalo ga salah itu Dzuhur diamerika .)
Riska sekarang mencoba mencair saat berada dihadapannya suaminya.ia mencoba untuk tak terlalu kaku bagaimana pun dihadapan nya adalah suaminya yang harus ia hormatti.
__ADS_1
"udah Dzuhur kan? ajak Reyhan untuk sekalian kita solat ..."
"berjamaah."sambung Riska saat Wiliam menghentikan perkataannya.
"ya ajak dia."ucap Wiliam.
Riska tersenyum lalu kekamar Reyhan
tok
tok
Riska masuk kedalam kamar milik Reyhan .reyhan nampak sedang fokus dengan buku ,penggaris ,jangkar, pensil ,penghapus dll.
"Rey solat yuk."ajak Riska, Reyhan mengagguk lalu membereskan alat alat gambarnya.
riska menarik tangan Reyhan untuk kekamarnya. Reyhan bingung tapi menurut.
sekarang Reyhan tau ia diajak solat berjamaah rasanya ia menjadi seorang anak yang memiliki keluarga utuh.
_____
#alur berantakan
#typo bertebaran
#tanda baca acak acak.
#mesih belepotan tulisannya.
__ADS_1
ππ