My Baby Reyhan

My Baby Reyhan
097.makan malam.


__ADS_3

"Sayang tadi ada seorang yang membawakan baju ini. " Ucap Riska memperlihat kan kotak box yang berukuran sedang.


"dari margo? " Tanya wiliam yang diangguki Riska.


"Itu baju yang dipesan oleh ku. " Sambung wiliam lagi.


"Aku ingin mandi" Ucap Riska.


"Mandi bareng. "Cegat wiliam, Riska menggeleng kepalanya.


" Tak ada penolakan. "Ucap wiliam menggered Riska lembut. Riska hanya mampu menerima kalakuan suami bule mesumnya itu.


Selesai mandi berpakaian .


Tok


Tok


Riska berjalan kearah pintu lalu membuka pintu Terlihat seorang pelayan perempuan tersenyum.


" Nona makan malam telah siap, tuan dan nyonya sudah menunggu dibawah. "Ucapnya sopan. Riska mengangguk pelayan tersebut permisi dari hadapan Riska setelah mendapat kan anggukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Makan malam itu hening hanya terdengar suara dentingan sendok.


Reyhan menatap anggota keluarga besar dari ibunya yang berwibawa sama seperti keluarga ayahnya.


Reyhan kembali mengalihkan pandangan nya kearah makanan, ia memfokuskan terhadap makanannya saat ini.


Selesai akan makan malam tersebut mereka bubar masing masing. Reyhan yang duduk di taman belakang bersama nyamuk, wiliam yang mengobrol tentang bisnis bersama eyang Wijaya dan Riska yang sedang berbincang dengan oma.


"Apakah kalian tidak ingin memprogram anak lagi?. " Tanya oma.


"Lagi pula Reyhan sudah besar. " Sambung oma lagi dengan muka berfikir..

__ADS_1


"Aku sedang mengandung oma. " Ucap Riska dengan nada sedikit canggung.


"Benarkah?. " Binar oma menatap perut Riska yang masih terlihat datar.


"Iya dia baru 2 minggu. " Ucap Riska memperlihatkan dua jarinya.


"Mereka kembar 3." Jelas Riska yang melihat oma nya sendiri tadi menatap perut nya.


"Wah, ternyata suamimu hebat membuat anak. " Bangga oma membuat Riska menunduk malu karna oma memuji suami mesumnya itu.


"Oh ya Reyhan tidur sendiri?. " Tanya oma pada cucunya.


"Iya dia sudah terbiasa dan sudah tidak mau ditemani tidur. " Ucap Riska.


"Dan dilihat dari kepribadian nya dia anti wanita, dingin, tak banyak bicara, mukanya pun sama dinginnya, persis suamimu. " Ucap oma fily dengan cekikikan. Riska mengangguk memang kenyataan toh..


______


Plak


Plak.


"Maaf Den, sebaiknya jangan duduk disini karna banyak nyamuk. " Ucap seorang pria dengan kumis berbadan kurus yang sedang berbicara dengan reyhan.


"Kalo dikasih obat nyamuk, nyamuknya tetap bakal dateng, mereka udah kebal den. " Sambungnya lagi


Reyhan menatap pria berkumis tersebut dengan mengerutkan keningnya. Sedikit paham akan bicara pria dihadapan nya ,ia mengangguk, ia bangun dari duduknya lalu melangkah masuk kedalam ruang makan dan duduk dikursi yang berhadapan dengan meja makan. Reyhan kembali membuka laptop nya dan menyalakan nya.


"Ku rasa pengacau itu juga berada di Indonesia. " Gumam Reyhan menatap serius leptop di depan nya.


"Bocah itu sangat pintar ya. " Gosip salah satu pelayan.


Pluk


"Ya Iya lah anak buk boss,orang bapak sama emak nya pinter . " Jawab seorang disamping pelayan yang berstatus temannya tersebut dengan awalan memukul lengan .

__ADS_1


"Emang anak boss riska?. "


Plak


Plak.


"Jangan menggosip mau dipecat kalian?. " Garang seorang memukul mereka dengan keplakkan, membuat kedua pelayan tersebut meringis,dan pergi melanjutkan pekerjaan mereka masing masing.


Reyhan menatap jengah para penggosip tersebut, ia melanjutkan Akan mencari informasi yang perlu ia dapat kan.


Seorang pelayan mendatangi Reyhan lalu berucap sopan.


"Apakah tuan muda ingin memakan sesuatu?. " Tanya nya. Membuat Reyhan kembali mengerutkan keningnya.


"Maaf aku tidak bisa bahasa Indonesia. " Ucap Reyhan dengan bahasa Inggris tak lupa ia berbicara dengan mimik muka batunya.


"Ah, sorry." Ucapnya.


"Apakah tuan muda ingin memakan sesuatu?. " Tanyanya kali ini dengan bahasa Inggris acak kadul.


Reyhan mengangkat sedikit alisnya, ia sedikit mahami pelayanan dihadapannya.


"Tidak terimakasih. " Jawab Reyhan, pelayan tersebut membungkuk sedikit lalu berpamitan untuk undur diri.


______


"Kudengar perusahaan Mr. Zidan juga berada dibawah genggaman mu?. " Tanya eyang Wijaya pada menantunya.


"Bisa dibilang seperti itu, kami saling menjalani kerja sama. " Jawab wiliam, membuat eyang Wijaya menangguk faham. Ia semakin bangga mendapat kan menantu seperti wiliam.


Perbincangan mereka berhenti saat sudah larut malam. Semuanya masuk kekamar masing masing untuk mengistirahatkan diri.


Riska merebahkan tubuhnya diatas kasur yang bersepry putih diikuti wiliam yang langsung memeluk Riska.


"Sayang." Bisik wiliam.

__ADS_1


"Malam ini aku lelah. " Ucap Riska memejamkan matanya ia tentu tau akan kode panggilan wiliam.


__ADS_2