
"aku.."
"aku tidak bisa ."lirih wiliam.riska menatap mata biru Wiliam yang menatapnya kosong pasti ada alasan kuat yang membuat Wiliam tak bisa keluar dari dunia gelap tersebut.
"jika tidak bisa ,tolong jangan pernah membunuh lagi ,ku mohon."ucap Riska menatap Wiliam .
Wiliam menghela nafas.
"aku tidak janji."jawab Wiliam.
Riska mengelus rahang tegas suaminya lalu mengecup singkat.
"tapi berusahalah jangan pernah membunuh "ucap Riska, Wiliam tersenyum lalu mengagguk ,Riska tak mau memaksa Wiliam untuk menceritakan alasannya .
dia keras kepala tapi tidak pemaksa.
Riska tersenyum lalu mencoba turun dari pangkuan suaminya namun Wiliam menahan dia memeluk riska dari belakang, menenggelamkan kepalanya ditengkuk menghirup aroma vanila tercampur mawar yang menenangkan .
"sayang."panggil Wiliam .
"ya?"
tak ada jawaban Wiliam hanya diam masih menghirup aroma tubuh istrinya .
"tidurlah, ini sudah malam."ucap Wiliam mengelus puncak rambut riska ,Riska mengagguk .
"aku menyusul setelah menyelesaikan ini ."ucap Wiliam tersenyum ,Riska kembali menaggguk .
__ADS_1
Riska berjalan keluar dari ruang kerja suaminya di berlahan kearah kasur dan merebahkan tubuhnya disitu tangannya mengelus perutnya tak selang lama matanya tertutup dan tertidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dikamar Kanaya
Kanaya bangun dari tidurnya tujuan utamanya hanya ingin kencing (pipis atau buang air kecil),dia bangun dari tidur nya, berjalan masuk kamar mandi menuntaskan sesuatu.
cklek.
terlihat Kanaya keluar dari kamar mandi dia merapihkan baju tidur bergambar kuda poni berwarna pink ,saat ingin berjalan keranjang tidurnya tiba tiba rasa sakit serta nyeri menyerang.
"ahk!!!!."teriak Kanaya dia terduduk dilantai tangannya memegang dada kiri ,mencengkram kuat baju tidurnya. dia melirik kearah jam didinding yang menunjukkan jam 2 pagi.
"tolong."lirih kanaya nafasnya terasa berat dadanya sesak seolah ditindih benda besar. Kanaya berharap ada yang menolong nya walupun dia tau ini tengah malam ditambah lagi kamarnya yang kedap suara.
brak.
"minum obatnya."perintah Reyhan memasukan obat kemulut kanaya.
"kunyah."
"abaykan rasa pahit nya naya!."perintah Reyhan Kanaya menurut lalu mengunyah dan menelan obatnya ,Reyhan menarik kenaya dia tidak bisa mengendong Kanaya yang beratnya hampir menyamai dirinya .
"tidur disitu .aku akan memanggil dokter Afra jangan buat keributan ."ucap Reyhan namun pintu kembali terbuka .
flashback onn Riska.
__ADS_1
"huh.huh."
Riska bangun dari tidurnya dia terduduk pandangan nya menatap Wiliam yang tertidur disampingnya . pandangannya teralihkan menatap jam dinding yang menunjukkan jam 2 pagi .
"deg,Kanaya!."panggil Riska jantung seolah berhenti berdetak rasa tak karuan ,Riska rasakan saat mengigat Kanaya .
"kenapa sayang?"tanya Wiliam bangun dari tidur nya dia menatap riska .
Riska turun dari kasur menarik tangan Wiliam.
"ayo kekamar Kanaya ,dia tidak baik baik saja."ucap Riska perasaan nya tidak enak kali ini.tangannya menarik paksa Wiliam ,Wiliam menurut jantung merasakan hal yang sama.
flashback off.
"ibu ayah."panggil Reyhan tersentak.
kanaya mencoba menormalkan rasa sakit namun kali ini tidak bisa walupun efek obat yang diberikan Reyhan bisa mengurangkan rasa sakit dijantung nya.
"sayang kamu kenapa ?mana yang sakit?"tanya riska ,Wiliam menelepon seorang tak lain Afra.
"sial Wiliam ,ini jam 2 pagi meminta ku pergi ke rumahnya."umpat Seorang di sebrang sana yang sedang berlari masuk ke mobilnya.
_______________
#typo bertebaran
#tanda baca acak acak
__ADS_1
#alur berantakan.
bentar lagi ending gays ngga nyangka tinggal nunggu beberapa episode lagi.