
"huh.
"huh'
"huh'
"ada apa?."heran Wiliam melihat Nathan yang berkeringat seperti seorang yang lari maraton dengan kecepatan seorang yang lari sprint.
"istri dan anakmu diculik Josen."ucap Nathan dengan nafas tersengal senggal.
"brak.
"bagaimana itu terjadi!!!!."ucap Wiliam dengan tangan menggebrak meja kerjanya.
"aku tidak tau ,ini diluar dugaan."ucap Nathan yang sedang mengatur nafasnya.
"bukankah satu tahun lagi?"tanya Wiliam menatap Nathan.
"aku juga tidak tau."jawab Nathan atas pertanyaan Wiliam.
"bagaimana sistem keamanan "tanya Wiliam
"jangan banyak tanya istri dan anakmu dalam bahaya bodoh."geram Nathan .
"kita ladeni."ucap dingin Wiliam lalu mengambil jas kerja nya dan menaruhnya dipundak .
dilobi seluruh manusia yang berada disitu menunduk melihat wajah dingin dan datar Wiliam yang berjalan tergesa-gesa.
"ada apa dengan tuan?."tanya seorang repsionis
"Jagan Seperti itu kamu mau mati?."jawabnya lalu bertanya seorang OB .
wiliam mengabaikan omongan bawahan nya itu , itu urusan gampang nanti belakangngan .
mereka ber 2 menuju rumah milik Wiliam dengan mengendarai mobil dan dengan kecepatan diatas rata rata.
"bagaimana Riska dan Rey bisa tertangkap?."tanya Wiliam pada Nathan.
__ADS_1
"kita cek CCTV ,aku juga tak tau jelas."ucap nathan.
Wiliam menapakkan kakinya dilantai marmer milik rumahnya ,semua maid ,pelayan menunduk takut apalagi para bodyguard mereka berdoa agar diberi kehidupan diesok hari.
Wiliam masuk kedalam lift lalu memencet tombol nomer 4 . beberapa detik sudah sampai . wiliam membuka pintu bercat hitam . ia memencet tombol angka setelah nya pintu terbuka.
"Josen berengsek "geram Wiliam
ia masuk kedalam ruangan dengan berbagai senjata tersusun rapih .dinding yang penuh dengan layar tv yang menyambung kan seluruh unit cctv dirumahnya yang berjumlah 2010 unit.
Wiliam mengambil satu pisau lipat dan pistol ringan . ia melihat rekaman CCTV beberapa jam lalu .
melihat itu Wiliam tersenyum simpul lalu tertawa kecil. Josen sangat nekat. Wiliam tau semua rencana Josen jadi ia tak terlalu gegabah. bisa dipastikan Riska dan Reyhan sekarang hanya disekap didalam kamar.
"ingin bermain aku ladeni ,kalah harus menerima."ucap Wiliam lalu keluar dari kamar ,menuju lift dan turun kebawah menghampiri Nathan yang sedang menelepon seseorang.
"siapa?"tanya Wiliam.
"Jo dan Mikey."jawab Nathan.
mereka naik kendaraan beroda empat lalu menjalankan nya dengan kecepatan diatas rata rata .
mobil yang dikendarai Wiliam Kukup jauh dari markas milik Josen.
"anak buah mu ada diatas ,mereka melindungi mu tenang saja."santai Nathan menunjuk beberapa anak buah Wiliam dari kejauhan dan juga ada 'beberapa anak buah Mikey .
"sudah lah."ucap Wiliam lalu turun dari mobil .
Wiliam berjalan hingga sampai dimana markas Josen berada . ia masuk kedalam markas dengan tatapan elang.
prok
prok
prok
"hahahahaha Tak kusangka begitu berarti wanita dan anak ini bagimu."gelak tawa Josen menggema .
__ADS_1
"apa mau mu?."tanya Wiliam jengah .
"tentu saja menghancurkan hidupmu."jawab Josen.
"mimpi ."ucap Wiliam
dar
wiliam mengelak.
"dimana wanita dan anak itu?"tanya Wiliam dengan keadaan yang mesih bersabar.
"lihat lah."jawab Josen dengan menunjukkan jari telunjuk nya .
Riska melihat nanar kearah Wiliam bajunya sudah robek semua tak ada yang tersisa matanya mengalirkan cairan bening , sedangkan Reyhan pingsan namun dengan keadaan tidak seperihatin Riska.
Wiliam melihat itu tersenyum samar melihat apa dihadapan nya ,itu adalah sebuah jebakan dimana akan memancing emosi Wiliam akan bertindak gegabah.
disisi lain Wiliam tak terima tubuh indah milik istrinya dilihat orang lain . akhirnya Wiliam mendekat kearah Riska namun sebelum itu timah panas terlepas dari pistol milik bawahan Josen. yaitu Bima.
Dar.
________
maaf kemaren author ga up soalnya ada kepentingan dari pagi sampe sore author pulang magrib kemaren jadi ga sempat up.
dan malamnya author istirahat karena capek.
maaf yaaa.
#tanda baca acak acak
#alur berantakan
#typo meresahkan
#cerita belepotan.
__ADS_1
makasih yang selalu baca novel milik author.