My Husband My Enemy

My Husband My Enemy
Mengenal Jasmine


__ADS_3

Alano sedang kelabakan saat menghadapi fakta jika istri pura-puranya akan bertemu dengan masa lalunya. Bagaimana hal semacam ini bisa terjadi, jika pun takdir memang sudah menggariskan seperti ini, lalu apa yang akan terjadi selanjutnya. 


"Ahhh, kenapa harus sekarang kamu balik ke Indonesia Jas. Kalau kamu bisa datang lebih awal, ceritanya nggak akan kaya gini," gumam Alano.


Alano ingin segera menyusul Jasmine, namun ia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja. Dan sekarang yang bisa ia lakukan hanyalah menyalahkan takdir atas hidup yang ia jalani. Ia kesal dengan takdir yang seakan-akan tengah mempermainkannya.


***


Di tempat lain, Freya sedang video call dengan Mesha untuk menceritakan kejadian yang kemarin ia alami. Persahabatan antara Freya dan Mesha memang tidak ada duanya, mereka bisa menjadi pendengar yang baik, namun juga tidak jarang mereka menjadi musuh karena perdebatan tentang suatu hal. Tapi yang pasti mereka selalu mendukung dalam keadaan apapun, itulah yang membuat persahabatan mereka lebih terlihat seperti persaudaraan. Layaknya kakak dan adik yang selalu berjalan beriringan. 


Saat sedang asik berbincang, tiba-tiba satpam di rumah itu menghampiri Freya dan mengatakan jika ada seorang wanita muda yang ingin bertemu dengan Freya. 


"Bapak tau dia siapa?" Tanya Freya balik. 


"Katanya dia temennya Mas Alano." 


"Benarkah, lalu ngapain dia kesini, Alano kan di kantor," gumam Freya sambil mengintip melalui jendela yang ada di dekatnya. 


"Katanya dia sengaja mau bertemu dengan Non Freya dan Mas Alano juga sudah memberi ijin. Mungkin ada baiknya jika Non telpon Mas Alano dulu untuk lebih jelasnya." 


"Bener juga kamu." 


"Sha gue tutup dulu ya telponnya, nanti kita ngobrol lagi."


Setelah mendapat kejelasan dari Alano, Freya segera menyuruh satpam rumahnya untuk membukakan pintu. 


Hentakan high heels Jasmine terdengar semakin mendekat ke arah Freya. Dan tak lama wanita itu muncul di balik pintu sambil menerbitkan senyum ramahnya. 


"Hai, aku Jasmine. Aku ganggu nggak nih?" tanya Jasmine to the point. 

__ADS_1


Freya nampak canggung dengan kehadiran Jasmine. Jujur, Freya sedikit minder saat melihat penampilan Jasmine yang terlihat sempurna dari ujung kepala hingga ujung kaki. Parasnya yang kebule-bulean serta bentuk tubuhnya yang sangat ideal benar-benar membuat Freya tak bisa berhenti mengaguminya. 


Apalagi Freya sekarang hanya mengenakan kaos oblong, celana pendek serta rambut yang diikat sembarangan, benar-benar membuat penampilan Freya terlihat semakin buruk. Dan mungkin kebanyakan orang tidak akan menyangka jika Freya adalah istri Alano.


"Nggak, mari masuk," jawab Freya sambil mengarahkan Jasmine untuk duduk di sofa ruang tamu. 


"Maaf ya kalau aku datangnya dadakan gini, jujur aja aku kesini karena aku kesepian di rumah. Satu-satunya orang yang masih kenal sama aku ya cuma Alano. Daripada aku ganggu dia kerja lebih baik aku kesini kenalan sama istrinya, boleh kan?"


Sejauh ini Jasmine benar-benar menunjukkan sisi cerewet dan ramahnya tanpa ada rasa canggung seperti yang Freya rasakan. 


Freya tersenyum kikuk, "boleh kok. Bentar aku buatin minum dulu ya?" 


Freya sudah memutar tubuhnya namun Jasmine langsung mencegahnya. "Nggak usah Frey, kamu duduk sini aja. Nanti aku bisa ambil sendiri kok."


"Tapi…"


Jasmine bangkit dan menarik tangan Freya seolah-olah mereka sudah sangat akrab. "Udah duduk sini aja." 


"Frey gimana keadaan kamu sekarang? Aku udah denger kejadian yang menimpa kamu di pesta pernikahan Alex semalam, dan aku bener-bener syok saat tau kalau korbannya itu kamu?" 


"Aku udah nggak papa kok, Alano bilang dia akan mengurus kasus ini, jadi aku hanya bisa berdoa semoga pelakunya bisa cepet tertangkap dan hal seperti kemarin nggak akan terulang lagi," jawab Freya.


Jasmine memperhatikan Freya dengan serius, kemudian ia mendekat dan mengusap punggung tangan Freya seakan ia ingin menyalurkan rasa simpati dan dukungannya pada Freya. 


"Aku juga mengharapkan hal yang sama. Kamu kalau ada apa-apa jangan sungkan buat ngomong sama aku, meskipun aku nggak bisa bantu buat nangkap pelakunya tapi setidaknya aku bisa mensuport kamu."


"Makasih ya kamu udah baik banget sama aku," jawab Freya, setidaknya ia mulai terbuka dengan kehadiran Jasmine. 


"Sama-sama. Kalau aku bisa sahabatan sama Alano, kenapa sama kamu nggak, iya kan? Dulu aku sama Alano itu deket banget, bahkan banyak yang mengira kalau aku sama dia itu pacaran padahal cuma Alano satu-satunya orang yang mau sahabatan sama aku," celoteh Jasmine.

__ADS_1


"Kok bisa.. kamu cantik, baik lagi terus kenapa nggak ada yang mau sahabatan sama kamu?" 


"Dulu hidupku terbilang sempurna, aku punya kedua orang tua yang sangat menyayangiku, dikelilingi teman-teman yang banyak, dan aku tidak kekurangan sedikitpun. Tapi tiba-tiba semua itu hilang dalam sekejap. Papa aku ditangkap polisi karena kasus korupsi, berita itu menyebar dengan cepat sehingga aku dan mama ikut terkena imbasnya. Semua orang mulai menjauhi kami satu per satu. Dan saat aku benar-benar terpuruk sendirian, Alano datang sambil membawa sepotong roti. Dia bilang 'kamu nggak usah sedih, kita masih temenan kok. Kalau nanti ada yang jahatin kamu, kamu tinggal bilang aku aja. Aku akan hajar mereka sampai mereka nggak akan berani lagi gangguin kamu'. Hehehe.. Lucu kalau inget itu." kekeh Jasmine saat bernostalgia menceritakan masa lalunya bersama Alano. 


"Masa sih Alano ngomong gitu, itu bukan Alano banget," sahut Freya sambil terkekeh pelan. Rasanya sulit dipercaya jika Alano akan bersikap seperti layaknya malaikat penyelamat. 


"Jadi kamu nggak percaya? Aku kira kamu juga terpesona dengan kebaikan hati Alano. Terus apa yang bikin kamu jatuh cinta sama dia, cerita dong?" 


'Alano baik, hah!! Gue nggak salah denger kan. Baik darimananya coba?' batin Freya. 


"Freya ayo dong cerita, aku pengen tau gimana awal mula kalian bisa saling jatuh cinta terus mutusin buat nikah." 


Freya tidak tahu harus menjawab apa, jangankan jatuh cinta, sebenarnya Freya sangat tidak menyukai Alano. Apa yang harus ia katakan pada Jasmine. Haruskah ia mengarang cerita untuk menyempurnakan sandiwaranya?


Berkali-kali Freya memutar otaknya untuk mencari jawaban atas pertanyaan Jasmine, namun Freya tidak berhasil menemukan. Ia bukan orang yang berpengalaman dalam hal pacaran sehingga ia sama sekali tidak memiliki ide dalam mengarang cerita. 


'Aku harus jawab apa?' tanya Freya pada dirinya sendiri.


"Aku dan Alano… Kita…" Freya masih belum menemukan cerita yang cocok sehingga ia berusaha mengulur waktu dengan menjeda ucapannya. 


Sementara Jasmine sudah tidak sabar untuk menunggu jawaban Freya.


"Kita..."


...BERSAMBUNG......


Kira-kira Freya mau jawab apa ya??


Ditunggu komen dari kalian.

__ADS_1


Siapa yang setuju author up 2 bab per hari, tunjuk jarinya😍


__ADS_2