
Tak disangka Freya tertidur di bahu Alano selama di pesawat. Jika bukan karena suara Alano yang mengusiknya mungkin Freya masih tertidur nyaman disana.
"Frey bangun.. Kita udah sampai," ujar Al lembut sambil menyentuh hidung Freya.
"Euhhh.. Apa sih," gerutu Freya karena merasa tidurnya sudah di ganggu.
"Ayo kita turun," bisik Al di telinga Freya.
Freya yang baru setengah sadar langsung membuka matanya dan segera menegakkan tubuhnya.
"Apa kita udah sampai di Maldives?" ucap Freya dengan wajah berbinar. Tentu saja liburannya kali ini sampai terbawa ke alam bawah sadar karena Maldives adalah satu dari beberapa kota yang terkenal dengan keindahannya.
Al hanya tersenyum lalu meraih tangan Freya untuk mengajaknya turun dari pesawat.
Freya melangkah keluar penuh semangat. Setelah menginjakkan kaki di bandara, mata Freya tiba-tiba menelisik seluruh sudut bandara.
Bandara ini terlihat tidak asing untuk Freya, bahkan wajah-wajah para pegawai di bandara pun membuat Freya mengerutkan dahi. Semua pegawai tampak seperti orang Indonesia. Ahh tidak.. Memang mereka orang Indonesia.
Freya semakin dibuat penasaran dengan apa yang ia lihat. Hingga akhirnya ia tersadar saat mendengar suara orang berbicara.
"Bagaimana kabar ibumu di Jakarta, sehat kan?" tanya seorang wanita kepada pria yang diperkirakan baru saja turun dari pesawat, kebetulan mereka berada di dekat Freya sehingga Freya bisa mendengarnya dengan jelas.
Freya menahan tangan Al. "Al, kamu bilang kita akan ke Maldives kan?"
"Iya, ini Maldives."
"Ta-pi ini…"
"Ini Bandara Pattimura, kita akan ke Maldives-nya Indonesia."
"Apa?" pekik Freya yang langsung syok dengan ucapan Alano. "Jadi kamu bohongin aku?"
"Siapa yang bohong, kamu nggak tau kalau disini juga ada tempat yang tak kalah indah dengan Maldives."
"Kamu bilang mau ke Maldives kan bukan Maluku."
"Sama aja, setelah nanti kita sampai disana kamu bakal percaya kalau Maldives-nya Maluku sama seperti Maldives-nya Maladewa."
Freya tetap saja cemberut, bahkan saat tangan Al berusaha menariknya Freya tetap tidak ingin beranjak dari tempatnya berdiri.
"Udah ayo."
__ADS_1
Freya terpaksa mengikuti keinginan Alano meski dalam hatinya ia sungguh kecewa pada suaminya itu.
'Dasar pembohong, kenapa nggak bilang kalau mau ke Maluku, tau gitu kan aku nggak mungkin berharap buat ke Maldives,' batin Freya.
Setelah menempuh perjalanan darat selama kurang lebih setengah jam akhirnya Freya dan Al tiba di Pantai Ora.
Hamparan pantai yang membentang luas dengan warna airnya yang jernih langsung menyambut mereka. Ditambah ada beberapa resort yang mengambil konsep ala-ala Maldives, dimana tempat itu posisinya berada di atas laut.
Al menoleh ke arah Freya yang sedang menatap penuh kagum pada keindahan alam Indonesia.
"See, gimana.. Indah bukan?" tanya Al.
Freya melangkah mendekat tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya pada pantai yang sudah membius matanya. Semakin lama langkah Freya semakin cepat hingga akhirnya gadis itu melepaskan sepatunya sambil berlari kecil. Wajahnya pun semakin berseri, tak jarang ia menunjukkan senyum lebar saat berbalik ke arah Al.
"Kali ini aku setuju dengan pendapatmu," ucap Freya lalu kembali berlari kecil sambil sesekali merentangkan tangannya untuk menghirup udara sejuk di pulau itu.
Airnya yang jernih membuat pemandangan bawah laut terlihat dengan jelas, Freya bahkan sampai ingin segera meluncur ke dasar laut untuk menemui ikan-ikan kecil yang menari-menari dengan warnanya yang begitu elok.
"Al liat, mereka sungguh menggemaskan," ucap Freya saat menyaksikan ikan-ikan itu dari atas.
"Ikut aku."
Rupanya Al sudah menyiapkan peralatan snorkeling untuk mereka berdua. Seperti yang kita tahu, jika kita datang ke pantai dengan perairan yang tenang dan air yang jernih rasanya kurang lengkap jika kita belum menjelajahi isi bawah laut.
Betapa bahagianya Freya saat Al begitu memahami apa yang ia mau.
"Kamu siap?" tanya Al saat menoleh ke arah Freya.
Tentu saja Freya langsung mengangguk dengan penuh semangat.
Setelah semua peralatan selesai di pasang, mereka bersama-sama terjun ke laut. Sambil bergandengan tangan mereka menikmati keindahan bawah laut dengan perasaan penuh kegembiraan.
Beberapa kali Freya nampak heboh saat melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Al terus ia tarik untuk mengikuti kemana ia ingin pergi.
Untuk pertama kalinya Al merasa bangga pada dirinya yang berhasil membuat Freya tersenyum lebar. Selama mereka menyelami alam bawah laut, mereka terus bergandengan seolah tak ingin terpisah walau hanya sesaat.
Setelah puas menyaksikan terumbu karang dan beberapa binatang laut, mereka kembali naik ke permukaan.
"Bagaimana, kamu suka?" tanya Al setelah mereka melepaskan alat bantu pernapasan.
Freya mengangguk setuju. "Ini adalah pengalaman snorkeling pertamaku dengan ditemani seorang pria, apalagi pria itu suamiku," ujar Freya dengan wajah malu-malu.
__ADS_1
"Benarkah. Kalau gitu aku akan lebih sering mengajakmu untuk snorkeling, bukan hanya disini tapi di semua tempat di seluruh dunia."
"Pasti boong lagi," ujar Freya sambil mengerucutkan bibirnya. "Udah ayo kita naik, perutku sudah keroncongan," lanjutnya.
Al terkekehan pelan. Jujur ia sedikit merasa bersalah karena sudah membohongi Freya, namun sekarang ia merasa lega karena ternyata Freya menyukai tempat ini.
Al membawa Freya ke resort yang sudah ia pesan. Meski fasilitas tempat ini tidak selengkap wisata modern namun semua pelayanan terbaik bisa didapat di resort.
Begitu masuk, kedatangan mereka langsung disambut dengan beberapa kudapan lezat yang sudah tersaji diatas meja. Sepertinya Al memang sudah mempersiapkannya sehingga semuanya bisa berjalan sesuai dengan apa yang ia harapkan.
"Kapan kamu memesan semua makanan ini?" tanya Freya terkejut saat menyaksikan semua makanan yang sudah tertata rapi diatas meja.
Al hanya tersenyum.
"Oke, aku akui kamu memang orang yang paling handal untuk mengatur rencana. Mari kita makan sebelum cacing-cacing di perutku mengamuk."
Saat Freya hendak mengambil satu potong ikan, Al mencegahnya.
"Biar aku aja."
Al menaruh ikan itu di piring Freya. Lalu menunggunya untuk makan sampai mengamatinya.
Hanya dengan melihat Freya menyantap makanannya dengan lahap, rasanya Al sudah tidak perlu lagi untuk makan. Rasanya laparnya seolah sudah diwakilkan oleh Freya.
Melihat bibir Freya belepotan hingga nasinya menempel di pipi membuat Al terkekeh pelan. Apalagi Freya sama sekali tidak menyadarinya.
"Pelan-pelan Frey nanti kamu keselek," ujar Al sambil membersihkan bibir dan juga pipi Freya dengan selembar tisu.
Freya merasa malu saat Al membersihkan bibirnya. Ia segera mengambil tisu di tangan Al dan mencoba membersihkannya sendiri.
"Jadi malu," gumam Freya.
"Kenapa harus malu, justru aku seneng karena kamu nggak jaim saat makan. Karena yang aku suka dari kamu adalah kesederhanaan kamu dan juga diri kamu yang apa adanya."
Freya memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rona merah di pipinya. Ucapan Al seolah-olah membuat kupu-kupu di perutnya menari. Freya seakan ikut terbang bersama mereka.
Tidak diragukan lagi, Al sudah menang telak atas hati Freya.
...BERSAMBUNG......
Jadi pengen honeymoon, iya kan😋😋
__ADS_1