
Freya sudah mencoba memejamkan matanya, lampu pun juga sudah ia padamkan. Namun sampai sekarang ia masih belum bisa tidur. Kekesalannya pada Alano benar-benar membuat isi kepalanya dipenuhi oleh umpatan.
"Freya, lo ngapain sih. Udah lupain Alano, kosongkan isi kepala lo. Nggak guna mikirin orang yang nggak suka sama lo. Oke, paham lo sekarang?" Freya berbicara sendiri seperti orang gila.
Ia kembali menutup wajahnya dengan selimut, tapi sayang usahanya benar-benar sia. Freya akhirnya bangkit dan turun ke dapur untuk mencari wine. Mungkin hanya minuman itu yang bisa mengistirahatkan pikiran dan juga tubuhnya.
Ketemu, Freya tersenyum setelah mendapatkan minuman yang ia cari. Freya langsung menegak wine-nya hingga beberapa teguk. Ia kemudian menarik kursi yang ada di sampingnya, rasanya kurang nyaman jika minum sambil berdiri.
Dalam waktu beberapa menit, Freya sudah berhasil menghabiskan satu botol wine. Tak lama ia kembali melirik lemari tempat menyimpan wine, tanpa memikirkan efek sampingnya Freya mengambil 5 botol lagi.
Freya akhirnya terkapar di meja dapur setelah menghabiskan 5 botol wine. Ia sempat tertidur sesaat sebelum bangun dan mulai mengigau.
Freya tersenyum sambil mengangkat kepalanya. Samar-samar ia melihat Alano berdiri di sampingnya.
"Al.. Kemana aja lo, gue nungguin lo seharian sampai nggak bisa tidur," ucap Freya sambil memukul bahu seseorang yang ada di depannya, namun pukulannya meleset hingga ia nyaris jatuh jika tidak ada orang yang menangkapnya.
"Non Freya sadar Non. Ini bibi, bukan Tuan," ucap Bi Irma.
Rupanya Freya berhalusinasi, orang yang berdiri di hadapannya bukanlah Alano melainkan Bi Irma.
"Bodoh! Bisa-bisanya gue suka sama orang kaya lo," ucap Freya diikuti senyum mengejek.
Beberapa detik kemudian, Freya berteriak seolah kesal karena orang yang ia pikir Alano masih saja terdiam tak mau menanggapi ucapannya.
"Kenapa lo diem aja Al, lo nggak tertarik sama gue, ha?!"
"Non Freya ini ada-ada aja, kalau misal Tuan liat gimana. Bibi nggak yakin kalau besok Non berani keluar kamar," gerutu Bi Irma.
Freya terus berkicau, ia bahkan sampai tidak sanggup untuk berjalan sendiri. Bi Irma harus bersusah payah memapah Freya untuk membawanya ke kamar.
"Lo itu penyihir!" bentak Freya di depan muka Bi Irma.
Bi Irma yang tidak tahan dengan bau minum-minuman keras tanpa sengaja melepaskan tangan Freya sehingga Freya terjatuh di lantai.
"Aduh maafin bibi Non, bibi nggak sengaja." Bi Irma segera membangunkan Freya.
"Lepasin tangan gue, lo nggak perlu deket-deket sama gue," tolak Freya sambil menjauhkan tangan Bi Irma.
__ADS_1
Bi Irma berdecak kesal. "Percuma juga ngomong sama orang mabuk."
Alano yang mendengar suara ribut-ribut bergegas untuk keluar. Tadinya ia berjalan dengan wajah penuh kekesalan, namun begitu melihat kondisi Freya wajahnya langsung berubah datar dan sedikit terkejut.
"Lo mabuk Frey?" tanya Alano.
Bibi menoleh ke belakang sambil menganggukkan kepalanya. "Iya Tuan, waktu bibi ke dapur tau-tau Non Freya udah begini."
"Ya udah kamu urus dia, ganggu orang tidur aja," kesal Alano.
"Tuan?" panggil Bi Irma dengan suara lembut ketika Alano sudah membalikkan badannya.
"Apa?"
"Non Freya gimana, bibi nggak kuat ngangkatnya Tuan. Apalagi harus naik tangga," kata Bi Irma dengan wajah memelas berharap jika Alano mau membantunya.
Alano tak bisa menutupi wajah kesalnya, apalagi saat melihat Freya tersenyum tanpa dosa, ingin rasanya ia mengguyur wajah itu dengan air. Namun tetap saja masih ada setitik rasa kasihan di benaknya.
"Kenapa jadi gue yang susah sih," gerutu Alano sambil berjalan menghampiri Freya dan langsung mengangkat tubuhnya.
"Susah susah gitu juga tetep aja mau," gumam Bi Irma pelan sambil terkekeh kecil.
Alano ingin mengabaikannya namun semakin lama tangisan Freya semakin menjadi hingga terdengar seperti seorang anak kecil yang tengah merengek meminta sesuatu.
"Apalagi sih Frey, lo itu bener-bener ya." geram Alano. Ia terpaksa kembali menghampiri Freya untuk menenangkannya.
"Hua.. Hua…"
Alano membungkam mulut Freya karena tak tahan dengan teriakannya. "Lo bisa diem nggak. Gue juga butuh tidur."
***
Pagi hari
Freya menggeliat dengan nyaman ketika matanya baru saja terbuka. Ia juga masih bisa mengukir senyum manisnya seakan-akan ia baru saja terbangun dari mimpi indahnya.
"Gue tidur jam berapa ya semalem, kenapa rasanya kaya habis tidur panjang. Sepertinya tidur gue bener-bener nyenyak."
__ADS_1
Freya benar-benar tidak ingat dengan kekacauan yang ia ciptakan semalam. Ia bahkan melangkah keluar dengan santai nya.
Saat berjalan menuruni tangga, Freya melihat Bi Irma sedang beres-beres di meja makan. Langsung saja Freya menghampirinya dengan langkah cepat karena tiba-tiba cacing-cacing diperutnya mulai kelaparan.
"Hari ini masak apa Bi?" tanya Freya yang tiba-tiba sudah muncul di belakang Bi Irma.
"Eh Non Freya bikin kaget bibi aja. Bibi masak…" Bi Irma menjeda ucapannya karena seketika ia menyadari ada sesuatu yang aneh. Ia melihat Freya masih bisa tersenyum lebar padahal menurutnya Freya mungkin akan mengurung di kamar karena malu berhadapan dengan Alano.
"Kok diem sih Bi. Hmmmmb… Baunya telur balado bikin nggak sabar pengen makan." Freya sudah duduk di samping Bi Irma sambil mencium aroma masakan yang ada di hadapannya.
Freya sudah menaruh beberapa lauk ke dalam piring nya. Seperti yang sudah ia bilang, ia benar-benar lapar pagi ini padahal biasanya setelah bangun tidur Freya terbiasa mandi terlebih dahulu sebelum makan.
"Bi abis bangun kok aku tiba-tiba laper ya. Emang kemarin malem aku nggak makan ya Bi, kok aku lupa ya," tanya Freya sambil menguyah makanannya.
Bi Irma hanya bisa memandang Freya tanpa berani mengatakan apa-apa. Ia takut jika mengatakan sesuatu itu justru akan membuat Freya syok. Tapi jika tidak memberi tahu maka akan menimbulkan masalah baru ketika nanti Alano mengungkit soal kejadian semalam.
"Aduh, gimana ya. Ngomong nggak, ngomong nggak," gumam Bi Irma sambil menghitung jari.
"Bi.. Diajak ngomong kok nggak jawab sih."
"Emmm itu Non… Emang Non bener-bener lupa ya soal kejadian semalem?"
Freya menyerngit bingung, ia memang benar-benar tidak mengingat apapun selain…
Freya sedikit mengingatnya ketika Bi Irma mengungkit soal semalam, namun itu bukan tentang sesuatu yang terjadi setelah Freya mabuk.
"Semalem aku minum ya Bi? Oh My God, kenapa gue jadi lupa. Gue nggak bikin ulah kan Bi. Apa Alano tau soal itu?"
Tiba-tiba saja Freya mencemaskan hal itu, ia paham dengan sikap dirinya ketika sudah mabuk. Freya langsung menaruh sendok nya sambil berusaha keras untuk mengingatnya, namun ia masih belum ingat apa-apa.
"Emmm… Non Freya semalem tidur sama Tuan?"
"Apa?!!!!"
...BERSAMBUNG…...
Aduh duh... siapa yang makin penasaran sama kelanjutannya. Eits... tapi jangan lupa untuk terus dukung author dengan cara like, komen, vote dan masukkan novel ini ke daftar buku favorit kalian...
__ADS_1
Komen yang banyak ya kalau mau authornya cepet-cepet up bab selanjutnya😍😍