My Husband My Enemy

My Husband My Enemy
Dia yang sempurna


__ADS_3

Freya menghela napas panjang seakan tekanan itu sudah hilang usai mendengar suara Alano. 


"Kita dijodohkan." 


Alano muncul disaat yang tepat. Dan entah kenapa Freya merasa jika kedatangan Alano sangat menolongnya. 


Jasmine seperti tidak percaya mendengar perkataan Alano. Ia mencoba menelisik wajah keduanya untuk mencari kebenaran, namun Jasmine kesulitan untuk mendeteksi kebohongan seseorang hanya dengan melihat raut wajahnya. Akhirnya mau tak mau Jasmine harus menerima jawaban dari Alano. 


Alano kemudian membawa Jasmine ke taman belakang rumahnya. Ia hanya ingin mengalihkan perhatian Jasmine pada kehidupan rumah tangganya. 


Sementara Freya sedang di dapur karena Alano menyuruhnya membuatkan minum untuk Jasmine dan juga dirinya. Namun ketika Freya ingin menuangkan air minum tiba-tiba Bi Irma datang dan langsung melarang Freya untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya menjadi tugasnya. 


"Non Freya mau ngapain, udah biar bibi aja yang buat, Non cukup tunggu di depan biar nanti bibi anterin kesana." 


"Tapi ini bukan buat saya bi," jawab Freya.


"La terus buat siapa kalau bukan buat Non?" 


"Buat Alano sama temennya, mereka ada di taman belakang. Ya udah kalau bibi mau buatin nanti sekalian anterin ke belakang ya, aku mau mandi dulu bi. Dari tadi belum mandi masih bau asem," ucap Freya dengan kekehan kecil usai mencium ketiaknya sendiri.


"Tumben jam segini Tuan di rumah, pasti tamunya orang penting." 


Entah kenapa, ketika mendengar bibi mengatakan jika yang datang adalah tamu penting, wajah Freya yang semula ceria tiba-tiba berubah datar tanpa ekspresi. Ia pun kembali menoleh ke belakang untuk menanyakan lebih jelas tentang apa yang dikatakan asistennya. Namun saat Freya sudah membuka mulutnya ia tiba-tiba mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk mencari tahu jawabannya sendiri. 


Ketika Freya berdiri di depan cermin, ia tiba-tiba saja memindai penampilannya. Rupanya kedatangan Jasmine sukses mengusik pikirannya, ia mulai membanding-bandingkan penampilan dirinya dan juga Jasmine, ia juga sedikit iri dengan kepribadian Jasmine yang ramah, baik dan juga perhatian sehingga Alano bisa dengan mudah bergaul dengan Jasmine.


Padahal sebelumnya hal seperti itu tidak pernah mengusik Freya. Ia tidak pernah perduli dengan penampilan orang lain karena menurut Freya setiap orang punya gaya dan selera masing-masing. Freya selalu nyaman menjadi dirinya sendiri dan sedikitpun ia tidak pernah ingin meniru orang lain. Tapi kali ini berbeda. 


Apa ini yang dinamakan cemburu? 


Entahlah, tapi Freya sama sekali belum pernah merasakan apa yang namanya cemburu. 

__ADS_1


"Wajar sih kalau Alano deket sama Jasmine, secara dia punya segalanya, dia sempurna.. Jauh kalau dibanding gue," Freya menghembuskan napasnya seakan-seakan ia sudah menyerah pada sesuatu yang tidak ia ketahui apa penyebabnya. 


"Tunggu!" Sekelebat ide tiba-tiba mencuat di pikiran Freya. "Gue juga punya baju feminin kaya yang Jasmine pakai." 


Seketika Freya langsung membuka lemari bajunya lalu mengeluarkannya satu per satu. Freya mencoba semua dress yang ia punya. Hampir satu jam Freya menghabiskan waktunya hanya untuk memilih baju, hingga kemudian suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya. 


"Iya sebentar," seru Freya sambil berjalan ke arah pintu.


Begitu pintunya terbuka, Freya terkejut karena ternyata yang datang adalah Alano. 


Alano tampak memperhatikan penampilan Freya. Dress selutut dengan motif bunga-bunga itu membuat wajah Freya semakin terlihat fresh, apalagi aroma sabun yang menguar dari tubuh Freya benar-benar seperti candu untuk Alano sehingga Alano betah berlama-lama berada di dekat Freya sambil menatap wajahnya. 


Sadar jika Alano memperhatikannya, Freya mencoba menarik bajunya di bagian dada karena potongan atasnya berbentuk V-neck sehingga menonjolkan belahan dadanya. 


"Kenapa kamu tiba-tiba dateng kesini?" tanya Freya gugup. 


"Jasmine udah mau pulang dan dia minta aku buat manggil kamu," jawab Alano datar.


Sesampainya di bawah, Freya kembali mendapat tatapan yang tak biasa baik dari Jasmine maupun pembantunya. 


Mereka sama-sama bengong melihat penampilan Freya yang sangat berbeda dari sebelumnya. 


Freya sendiri mulai merasa menyesal atas tindakan bodohnya. Untuk menutupi rasa malunya, Freya sudah menundukkan wajahnya sambil sesekali menutup matanya. 


'Bego.. Bego.. Bego!! Kenapa lo harus sampai kaya gini Freya. Lo bukan Jasmine, lo Freya. Sadar! Lo Freya yang nggak pernah pakai baju beginian. Mau ditaruh dimana muka gue sekarang,' rutuk Freya dalam hati. Ia benar-benar malu, sampai tidak tahu harus mengatakan apa. 


Jasmine melangkah mendekat ke arah Freya dengan ekspresi kagum sekaligus bangga. 


"Freya, ya ampun.. Kamu cantik banget. Sumpah kamu beda banget, ini asli cantik, bener-bener cantik," seru Jasmine dengan penuh semangat, lalu ia melirik Alano yang berdiri di belakangnya yang masih terus menatap Freya. "Al, gue tau alasan kenapa lo dijodohin sama Freya. Itu karena mereka nggak mau kehilangan menantu secantik Freya. Tanpa make-up pun dia bener-bener keliatan cantik. Kamu beruntung Al, dijaga baik-baik istrinya. Awas kalau kamu sampai nyakitin dia, kamu akan berhadapan sama aku." 


"Jasmine, apaan sih," ucap Freya malu-malu.

__ADS_1


"Kamu itu sekarang sahabat aku Frey, sudah seharusnya aku mengingatkan Alano untuk selalu jagain sahabat aku." Jasmine tanpa ragu sudah memeluk Freya, sehingga menepis keraguan Freya pada ketulusan Jasmine.


"Oh jadi sekarang gitu, gue udah dilupain," sindir Alano. 


Freya dan Jasmine sama-sama terkekeh mendengar sindiran dari Alano. Dan tanpa sadar rupanya hal itu sudah membuat Freya melupakan rasa malunya. 


Seiring berjalannya waktu, Freya dan Jasmine semakin dekat. Mereka tak lagi sungkan untuk berbagi cerita mengenai banyak hal. Namun yang paling menarik perhatian Freya adalah saat Jasmine berbagi ilmu dan tips seputar kecantikan. Beberapa kali Jasmine juga mengajari Freya cara merias wajah. Dan karena itu, sedikit demi sedikit Freya mulai mengubah penampilannya. 


"Frey, apa kamu pernah menyukai seseorang sebelum menikah dengan Alano?" tanya Jasmine ketika mereka sedang bersantai. 


"Emm, pernah. Cuma aku belum pernah pacaran, sekedar mengagumi aja." 


"Benarkah, gadis secantik kamu belum pernah pacaran? Itu artinya Alano benar-benar orang yang beruntung." 


"Gimana sama kamu, kamu pasti punya banyak pacar, ketahuan dari cara ngomongnya," tebak Freya. 


Jasmine terkekeh singkat. "Kamu bener, cuma nggak ada salahnya kan kalau kita mencari yang terbaik. Tapi sebenarnya aku belum bisa melupakan seseorang, itulah alasan kenapa aku datang lagi ke Indonesia." 


"Dia pasti seseorang yang punya tempat spesial di hati kamu." 


"Entahlah, aku sendiri tidak yakin apa ini perasaan cinta atau sekedar rindu pada masa lalu." 


"Siapa orang itu?" tanya Freya. 


"Ada lah, tapi sebaiknya aku harus lupain dia karena bagaimanapun masa lalu itu nggak akan mungkin bisa terulang lagi. Lagipula dia udah bahagia sama kehidupannya yang sekarang." 


"Hmmm.. Ada yang lagi galau rupanya. Udah nggak usah dibikin pusing, kalau dia juga suka sama kamu pasti dia akan datang nemui kamu." 


... BERSAMBUNG......


__ADS_1


Mini dress yang pakai Freya, gimana Si Alano nggak tergoda ya😂


__ADS_2