My Husband My Enemy

My Husband My Enemy
Perasaan sepihak


__ADS_3

'Frey, Al sama gue. Gue tadi nggak sengaja ketemu dia. Tadinya gue mau antar dia pulang tapi dia nggak mau. Untuk malam ini aja biarin Al tidur di rumah gue ya?'


Chat dari Jasmine itu semakin membuat perasaan Freya tak karuan. Ia ingin menangis, ingin berteriak tapi pikirannya berkata lain. 'Untuk apa lo nangis, apa dengan begitu Al bisa tau perasaan lo. Meskipun Al tau, apa itu juga bisa ngerubah perasaan Al ke elo'


Kata-kata itu seperti tamparan keras untuk Freya. Kini ia sendiri yang terjebak dalam perasaan yang tidak seharusnya. 


Tanpa sadar mobil yang Freya kendarai kini berhenti di depan rumah Alano, padahal ia belum memikirkan akan pulang kemana. Namun alam bawah sadarnya seakan tau apa yang diinginkan oleh hatinya. 


Freya membunyikan klaksonnya agar Pak Tikno segera membukakan gerbangnya. 


Tak lama Pak Tikno muncul dengan wajah lesu karena Freya baru saja membangunkan tidurnya. 


Begitu melihat mobil Freya, Pak Tikno langsung melebarkan matanya dan bergegas untuk membukakan gerbang. 


Usai memarkirkan mobilnya, Freya melangkah dengan guntai. Wajahnya bahkan terlihat murung. 


Pak Tikno pun heran karena biasanya Freya selalu ramah dengannya. Tapi kali ini, Freya langsung melangkah masuk tanpa menyapanya. 


"Tumben Non Freya pulang tengah malem begini. Eh tapi Tuan kemana, kok belum pulang." 


Pak Tikno menatap ke garasi mobil, dan ia tidak melihat mobil Alano. Ia juga ingat jika Alano hanya keluar tadi pagi dan belum pulang sampai sekarang. 


Sebenarnya Pak Tikno ingin menanyakan hal ini pada Freya. Namun ia mengurungkan niatnya setelah melihat kondisi Freya yang tidak seperti biasanya. 


***


Tok.. Tok.. Tok..


"Non Freya bangun Non.. Di luar ada Tuan Hartono dan Nyonya Citra," seru Bi Irma sambil terus mengetuk pintu kamar Freya. 


Freya menggeliatkan tubuhnya. Samar-samar gadis itu mendengar suara Bi Irma, namun karena matanya masih berat untuk terbuka, Freya mengabaikan panggilan Bi Irma. 


"Non, Tuan Hartono mencari Tuan Al. Bibi harus bilang apa Non?" 


Mendengar nama Al disebut, Freya langsung membuka matanya dan segera berjalan ke arah pintu. 


"Sekarang papa ada dimana Bi?" tanya Freya dengan suara pelan.


"Tuan ada di bawah sama Nyonya Citra."

__ADS_1


Freya langsung turun ke lantai bawah tanpa mencuci muka terlebih dahulu. Bahkan ia mengabaikan rambutnya yang masih berantakan. 


"Papa kok pagi-pagi udah kesini, ada apa pa?" tanya Freya sesampainya di hadapan sang papa. 


"Papa sama mama mencemaskan kamu. Semalem kamu tiba-tiba pergi dan nggak ngomong sama papa, sebenarnya ada apa?" tanya Hartono. 


Freya mengembangkan senyum palsunya untuk menutupi masalah yang sedang ia hadapi. Apapun yang terjadi padanya, Freya tidak ingin papanya sampai tahu. 


"Maaf pa, semalem Freya pikir papa udah tidur makanya Freya langsung pergi." 


"Iya pasti sesuatu kan, coba kamu jujur sama papa." 


"Nggak ada pa, Freya pulang karena Freya nggak bisa ninggalin Al sendirian di rumah." 


"Terus Al sekarang mana, apa dia udah berangkat." 


"Udah, Mas Al udah berangkat karena dia ada meeting dadakan," jawab Freya setengah gugup. 


"Syukurlah kalau kalian baik-baik aja. Tapi lain kali kalau ada apa-apa ngomong ya sama papa, biar papa nggak khawatir sayang." 


"Iya, pasti pa." 


Saat Freya sudah merasa lega karena papanya percaya akan semua omong kosongnya, tiba-tiba dari arah depan muncul Alano yang datang bersama Jasmine. 


Freya tak bisa berhenti untuk menatap Al, bahkan ia mengabaikan ucapan mama tirinya. Tentu hal itu mengundang perhatian papanya dan juga Citra. Mereka kemudian mengikuti arah pandang Freya. 


"Al?" panggil Hartono. 


Freya tersadar dari lamunannya begitu mendengar suara papanya. Secepat mungkin Freya langsung menghampiri Al dan menggandeng tangannya. 


"Kamu kenapa balik lagi, bukannya tadi bilang ada meeting dadakan?" tanya Freya dengan ramah, lalu ia mendekatkan bibirnya ke telinga Al untuk membisikkan sesuatu. "Papa nggak tau kalau kamu nggak pulang, aku tadi bilang kalau kamu udah berangkat ke kantor." 


"Ada berkas yang ketinggalan di rumah, tadinya aku mau minta Jasmine buat ngambil tapi aku juga lupa naruhnya dimana," jawab Al. 


Setelah menjawab pertanyaan Freya yang disaksikan langsung oleh Hartono dan Citra, Al langsung menghampiri mereka. 


"Papa kenapa nggak bilang kalau mau kesini, tau gitu Al bisa nunda meeting nya." 


"Ngga papa Al, papa juga cuma mampir. Oh iya dia siapa?" tanya Hartono sambil menatap Jasmine yang masih berdiri di tempatnya. 

__ADS_1


"Ini sekretarisnya Al pa, namanya Jasmine," jawab Freya dengan cepat. 


Al hanya menatap heran tanpa berani membantah ucapan Freya, begitu juga dengan Jasmine yang hanya pasrah lalu tersenyum kearah Hartono dan juga Citra untuk meyakinkan ucapan Freya. 


"Ya sudah papa mau pamit dulu. Nanti malam bagaimana kalau kita makan bersama, kalian setuju kan?" 


Freya menatap Al untuk menunggu jawabannya. 


"Boleh pa, nanti biar Al yang pesen tempatnya." 


Papa Hartono tersenyum lega karena ia merasa jika putrinya benar-benar hidup bahagia dengan pasangannya. Ia mulai menyingkirkan prasangka buruk yang baru saja menghantuinya. 


"Syukurlah ternyata itu cuma firasatku," gumam Hartono usai melangkah keluar dari rumah Freya. 


"Aku juga ikut senang kalau ternyata rumah tangga mereka baik-baik saja mas. Semoga seterusnya seperti ini," ucap Citra menanggapi ucapan suaminya. 


Freya masih memandang kepergian papanya dari balik jendela. Ia ingin memastikan papanya pergi sebelum mulai membicarakan masalah ini pada Al. 


Tapi mengingat keberadaan Jasmine membuat mood Freya kembali hancur. 


Freya akhirnya memilih untuk kembali ke kamarnya. Ia sudah menaiki tangga tanpa memperdulikan sandiwaranya di depan Jasmine. 


"Frey, bisa kita bicara sebentar?" ucap Jasmine tiba-tiba, membuat Freya menghentikan langkahnya. 


Freya menoleh. "Maaf Jas, aku kurang enak badan. Aku permisi dulu ya." 


"Al, Freya pasti salah paham." Jasmine menatap Al dengan penuh kekhawatiran. 


"Biar nanti aku yang bicara sama dia. Makasih atas bantuan kamu, bagaimanapun aku berhutang sama kamu." 


"Nggak masalah Al. Aku pamit aja ya, sampaiin salam aku buat Freya dan aku juga minta maaf atas kejadian ini. Aku bener-bener nggak enak sama dia Al." 


"Kamu nggak usah pikirin itu, ini salahku." 


Tanpa mereka ketahui, Freya sebenarnya mengamati mereka. Freya bisa melihat bagaimana cara Al menenangkan Jasmine dan itu semakin meyakinkan pendapat Freya jika Al memiliki perasaan khusus pada Jasmine. 


...BERSAMBUNG......


Hallo😊 ketemu lagi sama Freya dan Alano.

__ADS_1


Gimana, makin greget nggak sama mereka?


Jangan lupa untuk kasih like, komen dan vote ya.


__ADS_2