
Makan siang berakhir ketika beberapa wisatawan meminta untuk melanjutkan perjalanan mengelilingi kota Bukittinggi.
Semua sudah bersiap di dalam bus. Aku dan Jobes pun sudah berada di dalam bus.
Seperti yang kita tahu, bahwa di kota pada jam siang pasti akan macet. Benar saja, mobil dan kendaraan lain mengantri dan kami berada di antara itu.
"Mending busnya parkirin aja deh. Kita tinggal jalan kaki juga lebih cepat nyampeknya," ucapku pada Jobes.
"Wokeh." Jobes segera memarkirkan bus di parkiran bus wisata dekat sana.
"Oke guys. Karena macet, kita jalan kaki menuju destinasi selanjutnya ya." Aku melempar senyum ke arah mereka.
Siang itu, sinar matahari cukup terik. Jadi, kami berjalan lebih cepat di pinggir jalan agar tidak terpapar sinar matahari lebih lama.
Aku berjalan di belakang mereka, sedangkan Jobes memandu dari depan.
Meski dalam keadaan kenyang, mereka tetap masih bersemangat menembus terik matahari siang itu.
Alhasil, kami tiba di Jembatan Limpapeh kemudian menuju kebun binatang dan seterusnya.
Sedikit melelahkan. Ketika melihat wisatawan begitu menikmati perjalanan, aku kembali bersemangat.
~
Aku merebahkan tubuhku di kursi kerja. Cukup melelahkan. Meski sebenarnya itu adalah hobiku. Lihat saja, siapa yang tidak bosan jika berkeliling di daerah yang sama.
"Capek ya," tanya Jobes sambil meletakkan secangkir minuman dingin di atas meja kerjaku.
"Hm...," jawabku.
"Yah udah, pulang aja duluan. Istirahat."
"Ha? Mau sih. Tapi..., jangan deh."
Jobes menatapku.
"Yah udaah kalau gitu."
**
__ADS_1
(Di kamar)
Aku merebahkan tubuhku di atas kasur. Dengan sedikit kelelahan, aku memandangi langit-langit kamar yang gelap. Hari itu sudah malam.
Aku termenung dalam beberapa hal yang membuatku sendiri tak mengerti. Sebenarnya apa tujuan hidupku.
DRTTTTR....
Aku bergegas memeriksa ponselku lalu menjawab panggilan.
"Hallo ma." Suara memelas. Dengan rasa lelah yang masih belum hilang.
Aku masih menunggu jawaban dari sebrang telpon.
"Hallo?"
Masih hening. Namun tiba-tiba sangat berisik. Kemudian panggilan berakhir.
Kucoba menelpon lagi.
Tut... tut... tut...
~
Drt.... Drt....
"Huhft!!" Aku meraih kembali ponsel meski masih sedikit kesal.
"Hallo? Ma?"
"Hallo Nat?" jawabnya. Suaranya sedikit aneh.
"Hallo ma, ini mama kan?" Aku bangkit dari baringku. Berusaha meyakinkan bahwa itu adalah mama.
"Hallo, Nat? Ini mama nak." ucapnya lagi.
"Mama sehat kan?" tanya ku tak yakin.
"I-iya Nat. Ini mama."
__ADS_1
Aku mendengus.
"Mama apa kabar? Kapan balik Ma?"
"Mama baik-baik saja sayang. Uhm. Udah dulu ya. Mama buru-buru nih. Nanti mama telpon lagi."
Panggilan berakhir.
"Aneh!"
**
(Esok harinya)
Aku terbangun ketika ponselku berdering. Aku mengusap mataku lalu memeriksa ponselku.
Sayangnya aku terlambat menjawab panggilan itu. Akhirnya ku letakkan lagi ponselku laalu bangkit bergegas bersiap-siap kerja.
Aku melangkah ke kamar mandi. Dengan segera menyiramkan air ke tubuh agar tidak begitu terasa dingin.
(Beberapa lama kemudian)
Pergerakanku berhenti ketika kulihat kalender.
"****! Tanggal merah, akhir pekan." Aku menyudahi berdandan.
Sekedar menguncir rambut pendek lalu bersantai di dekat jendela.
"Auh, ponselku!" Aku segera mengambil ponsel di atas kasur.
"Mama? Kenapa sepagi ini menelpon?" tanyaku.
Aku pun menelpon balik ke nomor mama.
"Hallo?" ucapku.
Tak mendengar balasan, yang terdengar hanya suara keras dan suara bising. Aku berusaha menyimak suara-suara itu.
**
__ADS_1
Mana nih support nya🤗🤗🤗