
Esok harinya....
"Ma, aku harus balik nih, ada urusan kantor yang belum kelar." Aku mengemasi barang-barangku di kamar, sedangkan mama tengah duduk memperhatikanku.
"Yah..., tunda dulu lah Nat. Kita kan belum pergi jalan-jalan keliling London. Yah, please...," ucap mama dengan ekspresi memohon.
"Tapi ma..., ada proyek besar yang harus aku tangani." Aku berhenti lalu duduk di samping mama.
Aku menatap lekat mata mama lalu menyentuh pipinya dengan kedua tanganku.
"Maaf ya ma. Aku harus balik hari ini." Aku tersenyum paksa menatap mama.
"Uhm..., aku masih pengen di sini ah Nat. Rugi banget kalau gak jalan-jalan dulu." Panca masuk ke kamar menyambar pembicaraan.
Aku dan mama pun mengalihkan perhatian ke arahnya.
"Yah udah, kamu tinggal dulu di sini. Aku akan balik duluan." Aku kembali bangkit mengemasi barang-barangku.
"Gak bisa gitu dong Nat. Kemaren kan kamu maksa aku buat datang, so.... Sekarang aku maksa kamu untuk tunda dulu pekerjaanmu dan tinggal dulu di sini beberapa hari lagi. Aku gak mau tau ya." Panca memalingkan wajah lalu keluar dari kamar.
Aku mendengus lalu melihat ke arah mama,
"Oke. Aku bakal stay dulu."
Mama menghembus napas lega,
"Gitu dong. Mama senang banget tau."
__ADS_1
~
~
~
"Sayang, kita bakal kemana nih?" tanya ayah Jhon duduk di sofa.
"Kita keliling-keliling aja sayang," jawab mama.
"Nat sama Panca mau jalan-jalan katanya."
"E, ma..., Panca kali ma yang pengen," sambarku.
"Yah ela. Bilang aja kamu juga mau, tapi malu-malu." goda Panca melirikku.
"Uhm.... Iyain aja deh." Aku menyunggingkan senyum ku.
Mobil melaju dengan cepat. Aku, Panca, Mama dan Ayah Jhon berada dalam mobil. Aku memperhatikan pemandangan sekitar ketika dalam perjalanan. Begitu banyak bangunan tinggi yang berdiri dengan kokohnya.
(Beberapa lama kemudian)
Kami pun turun dari mobil. Ayah Jhon berjalan bersama mama sambil saling merangkul. Sedangkan aku berjalan bersama Panca sambil sibuk perhatian masing-masing.
Kami tiba di sebuah tempat lalu mengambil kesempatan untuk berfoto bersama.
Kemudian kami lanjut ke tempat lainnya. Hingga tiba saatnya kami berhenti di sebuah taman yang entahlah apa nama tempatnya. Mama dan ayah duduk di kursi lainnya, sedangkan aku dan Panca duduk di kursi lainnya.
__ADS_1
Dari tempat duduk, aku melihat mama tertawa-tawa bersama ayah sehingga membuatku ikut senang.
"Nat, aku kesana bentar ya." Panca berdiri lalu pergi.
Aku melihat-lihat sekeliling. Menyaksikan beberapa pertunjukan sulap dan yang lainnya.
"Hay." seseorang duduk di kursi depan. Tentu saja kehadirannya membuatku kaget.
"Eh, hai," jawabku.
"Kamu sama siapa ke sini?" tanya lelaki itu, Andri.
"Sama mama, ayah dan...,"
"Hey!" seru Panca tiba-tiba dengan dua buah es krim di tangannya.
"Nih!" Panca menyodorkan satu es krim kepadaku.
Dengan ragu aku menerimanya. Panca duduk di kursi sambil menikmati es krimnya. Sedangkan Andri terlihat bingung harus berbuat apa.
"Apa kau mau bro?" tanya Panca menyodorkan es krim di tangannya yang sudah di jilatin dari tadi.
Dengan segera Andribmenolak,
"Auch. Gak bro. Thanks."
"Ah, oke bro. Kalau kamu mau, aku bisa beliin untuk kamu."
__ADS_1
"Gak bro, makasih. Yah udah, aku pergi dulu ya. Have nice day." Andri bangkit lalu pergi sembari melambai dari dalam mobil, menatapku.
**