
Hidup kadang, memang sulit ditebak. Kadangkala apa yang menjadi perkataan hati sering kali berbeda dengan apa yang ada dalam pikiran.
Pagi itu, seorang wanita mengintai kamar inap Panca. Dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan dia mengintip sedikit melalui pintu yang sedikit terbuka.
PLOK PLOK PLOK!!!!
Seorang dokter berjalan menuju ruang inap Panca. Di dalam sana, sudah ada Indah dan juga Alex.
"Selamat pagi," sapa dokter yang kemudian memeriksa kondisi Panca.
"Pagi dokter," balas mereka serentak.
"Mas Panca hari ini sudah bisa pulang. Tapi, saya sarankan supaya jangan banyak berjalan dulu dan lebih baik jangan terlalu dipaksakan untuk berjalan. Sebab tulang kakinya masih dalam tahap pemulihan. Paling dua hari baru bisa dibawa jalan,'' tutur Dokter.
''Kalau begitu saya permisi dulu,'' lanjutnya.
''Baik, terima kasih banyak dokter," ucap Panca.
''Terima kasih dok,'' lanjut Alex dan Indah.
Dokter pun segera keluar dari ruangan itu. Sementara ketiga orang itu segera bersiap-siap untuk pulang.
~
~
~
Sesuai permintaan Alex, akhirnya Panca tinggal sementara di rumahnya Alex. Mereka menyiapkan kamar untuk Panca.
''Pan, kamu gak pa pa kan kalau aku tinggal bentar. Soalnya aku harus ke bengkel dulu,'' ucap Alex.
''Iya, gak pa pa. Betewe, makasih ya.''
''Selow aja kali. Yah udah, aku pergi ya. Kalau mau apa-apa ambil sendiri aja ya, hehehe.''
''Oke, siap bos.''
Alex pun segera pergi ke bengkel dengan mengendarai motor gedenya.
~
~
__ADS_1
~
(Di bengkel)
''TON!!!'' teriak Alex memanggil Anton.
Dengan segera, Anton pun berlari menghampiri ALex.
''Kenapa bos?'' tanyanya.
''Mobil yang kemaren minta dimodif, udah kelar bersih gak?'' tanya Alex.
''Udah bos, udah selesai malah.''
''Mana?'' tanya Alex.
''Sudah di ambil oleh pemiliknya boss.''
''APA?!''
''Kenapa bos, kaget saya.''
''Kaget kaget..., saya lebih kaget Anton!!'' bentak Alex.
''Siapa yang datang untuk menjemput mobil itu?'' tanya Alex dengan nada yang sedikit meninggi.
''Pemiliknya bos.''
''Ya ampun Anton. Begok amat sih!''
''Maksud saya itu, yang jemput cowok atau cewek, Anton?!!'' bentak Alex lagi.
''Cewek boss.''
Alex pun tercengang mendengarnya.
''Kamu yakin, yang ambil mobilnya adalah pemilik mobil?'' tanya Alex.
''Yakin banget bos. Soalnya yang datang cowok sama cewek. Nah cowoknya tuh yang waktu itu datang mengantar mobil itu kesini bos. Kalau yang cewek kayaknya majikannya deh bos. Soalnya tuh cowok, manggil ibu ke cewek itu.''
''Ohw, ya udah. Lanjutin kerjanya.''
''Siap bos.''
__ADS_1
**
(Taat)
Setelah beberapa hari dari kampung halaman, Taat pun kembali ke tempat kerjanya usai mengambil cuti. Dengan motor nya, dia menempuh jarak yang cukup panjang. Di tengah jalan, tiba-tiba motornya mogok. Kebetulan dia berada di sekitar bengkel terdekat.
''Permisi bang,'' ucapnya dengan ngos-ngosan karena mendorong motornya.
''Ya bang.'' Anton segera menghampiri Taat.
''Kenapa motornya bang?'' tanya Anton.
''Mogok lagi dia bang,'' ucap Taat sembari duduk di bangku.
''Oh, iya bang. Saya cek dulu deh,''
Anton pun segera memeriksa motor Taat.
''Bang, saya titip bentar ya, saya mau ke mini market situ dulu,'' ucap Taat.
''Oh iya bang, silakan.''
Taat pun segera berjalan meninggalkan bengkel lalu menuju mini market di seberang bengkel. Tiba di mini market, Taat langsung masuk untuk membeli minuman. Ketika hendak berjalan ke kasir, tiba-tiba dia bertabrakan dengan seorang wanita. Minuman yang ada di tangannya pun terjatuh di lantai. Untungnya tidak bocor. Dengan segera Taat mengambil minuman itu.
''Sorry sorry, saya gak sengaja,'' ucap wanita bertopi itu.
Taat pun segera menoleh ke wanita itu begitu mengenal suara wanita itu. Mata mereka pun bertemu.
DEG!
DEG!
DEG!
Mata Taat pun seketika terbuka lebar melihat wanita yang ada dihadapannya. Rasa tak percaya mulai meronta-ronta dalam hati dan pikirannya. Dengan segera, Taat menarik wanita itu ke pelukannya dengan jantung yang berdebar tak tentu. Sementara wanita itu hanya pasrah dalam pelukan dada kekar pria yang memeluknya.
''Nat,'' ucap Taat dengan lembut. Suara lembutnya menggambarkan rasa cinta yang teramat dalam. Perasaannya bercampur aduk.
Pelukannya belum terlepas. Taat semakin erat memeluk wanita itu.
''Aku benar-benar gak nyangkah kalau kamu masih hidup, Nat.'' Taat mulai berbisik di telinga wanita itu.
**
__ADS_1