My Last Kiss

My Last Kiss
CHAPTER 43


__ADS_3

Sebelum tidur, aku menyusul Panca ke kamarnya.


Tok tok tok!!


Aku langsung membuka pintu kamarnya lalu menghampirinya yang sedang sibuk menatap laptopnya.


"Pan," ucapku sembari duduk di atas kasurnya.


"Hm.... Kenapa? Mau pinjam uang?" ucapnya meledekku.


"Gak lah. Geer banget kamu."


"Hahahah. Terus kenapa? Kangen?" tanya lagi mengusiliku.


Aku menghela napas panjang lalu menghembusnya dengan pelan.


"Tiga hari lagi mama mau nikah lagi. Kita kesana yuk." ucapku yang membuat Panca mengalihkan pandangannya ke arahku kaget.


"Ha? Tante Kezia nikah lagi? Emang ada yang mau ya sama tante?" lagi-lagi Panca meledek.


Mendengar perkataannya, aku menjitak bahunya kesal.


"Serius tolil. Mama mau nikah lagi. Trus minta aku datang dua hari sebelumnya. Kamu ikut ya."


"Sejak kapan nyonya traveller ajak teman untuk travelling?" tanyanya lagi dengan senyum lebar menjengkelkan.


"Ya elah. Ini kan bukan travelling, tolil.... Mau ya, please...." Aku mengatupkan tangan memohon.


Panca terdiam sejenak memikirkan jawaban.


"Mmmm.... Yah udah deh-" kata-katanya terhenti ketika aku bersorak kegirangan.


"Makasih ya Pan, sepupuku aku yang ganteng, baik hati, tidak sombong dan rajin ngapelin cewek orang."


Panca menatapku seolah mengisyaratkan peperangan.


"Tapi.... Tapi.... Ada sya-rat-nya."


"Hm.... Pakek syarat-syarat lagi. Gak ikhlas banget." jawabku kesal.


"Uhm. Yah udah kalau gak mau." Panca memalingkan wajahnya ke arah laptop.

__ADS_1


"Oh, yah udah, yah udah. Apa syaratnya?" tanya menarik lengannya.


"Hahaha. Oke, oke. Syaratnya adalah.... Kenalin aku sama cewek cantik di kantor mu dong."


Mendengar permintaan sepupuku itu, aku pun menghempaskan lengan Panca dengan kesal.


"Aku kira apaan. Datang aja ke kantor lain kali. Di sana ada banyak cewek cantik," jawabku sambil berjalan keluar kamar Panca.


"Benaran ya!" teriaknya yang masih melihatku berjalan keluar.


Aku pun hanya membulatkan jariku mengatakan 'oke'.


~


~


(Esok harinya)


Aku segera melajukan mobil menuju kantor.


Aku berjalan di koridor sambil melihat-lihat sekitar seperti orang kebingungan.


"Selamat pagi Bu."


Begitulah mereka menyambutku. Aku masih berjalan di koridor.


"Sis," ucapku ketika Siska baru datang."


Siska menghampiriku,


"Ya, buk."


"Taat samma Astrid udah datang belum?" tanyaku.


Siska melirik jam di tangannya,


"Belum bu. Sepertinya sebentar lagi."


"Mmm. Nanti tolong sampaikan pada mereka untuk langsung menemui saya di ruangan saya, ya."


"Baik bu."

__ADS_1


"Oh ya, satu lagi. Kamu juga ya."


"Baik bu."


Aku pun berjalan kembali menuju ruanganku.


KREKKKKKK....


Aku hendak duduk di kursiku, namun sebuah kotak berbungkus kertas kado di sofa, mengalihkan perhatianku. Aku meletakkan tas ku di atas meja lalu meraih kotak itu.


Aku segera membuka bungkusan kotak itu lalu memeriksa isi di dalamnya.


'Hai, Natasia Nouban. Sudah begitu lama tak bertemu. Kau masih ingat aku? Perpisahan di pelabuhan tak membuatku melupakanmu sedikitpun. Kau masih ingat kan, aku akan menunggumu sampai kapanpu. Kau masih ingat dengan kata-kata itu? Aku sangat merindukanmu Nat. Aku tunggu nanti malam di kafe sekitar kantor mu ya, '


"Siapa ya?" gumamku.


Aku menemukan sehelai gaun di dalam kotak itu. Aku kembali mengingat-ingat orang itu, namun tak terbayang satu pun.


~


~


"Permisi bu." Siska membukakan pintu. Diikuti oleh Taat dan Astid.


"Ya. Saya mau Siska menghendel proyek kita ini. Tolong laporkan kemajuan nya kepada saya. Taat dan Astrid, silakan berkoordinasi dengan Siska. Saya serahkan semuanya pada kalian. Karena, saya akan ke luar negeri dulu untuk beberapa hari. Jadi, tolong diurus ya."


"Baik bu."


~


~


Aku segera melajukan mobil untuk segera pulang. Mengingat sebentar lagi aku dan Panca harus berangkat ke bandara. Belum lagi, sedari tadi Panca sudah menelpon.


Setibanya di rumah, aku segera mengeluarkan koper dan barang-barang lain untuk dibawa.


"Yook!" ucapku pada Panca yang tengah menunggu di halaman.


"Yookkkk!" jawabnya sembari membantuku memasukkan barang ke bagasi mobil.


Kami pun berangkat ke bandara dengan segera.

__ADS_1


**


__ADS_2