My Last Kiss

My Last Kiss
CHAPTER 66


__ADS_3

''Nat,'' ucap Taat dengan lembut. Suara lembutnya menggambarkan rasa cinta yang teramat dalam. Perasaannya bercampur aduk.


Pelukannya belum terlepas. Taat semakin erat memeluk wanita itu.


''Aku benar-benar gak nyangkah kalau kamu masih hidup, Nat.'' Taat mulai berbisik di telinga wanita itu. Perlahan matanya berkaca-kaca.


Karena merasa risih, wanita itu pun berusaha melepas pelukan Taat. Sayangnya, lelaki itu belum ingin melepas pelukannya meski disadari banyak mata yang mulai melihat mereka.


"Hey, lepasin. Aku gak bisa napas kali." ronta wanita itu.


Karena kasihan, Taat pun melepas pelukannya lalu kembali memperhatikan wajah wanita itu dan seluruh tubuh wanita ini dari kaki sampai kepala. Hasilnya tidak mengecewakan. Apa yang dia lihat adalah sebuah kenyataan bahwa Nat masih hidup dan wanita yang berdiri di depannya adalah Nat.


**


(Di dalam sebuah kafe)


"Kenapa ngeliatinnya kayak gitu sih?" tanya Wanita yang bernama Nat itu. Dia terpaksa membawa Taat ke tempat itu supaya dia tidak dikenali oleh orang lain.


Meski sudah berulang kali bertanya, Taat masih belum juga tersadar dari lamunanya. Dia terus menatap wanita itu tanpa berkedip. Bagaimana tidak, wanita yang dikatakan sudah meninggal setahun lalu kini berada di hadapan matanya sebagai manusia. Rasanya masih tak percaya kalau wanita itu benar-benar manusia asli, bukan jelmaan atau halusinasinya saja.


Taat pun menampar pipinya kemudian mencubit tangannya.

__ADS_1


"Ini bukan mimpikan?" tanya Taat pada diri sendiri.


Kemudian dia kebmbali menampar pipi kanan kirinya dengan harapan, kenyataan yang dia lihat saat itu adalah kenyataan yang asli, bukan mimpi yang menjelma menjadi kenyataan sesaat.


"Hello," ucap wanita itu melambai-lambai ke wajah Taat.


Taat pun mencubit pipi wanita itu dan memegang tangannya berusaha meyakinkan dirinya.


"Ini benaran kamu Nat?" tanyanya masih tidak percaya.


PLAK!


Sebuah tamparan yang cukup keras melayang ke wajah manis Taat. Tentu saja, spontan dia merasa kesakitan.


"Gimana, sakit kan?" tanya wanita itu dengan wajah kesal.


"Sakit lah, masa gak. Tunggu! Kalau ini sakit, berarti ini bukan mimpi dong," ucap Taat yang kemudian menyentuh kedua pipi wanita itu lalu menariknya ke pelukannya lagi. Rasanya sangat lega dengan kebenaran itu.


"IHHHH. Lepasin dong!" gerutu wanita itu berusaha mendorong tubuh Taat.


"Dengar! Aku mau kamu tetap merahasiakan semua ini. Aku gak mau orang lain tau dengan kebenaran ini. Termasuk mama, ayah, Panca dan semuanya. Cukup aku dan kamu yang tau tentang ini." Wanita itu menatap Taat dengan tatapan yang dalam penuh peringatan.

__ADS_1


"Tapi, kenapa kamu..., gimana ceritanya kamu masih hidup? Bukannya dalam mobil itu kamu...,"


Taat terdiam ketika wanita itu mulai membuka bicara. Dia mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi.


"Waktu itu, aku gak sengaja lihat dari spion mobil yang kami pakai waktu pergi jalan-jalan sama Panca. Dua laki-laki itu kelihatan mencurigakan. Udah jalan jauh, tapi motor mereka terus ngikutin dari belakang. Aku pura-pura tidur dalam mobil. Aku tau, Panca sendiri tidak sadar kalau aku hanya pura-pura. Ketika kami berhenti, aku mendengar percakapan laki-laki itu di telpon dan dengan jelas menyebut namaku dan Panca. Aku semakin curiga, kemudian laki-laki itu turun dari mobil dan masuk ke dalam truk. Mobil kami berhenti, Panca juga tidur. Aku kembali merhatiin gerak-gerik laki-laki itu, trus..., Panca tiba-tiba keluar dari mobil. Untungnya, aku langsung gerak dan keluar dari mobil dengan segera ketika truk itu dengan kencang melaju ke arah mobil kami dan untungnya aku dan Panca keluar ari mobil itu. Akhirnya mobil itu meledak. Aku sengaja meninggalkan jaket aku dalam mobil itu supaya mereka percaya kalau aku ikut mati dalam mobil itu. Aku yakin, kalau semua ini adalah pembunuhan yang direncanain, tapi aku belum tau, siapa di balik semua ini," jelas Nat.


"Aku harus menyelidiki semua ini, makanya aku ngelakuin semua ini. Aku ingin mencari tau, siapa dibalik semua ini." ucap wanita itu dengan nada yang tegas.


"Aku ingin tau, kenapa mereka tega melakukan semua ini."


Taat hanya tercengang mendengar cerita dari Nat.


"Wow, benar-benar rencana yang bagus."


"Trus, apa rencana kamu sekarang?" tanya Taat.


"Aku akan biarin mereka bersenang-senang dulu. Aku yakin, sebentar lagi, aku bakal nemuin orang dibalik semua ini." Pandangan mata wanita itu cukup tegas dan dalam.


"Terus, kamu tinggal dimana sekarang?" tanya Taat ingin tau.


"Untuk saat ini, aku belum bisa bilang ke kamu, tapi aku mohon, tolong jaga rahasia ini."

__ADS_1


Setela berbincang cukup lama, akhirnya Nat memutuskan untuk pergi, namun sebelum itu, Taat meminta Nat untk memeluknya lagi.


***


__ADS_2