
"BENDERA MERAH PUTIH!" teriak kami serentak.
Karena sudah tau, kami pun meraih bendera itu dari tas masing-masing lalu menancapkannya di pinggir puncak gunung itu. Kemudian kami saling menatap kagum dengan berkibarnya bendera Merah Putih.
(Beberapa lama kemudian)
Masing-masing kami mendirikan tenda dan mempersiapkan segalanya.
Rasanya sangat menyenangkan. Menikmati pemandangan yang sangat amat menakjubkan. Pemandangan perumahan penduduk, sungai yang bertemu dengan laut pepohonan dan banyak hal indah yang tampak.
"Guys, berfoto yuk," ajak Bidadari yang mulai mencari tempat yang tepat untuk berfoto.
"Yok yok!"
Kami mulai berlari-lari kecil untuk ikut berfoto.
CEKREK!!!
CEKREK!
CEKREK!
CEKREK!!
Beberapa foto pun berhasil terambil oleh kamera Bidadari.
"Guys, laper nih. Makan yok!" ajakku ketika kusadari perutku mulai menghasilkan bunyi.
"Iya nih. Sama, aku juga udah laper," balas Auna dan yang lain.
__ADS_1
~
~
~
Setelah selesai memasang tenda dan mempersiapkan segalanya, kami pun bersiap-siap untuk memasak makn malam saat itu.
Jobes dan Bagus membantu kami untuk menimbah air lalu mengangkatnya ke atas. Sedangkan Vinsen membantu menemukan kayu bakar untuk memasak. Aku, Auna dan Bidadari menyiapkan bahan makanan untuk di masak.
Setelah semua terkumpul, kami pun segera melakukan ritual memasak (Hahahaha). Dengan api yang sudah menyala, aku meletakkan kuali di atasnya lalu menaburkan sedikit minyak.
CRATTTTTT!!!
(Bunyi cipratan minyak di dalam kuali)
"Tada, selesai." Aku mengangkat kuali dari tungku lalu memindahkan sayuran ke dalam mangkok.
~
Akhirnya masakan siap di santap. Kami pun duduk di atas karpet dan di hadapan kami sudah ada makanan yang siap di santap.
"Mmmm, aromanya sedap nih." Bagus mengibas-ngibaskan tangannya ke arah hidungnya karena terpesona dengan aroma masakan yang memang mengguga selera.
"Yah udah, yok makan yok," ucap meraih piring mereka lalu mengisinya dengan nasi.
Setelah itu, mereka mengambil sayur dan lauk. Selesai, makanan siap disantap.
*
__ADS_1
Hallo sobat readers, maaf ya karena Author bolos up ceritanya.
Sebenarnya, Author juga merindukan like, komen serta vote dari sobat readers nih, tapi tapi tapi..., Author mengalami beberapa kendala nih, beberapa hari lalu, jadi bolos up.
#cerita dikit ya,
Tentang gadis tomboy. Pengalaman pribadi sih, cerita MY LAST KISS ini, terinspirasi dari kisah nyata hidup teman aku. Aku dan si tomboy ini udah berteman sejak kecil. Di setiap sisi kehidupannya kujadikan cerita, tapi tapi tapi..., tentu saja tidak semua mendiktekan tulisan aku ya. Hehehe.
Mencari ide untuk dituliskan menjadi suatu cerita itu gak mudah loh, makan waktu, tenaga, dan lain-lain. Intinya gak semudah yang dibayangkan.
Authoe sering ngeblank waktu nulis. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa nemukan ide. Nah, kebetulan teman aku ini menjadi insprirasi tulisan aku.
Tak semua cewek tomboy itu adalah bad girl ya guys. Aku sendiri dibilang tomboy, tapi tetao saja bisa sefeminim mungkin, hehehehe.
Readers : Udah ah thor. Bosan baca curhatannya.
Author: bentaran doang kali.
Readers : uhm....
Dikit lagi yah, guys. Berbicara tentang ngeblank saat nulis, aku sih biasanya jalan-jalan di sekitat rumah sambil merhatiin orang-orang yang lewat depan rumah sih, kebetulan rumah aku tuh dekat jalan raya.
Nah, masih gak nemu, aku baca novel lain gitu. Sampai kadang terbawa suasana. Hihihi.
Masih gak nemu, aku coba nulis apa yang terlintas gitu di pikiran aku.
Banyak cara yang bikin aku tuh bisa dapat ide. Awalnya iseng nulis, lah.... Lama-lama kebawa suasana dan ceritanya pun JADI.
MAAF, menunggu lama ya sobat Readers. I love you full everybody.😍😍😍
__ADS_1