My Last Kiss

My Last Kiss
CHAPTER 45


__ADS_3

Usai pesta selesai, aku duduk di balkon memandangi langit yang gelap tanpa bintang.


"Sepertinya akan turun hujan sebentar lagi." Aku menopang tubuhku dengan kedua tangan dari belakang.


Aku masih terbayang-bayang dengan perkataan pak Supri.


"Apa iya, aku bukan anak kandungnya mama? Terus siapa orang tua kandungku?" batinku.


"Kenapa mama gak pernah cerita ke aku?" batinku lagi.


"Hemm," dehem seorang pria bernama Andri yang menyusulku duduk di balkon.


"Eh," ucapku kaget dengan kehadirannya.


"Kamu baik-baik aja?" tanyanya.


"Iya. Aku baik-baik aja."


"Uhm.... Udah malam, dingin juga. Kenapa belum masuk?"


"Lagi pengen di sini."


"Mmmm." Pria itu mengangguk pelan.


"Kamu..., kamu benaran gak ingat aku?" tanyanya membuatku menoleh menatapnya.


"Aku gak nyangkah ya, Tuhan mempertemukan kita lagi setelah beberapa tahun lamanya. Penantianku gak sia-sia."


Aku menyernyitkan alis tak mengerti maksud pria itu.


"Malam itu, aku nunggu kamu di kafe, tapi kamunya gak datang. Sayang sekali. Tapi.... Kita malah di pertemukan di sininya."


Aku kembali mengingat sebuah kotak yang kutemukan di ruanganku.


"Aku Andri , Nat. Kamu gak ingat sama sekali tentang kita dulu? Cowok yang nabrak kamu di desa?"

__ADS_1


Aku terdiam sejenak mengingat-ingatnya.


"Oh.... Andri." Ucapku dengan mata bulat.


Dia hanya tersenyum lega karena berhasil membuatku mengingatnya.


"Udah lama banget ya. Kamu udah berubah sih. Lebih feminim dari dulu-dulu."


"Hahaha."


"Masih suka travelling?" tanyanya.


"Tentu dong. Tapi.... Kamu juga beda loh. Dulu gayanya gak begini. Sekarang kamu lebih baik dari dulu."


"Hahaha. Dulu itu pencitraan Nat. Banyak cewek dekatin aku hanya karena aku mapan dan ganteng. Jadi aku pura-pura norak waktu itu."


"Sombong ya...."


Kami hanya tertawa-tawa mengingat kejadian dulu.


~


~


"Jadi? Maksudnya?" tanyaku bingung.


"Hubungan kita saat ini bagaimana?" tanyanya lagi.


"Mmmm. Aku.... Aku udah lama lupa tentang itu sama kamu. Maaf ya."


"Uhm.... Oke. Anggap saja dulu kita gak pernah ketemu. Sekarang, anggap kita baru kenal dan aku baru jatuh cinta sama kamu. Kamu mau gak, jadi pacar aku?" tanyanya membuatnya tercengang dengan pernyataannya itu.


"Ah.... Hahaha. Andri." Aku menepuk pundaknya.


Dia hanya tersipu lalu menatapku dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Aku serius Nat."


Aku terdiam sejenak. Menatap matanya yang tak berkedip menatapku.


"Aku udah lama nungguin kamu. Kamu masih ingat kan kata-kataku dulu. Kalau aku bakal nunggu kamu sampai kapanpun. Kurasa penantian itu udah cukup Nat."


Andri meraih tanganku.


"Kamu mau kan?" tanyanya lagi.


"Maaf ya Ndri. Jujur, aku dulu memang pernah suka sama kamu. Kamu datang tiba-tiba, setelah sekian tahun kita gak ketemu. Perasaan itu mungkin belum ada untuk saat ini. Tapi, suatu saat nanti bakal ada. Aku minta maaf, aku belum bisa." Aku bangkit lalu meninggalkan Andri.


"Aku bakal nunggu lagi Nat. Gak peduli seberapa lama." ucapnya menghentikan sejenak langkahku.


Aku pun kembali berjalan meninggalkan Andri sendiri di balkon.


(Andri)


"Mau sampai kapanpun Nat. Aku bakal nungguin kamu. Perasaanku ke kamu gak bakal berubah Nat. Justru semakin hari semakin dalam. Aku hanya mencintaimu, satu untuk selamanya, bahkan sampai aku mati." Andri menatap langit gelap.


(Panca)


Dia berdiri di balik pintu begitu dengan tidak sengaja melewati balkon dan mendengar pembicaraan sepupunya itu dengan pria bernama Andri yang ternyata termasuk salah satu masa lalu Nat.


Dia menghampiri Andri yang masih terpaku menatap langit.


"Seberapa sayang kamu sama sepupuku?" tanya Panca sembari duduk di samping Andri.


"Aku gak tau seberapa cinta, tapi aku mencintainya bro." Andri menoleh ke arah Panca dengan tatapan serius.


"Kalau kamu benaran cinta sama dia, jangan pernah buat dia nangis dan sebagainya. Jika tidak, kamu gak bakal pernah ketemu dia lagi."


Panca berdiri lalu meninggalkan Andri setelah memberikan saran. Sejujurnya Panca takut jika nanti sepupunya itu bertemu dengan pria seperti Han, lelaki ba*ingan itu.


**

__ADS_1


__ADS_2