My Last Kiss

My Last Kiss
CHAPTER 26 ~ KEJUTAN


__ADS_3

(Malam hari)


Aku menutup pintu rumah setelah pulang dari minimarket depan rumah untuk membeli beberapa cemilan.


Aku mencari-cari keberadaan sepupuku itu, tapi..., sepertinya dia tidak di rumah saat ini. Aku menyusulnya di kamarnya. Uhm..., sepertinya usahaku sia-sia. Kemana dia?


"Ah sudahlah. Paling dia pergi keluar." Aku berjalan ke dapur, membuka kulkas lalu memasukkan beberapa makanan ke dalamnya.


Aku berjalan ke kamar dengan sebuah cemilan di tanganku dan sekotak yougurt.


Krekkkk.


Aku membuka pintu kamar lalu masuk. Aku duduk di meja belajar membuka sebuah novel lalu membacanya sambil menikmati cemilan yang ada.


GLEK!


Tetesan yougurt tumpah mengenai halaman novel yang kubaca. Dengan segera, aku mengambil tisu dan mengelapnya.


Aku kembali membuka halaman berikutnya. Membacanya perlahan. Lagi, lagi, dan lanjut ke halaman berikutnya.


DUAR!!!!!!


Sebuah ledakan, entah apa itu, mengagetkanku. Bunyi itu terdengar keras dan dekat. Aku berjalan mendekat ke jendela. Memeriksa apa yang terjadi.


Aku tak melihat apa-apa. Lalu bunyi itu berasal dari mana?


"Paling anak-anak komplek yang usil." Aku kembali ke meja.


DUAR!!!

__ADS_1


Terdengar lagi bunyi yang sangat keras. Kini tak hanya sekali, melainkan berkali-kali hingga membuatku sangat kesal dan sempat mengumpat.


Aku berjalan ke arah jendela. Kubukakan jendela lalu mendongakkan kepala ke luar. Aku melihat ke atas. Sama sekali tak ada apa-apa.


PRAK PRAK PRAK!!


Aku segera menoleh ke asal suara. Kembang api yang terlihat di langit, membuatku terpaku kagum melihat betapa indahnya kembang api itu.


Kesalku yang tadi berubah menjadi gembira. Senyuman tersungging di bibirku.


Tiba-tiba terdengar sorakkan dari bawah kamar, di halaman depan rumah.


Betapa kagetnya aku, sekaget-kaget kagetnya. Orang-orang berkumpul di sana. Dengan lampu-lampu dan hiasan yang sangat indah.


"HAPPY BIRTHDAY TO YOU..." Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


Aku baru sadar bahwa hari ini adalah ulang tahunku yang ke 21 tahun. Betapa bodohnya aku melupakan ulang tahun sendiri.


PROK PROK PROK PROK.


Mereka bertepuk tangan menyambutku. Aku benar-benar terharu dan mataku mulai berkaca-kaca penuh haru yang sangat dalam.


Bagaimana tidak, beberapa orang yang selama ini tidak lagi seolah menganggapku sahabat, mereka ada di sana, termasuk sepupuku yang kucari-cari dari tadi.


Bidadari, sahabatku memegang kue ulang tahun lalu meletakkannya di atas meja. Orang-orang berdiri membuat lingkaran.


Aku hendak meniup lilin, namun tiba-tiba....


"Tunggu!!!" Lingkaran itu perlahan membuka jalan. Memberi jalan pada seseorang yang berseru di luar lingkaran tadi.

__ADS_1


Suasana menjadi sangat hening dan menegangkan.


Perlahan orang itu mendekat memasuki lingkaran.


Aku menoleh ke arah orang itu.


"Apa iya, kalian merayakannya tanpa mama?"


Aku menjadi sangat kaget dan benar-benar tak menyangka sama sekali.


Mama ada di sana. Mama berjalan mendekatiku. Aku langsung memeluk erat mama dengan mata yang mulai mengeluarkan bulir-bulir air.


"Tiup lilinnya, tiup lilinnya...." Orang-orang mulai bernyanyi memintaku meniup lilin.


Aku membuat suatu permohonan. Kemudian meniup lilin.


"HUH!!!" Api pada lilinpun padam.


Orang-orang bertepuk tangan dan bersorak-sorak.


(Beberapa lama kemudian)


Aku masih berdiri di samping mama. Tanganku menggandeng tangan mama. Aku benar-benar bahagia malam itu.


Kemudian, sambil menikmati makanan malam itu, Jobes bersama sahabatku yang lain menghampiriku, memberikan ucapan, merangkulku dan meminta maaf atas semua yang telah terjadi. Nyatanya selama ini, mereka hanya berpura-pura marah padaku.


Malam itu menjadi malam yang tak terlupakan bagiku. Semua orang terlihat sangat bahagia, malam itu.


****

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak😉😉


__ADS_2