My Last Kiss

My Last Kiss
CHAPTER 62


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat. Tanpa menunggu waktu yang lama, Panca dan Indah pun menjalin hubungan khusus. Hubungan itu membuat mereka sering bertemu. Kadangkala, Panca meminta Indah untuk nginap di apartmennya usai mereka memutuskan untuk serius menjalani hubungan mereka.


Suatu hari di bengkel Alex. Seorang wanita datang dengan berpakaian jaket jeans, celana levis, tas selempang, sneaker dan memakai topi.


"Permisi bang, saya mau menjemput mobil saya." Wanita itu berusaha menyembunyikan wajahnya agar tidak dikenali.


"Loh, mbak. Mobil yang mana ya?" tanya Anton, pekerja di bengkel itu.


"Seminggu lalu supir saya datang untuk memodifikasi mobil saya."


"Uhm.... Waduh, maaf mbak. Saya tidak tahu, saya tanyakan dulu sama bos saya. Bentar ya, mbak." Anton pun berlari ke ruangan sang bos.


"Bos, ada pelanggan nyariin mobil yang katanya minta dimodif, seminggu lalu bos."


"Owh, iya iya."


~


~


"Loh, bukannya pelanggannya cowok waktu itu?" tanya Alex yang berjalan mendekati wanita itu.


"Iya bang, itu supir saya. Atas nama Sapri. Abang bisa cek kartu nama atas nama...," Wanita itu menoleh perlahan, ketika dia sadar bahwa itu adalah orang yang mengenalinya, dia pun dengan terburu-buru pergi.


"Hey, mbak. Tunggu!" teriak Alex.

__ADS_1


Anton berlari manghampiri Alex.


"Kenapa bos?" tanya Anton penasaran.


"Gak tau tuh, tuh cewek asal kabur aja, aneh."


"Uhm.... Iya ya, kenapa langsung lari gitu. Kayak ketakutan aja."


"Tapi..., bentar.... Kayaknya aku kenal sama tuh cewek."


"Siapa bos?" tanya Anton.


~


~


"Maksud kamu, Nat? Sepupu aku yang udah meninggal itu? Yang benar aja Lex?" tanya Panca kaget bercampur tak percaya atas apa yang baru saja dia dengar dari sahabatnya itu.


"Aku gak yakin betul sih bro, soalnya tadi dia tiba-tiba lari waktu dia datang nanyain mobil ke bengkel."


"Ha? Ini benaran Lex?'' tanya nya lagi.


''Ko jadi kamu sih bro yang gak percaya. Aku lebih kaget malah waktu ketemu sama dia.''


''Ok bro, kalau gitu, aku minta tolong ke kamu buat pantau terus cewek itu.''

__ADS_1


~


~


(Malam hari)


Panca dan Indah pun menikmati makan malam bersama di sebuah kafe.


''Ndah, kayaknya feeling aku soal nat masih hidup tuh, benar deh.''


''Maksud kamu?'' tanya Indah bingung.


''Tadi teman aku yang di bengkel bilang, kayaknya dia jumpa sama dia, cuma gak sempat mastiin karena cewek itu tiba-tiba lari gak tau kenapa,'' ucap Panca seolah mulai memiliki harapan.


''Sebenarnya, Panca sama Nat itu ada apa sih, kok aku ngerasa ada ynag lain gitu ya antara mereka,'' batin Indah ektika memperhatikan bagaimana berharapnya Panca tentang Indah.


Sementara Panca masih termenung memikirkan perkataan Alex, dia mulai mencari-cari cara agar dapat menemukan wanita yang mirip dengan sepupunya itu.


''Hey, sayang....'' Indah melambai ke Panca yang sedari tadi hanya diam membisu mengabaikan Indah.


''Eh, sayang. Udah makannya?'' tanya Panca setelah sadar dari lamunannya.


''Udah kok. Yok pulang, kamu kayaknya capek deh, butuh istirahat.'' Inah pun bnagkit berdiri lalu mnarik lengan panca untuk segera pulang.


Merekapun memutuskan untuk pulang. Panca mengantarkan Indah ke rumahynya. Setelah itu, Panca pulang ke apartment.

__ADS_1


*******


__ADS_2