
(Esok harinya)
"Hallo, saya sudah kembali ke Indo. Tolong kamu lakukan rencana yang sudah di susun. Saya tidak mau rencana kali ini gagal.'' Andri menutup telponnya.
Dia berdiri di depan cermin untuk memperbaiki dasinya. Kemudian merapikan rambutnya lalu mengambil jas hitamnya dari dalam lemari.
Lelaki itu berjalan ke parkiran, masuk ke dalam mobilnya lalu segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
~
~
(Nat)
Aku sudah bersiap-siap. Langkah demi langkah, aku meninggalkan apartment Panca itu. Aku memasuki mobilku lalu segera melajukannya dengan kencang.
''Tiap hari Panca selalu lebih dulu berangkat. Hebat juga. Tapi lain kali, aku akan yang lebih dulu.'' Aku merapikan rambutku lalu kembali fokus menyetir.
(Beberapa lama kemudian)
Mobil menepi lalu kuparkirkan di parkiran kantor.
PLOK PLOK PLOK....
Aku berjalan di sepanjang lorong menuju ke ruanganku. Seperti biasa, suara sapaan dan teguran menyambutku. Serta senyuman ramah dari para orang-orang kantor.
''Sis, tolong temui saya di ruangan saya.'' Aku menutup telpon.
Siska segera datang lalu masuk ke dalam ruanganku.
''Permisi bu.'' Siska berdiri di depanku.
''Bagaimana perkembangan proyek pembuatan taman wisata kita?'' tanyaku berbalik.
''Untuk saat ini, sudah mulai pembangunan rangkanya bu. Ini foto-fotonya bu.'' Siska menampakkan foto dari ponselnya.
__ADS_1
''Bagus. Kira-kira akan selesai berapa lama lagi?'' tanyaku.
''Berdasarkan perkiraan, kurang lebih dua minggu lagi, bu. Dan..., itu sudah hasil bersihnya bu.''
''Baiklah. Tolong kamu koordinasi dengan Taat dan Astrid.''
''Oke bu.''
~
~
~
Aku berjalan ke luar. Tiba-tiba, seseorang menghadang langkahku.
''Hai Nat!'' ucapnya.
''Hai..., Andri?'' ucapku kaget dengan kehadirannya.
''Kamu ngapain ke sini?'' tanyaku lagi.
~
~
~
Aku dan Andri pun memutuskan untuk berbincang-bincang di dalam ruanganku.
Andri duduk di sofa sedangkan aku duduk di kursiku.
''Gak nyangkah ya, kamu makin maju aja. Luarbiasa!'' Ucap pria itu sambil melihat-lihat isi ruangan.
''Ah.... Jangan berlebihanlah. Kutebak, kau pasti lebih hebat dariku. Oh ya, bukankah kamu memiliki cabang kantor di mana?'' tanyaku.
__ADS_1
''Gak juga lah Nat. Cuma di Jakarta, dan..., sekarang aku berencana membangun cabang di daerah sini.''
''Wow, luarbiasa dong.''
''Aku juga berencana pindah ke sini.'' lanjutny\a.
''Kenapa tiba-tiba? Bukannya kamu lebih suka di kota besar?'' tanyaku ketika mengingat perkataan ayah tentang Andri yang lebih menyukai tinggal di kota besar, seperti Jakarta.
''Awalnya begitu, tapi....Kurasa, aku ingin pindah ke sini.''
''Ohw, semoga betah di sini.''
Setelah beberapa lama bergelut dengan pembicaraan tentang pekerjaan, aku dan Andri pun bermaksud makan siang di luar.
~
~
''Jadi, proyek besar apa yag sedang menyibukkanmu nat?'' tanya Andri sambil menyantap makan siangnya.
''Umm. Kami sedang dalam proses pembuatan tempat wisata di sebuah daerah terpencil sih.''
''Kenapa tertarik di daerah terpencil? Apa ada hubungannya dengan hobi?'' tanya Andri.
''Terlepas dari hobi. Lokasi yang strategis, dengan adanya tempat wisata di daerah itu, masyarakat yang melakukan perjalanan panjang dari daerah ke daerah dapat melepas penat sejenak dengan singgah di tempat wisata tersebut. Fungsinya baik dan bermanfaat.''
''Uhm.... Ide yang cemerlang. Lalu bagiamana dengan tarif masuknya?'' tanya Andri lagi.
''Kita tidak menerapkan tarif masuk. Sebab, sebenarnya, proyek ini hanya sebagai sumbangan perusahaan untuk daerah tersebut, jadi bukan untuk menggali untung sebesar-besarnya. Perusahaan kami lebih mengutamakan kenyamanan warga sih.''
''Kenapa?''
''Lahan kering dan kosong. Itu alasan lainnya. Sayang jika dibiarkan begitu saja.''
''Hm.... Ya ya ya. Dermawan, sangat dermawan.''
__ADS_1
***
mohon maaf kalau ada typo😁😁😁