My Last Kiss

My Last Kiss
CHAPTEE 46


__ADS_3

(Dalam kamar)


Aku menghempaskan tubuhku di kasur. Menghembus napas dengan kasar. Pikiranku lagi-lagi mengingat perkataan pak Supilri tentangku. Apa aku perlu mempertanyakan hal itu pada ibu, atau aku harus diam saja mengabaikan hal itu.


Aku menoleh ke arah langit melalui jendela kamar yang masih terbuka. Pikiranku kosong. Hingga tak terasa, aku terlelap tidur dengan hembusan angin malam.


~


Andri bangkit berdiri lalu pergi dari balkon ketika dia merasa kedinginan. Dia menutup pintu lalu berjalan menuju kamarnya. Ketika dia melewati kamar Nat, dia mendengar suara jendela yang beradu.


"Kenapa malam-malam begini, jendela belum ditutup." Andri membuka pintu ketika pintu masih terbuka dengan sedikit celah.


Andri masuk ke dalam kamar lalu menemukan Nat yang tengah terbaring.


"Astaga Nat. Kenapa sampai lupa menutup jendela." Andri pun berjalan menuju jendela lalu menutup jendela tersebut.


Pria itu menghampiri Nat yang tengah berbaring. Andri duduk memperhatikan lekat wajah wanita itu. Dengan senyum-senyum sendiri, lalu menghelus rambut gadis itu dengan lembut. Kemudian menarik selimut dari kaki Nat lalu menyelimuti gadis pujaannya itu.

__ADS_1


Usai memandangi Nat cukup lama, dia pun keluar lalu menutup pintu.


~


~


Andri berbaring di atas kasur, memandangi langit-langit kamar. Kemudiam, tiba-tiba dia merogoh sesuatu dari kantong celananya.


Dia membuka dompetnya lalu menarik selembar kertas dari dalam dompet. Pria itu memandangi kertas itu sambil berbaring. Sesekali tersipu dengan yang di pandangnya. Apa lagi, kalau bukan fotonya dengan sang kekasihnya dulu, Nat.


Andri masih terjaga meski hari kian larut bahkan mulai bertukar posisi dengan subuh. Lelaki itu duduk jendela. Memandangi langit yang kini tak lagi begitu gelap. Langit telah berubah indah dengan bintang-bintang di atas sana.


Kemudian dia meraih ponselnya lalu terlihat menghubungi seseorang.


"Maaf, saya masih di London. Rencana akan dilaksanakan ketika saya sudah kembali. Jangan lupa untuk mengatur semuanya dengan baik. Jika kau gagal, hidupmu akan berakhir." Andri mengakhiri panggilan di ponselnya lalu tersenyum jahat.


~

__ADS_1


~


Malam itu, lagi-lagi percakapan Andri di telpon tidak terlepas dari perhatian seorang pria yang sedari tadi mengikuti gerak-gerik Andri. Siapa lagi kalau bukan Panca.


Sepupu Nat itu, hendak mengintai pria bernama Andri. Dia merasa ada sesuatu yang mencurigakan dari pria itu.


Sejak saat itu, Panca bermaksud mengintai Andri dan mengikuti setiap gerak-gerik Andri.


~


~


Andri menutup jendela lalu berbaring di kasurnya. Sementara Panca kembali ke kamarnya untuk menyusun rencana pengintaian Andri.


"Aku tidak mungkin melakukannya sendiri. Yang ada, Andri dan Nat akan curiga."


Setelah memikirkan sebuah rencana, Panca menghubungi seseorang melalui telpon.

__ADS_1


"Hallo, aku akan pulang ke Indo besok. Nanti aku akan mengabarimu lagi. Ada pekerjaan untukmu. Iya.... Tenang saja.... Baik.... Oke." Panca mengakhiri panggilan lalu mematikan ponselnya.


**


__ADS_2