
Dua bulan telah berlalu semenjak aku mempelajari skill baruku. Selama dua bulan itu, banyak sekali rintangan yang aku lewati. Tapi lama kelamaan semua aku bisa atasi. Dan akhirnya aku pun berhasil menyelesaikan
latihan yang amat ekstrim itu. Akhirnya aku dapat berlari dengan kecepatan biasa sambil membawa beban yang sama dengan berat tubuhku. Dan juga aku dapat mengontrol energi spiritualku ke seluruh tubuhku dengan mudah.
“Akhirnya kamu berhasil menyelesaikannya nak!” seru ayahku.
Aku tersenyum senang. Ayahku mengelus kepalaku dan terlihat bangga atas apa yang aku capai.
Seluruh murid ayahku datang untuk melihat
perkembanganku. Mereka sudah banyak membantu disaat aku berlatih mati-matian. Dan mereka mengerti perasaanku karena mereka sudah pernah melakukan latihan ekstrim itu.
“Sekarang adalah penggunaan skill .” Ucap ayahku serius.
Aku menelan ludah. Akhirnya yang aku tunggu-tunggu selama 2 bulan ini akan tercapai.
“Skill ini sulit untuk dikontrol disaat pertama kali mencoba. Karena aka nada hentakan pada tubuh yang tidak terbiasa dengan
kecepatannya. Jadi untuk itu ayah sudah menyiapkan ini untuk percobaan pertamamu.” Ayahku menunjuk ke arah tumpukan jerami yang saat tadi pagi ditata olehnya dan para muridnya.
“Maksudnya…. Aku harus mengarahkan diri ke arah jerami itu?” tanyaku.
“Benar sekali.” Ayah memegang pundakku. “Karena aku yakin kamu tidak dapat berhenti saat menggunakan pertama kali.” Senyuman mengejek muncul dari ayahku.
“Kenapa sih ayahku ini.” Pikirku sebal. Kemudian aku melirik Mirana. Aku melihatnya menggerakkan mulut tanpa bersuara.
“Aku bisa melakukannya dengan sekali coba.” Ucap Mirana tanpa suara kemudian menyeringai. Jujur itu membuatku kesal.
Aku pun menatap jerami itu. Dan berkata pada diriku sendiri jika aku pasti bisa melakukannya tanpa harus menabrak jerami itu.
Dilihat dari konsepnya, ini sama seperti akselerasi saat menggunakan sepeda motor di duniaku yang sebelumnya. Terkadang yang baru saja mempelajari motor akan mengakselerasi sepeda motornya secara sekaligus. Dan yang benar adalah mengakselerasikannya secara perlahan. Sebenarnya ini pengalaman pribadiku sih. Dulu saat awal mempelajari sepeda motor aku hampir terjatuh karena mengakselerasikan sepeda motor ayahku. Salah satu pengalaman yang aku ingat di duniaku dulu. Mungkin saja aku bisa mempraktekkannya disini.
Aku yang sudah terbebas dari beban balok kayu, mengambil nafas Panjang. Memfokuskan energi spiritualku secara perlahan. Perasaan ini membuat badanku amat ringan. Rasanya seperti aku dapat terbang dan melesat jauh. Tapi jika aku menghempaskan diriku dengan terburu-buru, yang ada aku nanti ga bisa berhenti. Dan sepertinya itu yang diharapkan para penonton. Entah kenapa sekarang aku jadi kesal pada murid-murid ayahku.
Aku pun mengalirkan secara perlahan ke kakiku. Dan….."Accel"
*Whusss!!*
*BRUG!!*
Aku sudah berada di dalam tumpukan jerami. Kupikir aku bisa melakukannya. Ternyata itu cukup menyulitkan.
Tak lama dari itu terdengar suara tertawa dari sekitarku. Siaaaal!!! Aku jadi tidak mau keluar dari tumpukan jerami ini. Sungguh memalukkan!!
__ADS_1
Tiba-tiba tubuhku terangkat. Ternyata Fred menganggkatku. Dia menganggkatku seraya masih tertawa.
“Tidaaak!! Turunkan akuu!!” teriakku meronta ronta.
Criss, Carl dan Curl mendekatiku dan memegang tangan dan kakiku. Disetiap tangan dan kakiku ada seorang yang memegangnya.
Mereka mulai berhitung Bersama.
“SATU! DUA! TIGA! ANGKAAA!!!”
Seketika aku merasakan perasaaan melayang. Mereka melemparku keatas dengan bersorak sorai.
“SELAMAAT!! KAMU BERHASIL MENGGUNAKANNYA ALVIN!!”
“KAMU HEBAT!!”
Mereka melemparkanku beberapa kali seraya masih tertawa. Aku hanya dapat bereaksi kebingungan karena malu dan senang bercampur aduk.
Setelah selesai, ayahku mendekatiku dan mengelus kepalaku.
“Kau hebat nak, akhirnya kamu berhasil menggunakannya. Meski masih kurang terkontrol, kamu dihitung sudah berhasil. Tinggal membiasakan tubuhmu agar dapat mengontrol kecepatan dari .”
Aku mengangguk paham. Untuk seterusnya aku hanya perlu berlatih lagi.
***
Kak June berada di hadapanku memerhatikanku. Pelajarannya
menjadi lebih keras dari pada sebelumnya karena banyaknya waktu yang aku gunakan untuk melatih skill .
“Sekarang keluarkan sihir apimu.” perintah kak June.
Aku mengangguk dan mengadahkan tanganku. Sedetik kemudian bola api terbentuk diatas telapak tanganku.
“Kendalikan apimu dengan energi spiritualmu.”
Aku mulai mengayunkan tanganku seraya memberi energi spiritual ke api itu. Dan ternyata hasilnya mengejutkan. Api itu menuruti perintahku.
Kak June tersenyum melihat keberhasilanku. Aku yang sedang merasa senang memutarkan tanganku dan api itu mengikutinya. Kemudian aku mencoba menunjuk api itu ke depan. Api itu pun bergerak maju. Aku mengarahkannya
ke banyak arah, dan api itu mengikutinya. Aku dapat memperbesar dan memperkecilnya. Membentuk api itu seperti bentuk spiral dan memutarnya diatas tanganku. Ini sangat menyenangkan.
“Apa kamu heran kenapa kamu bisa melakukannya?” tanya kak June.
__ADS_1
Aku mengangguk cepat.
“Itu karena latihan **mu melatih control energi spiritualmu. Sehingga itu juga dapat membantu dalam pengendalian sihir apimu.” Jawab kak June.
Aku tak menyangka dapat berhasil melakukannya. Sudah beberapa kali aku mencoba sebelumnya dan gagal. Itu membuatku frustasi. Ternyata alasan kak
June memperbolehkanku melatih skill ini alasannya. Dia benar-benar hebat.
“Selanjutnya aku bisa membuat pill kak?” tanyaku dengan mata berbinar.
“Belum.” Ujarnya seraya tersenyum. “Kamu perlu untuk mempelajari energi spiritual type wood.”
“Untuk apa?”
“Untuk pengendalian suhu api. Dengan begitu kamu dapat menggunakan api dengan suhu yang tepat dan menghasilkan pill dan elixir dengan kualitas yang bagus.”
Aku mengangguk paham.
“Cara mempelajarinya tidak sulit kok, tapi waktu yang dibutuhkan cukup lama.”
“Bagaimana caranya?”
“Bila kamu memiliki afinitas di type wood kamu akan mudah mendapatkannya. Tetapi dari yang aku lihat kamu cenderung ke type flame dan water. Maka dari itu kamu perlu mendapatkannya secara manual. Kamu perlu
melatih energi spiritualmu dengan menanam tumbuhan dan mengalirkan energi spiritualmu ke tanaman itu. Dengan begitu kamu akan dapat mengendalikan
pertumbuhan tanaman itu dan melatih energi spiritual type woodmu. Konsepnya sama
seperti melatih energi spiritualmu dengan api.”
“Jadi yang harus kulakukan hanya menanam dan memberikan energi spiritualku ke pohon itu?”
“Benar sekali.” Jawab kak June.
Aku mengangguk paham. Penjelasan kak June selalu mudah dimengerti.
“Dan besok pagi kamu akan pergi ke pasar.” Ujar kak June
“Untuk apa?”
“Untuk membeli bibit tanaman dan sekalian monster core type wood. Itu akan membantumu untuk mendapat energi spiritual type wood. Dan juga sekalian gunakan tehnik menawar yang pernah aku ajari padamu.”
Aku mengangguk paham. “Apa kamu akan ikut kak?”
__ADS_1
“Yah aku akan menemanimu nanti.”
Aku mengacungkan jempol. Besok akan menjadi hari pertamaku untuk datang ke pasar. Aku jadi tidak sabar.