My Reincarnation Life

My Reincarnation Life
Keanehan


__ADS_3

"Oink oink.."


Suara ringikan b*bi dari orc itu amat menjijikkan, rasanya ingin ku sumpel hidung penung ingus mereka. 4 orc itu mulai bersiap dengan senjata mereka dan mengepung aku dan Shamus. 2 lawan 2, kupikir ini bukan masalah.


"Apa kamu siap Sham?" tanyaku.


"Tentu, kapan saja siap." Shamus menyiapkan tameng dan pedang satu tangannya. Dia pun berdiri membelakangiku.


"Kita gunakan hasil latihan kita selama 3 bulan terakhir." ujarku seraya mengenggam pedang hitamku dengan erat. "Sekarang... Maju!!!"


Aku melesat ke arah 2 orc didepanku. Mereka langsung bersiap dan menyerangku dari atas. Dengan sigap aku meluncur melewati kaki mereka dengan posisi tackle dan memotong kaki dari salah satu orc.


"Buhiiii!!!" teriak orc yang kehilangan 1 kaki itu.


Aku mengibaskan pedangku dan menyipratkan darah ke tanah. "Kalian sama sekali bukan tandinganku. Bang!!"


Aku mengarahkan jariku layaknya pistol dan mengirimkan sihir es dipadu dengan sihir angin dan membuat es tajam yang melesat menuju kepala orc yang masih tidak terluka.


Orc itu tak mampu menghindar dengan tubuh besarnya itu dan seketika saja kepalanya tertancap oleh es tajam dari sihirku.


Orc yang sedang meringis kesakitan karena kehilangan kakinya itu terkejut melihat temannya mati seketika. Dia memandang kearahku dengan bercucuran keringat. Wajah menjijikkannya itu membuatku mual. Aku pun menebas kepalanya hingga putus. Dan pertarungan pun berakhir dengan cepat.


Tapi sebenarnya ini agak membingungkan. Bagaimana bisa Orc ada di hutan ini? Orc seharusnya adalah magical monster yang tersegel karena memiliki sedikit kecerdasan. Apa mungkin ada sesuatu?


BUUUM!!!!


Tiba-tiba terdengar dentuman keras dari arah Shamus. Aku segera menengok ke arahnya dan mendekarinya.


"Shamus! Kamu tidak apa-ap-" aku terkejut saat mendekatinya. "Kamu emang gila ya."


Shamus berhasil mengalahkan Orc itu dengan pedang dan juga menghancurkan tubuh kedua Orc itu dengan tebasan yang ia lakukan.


"Gimana aku hebatkan?" tamga Shamus seraya berbalik kearahku.


"Oh astaga kamu begitu menjijikkan!! Water Splash!!" aku refleks menyiramnya dengan sihir air karena Shamus berbalik dengan tampang bodoh yang penuh dengan darah dari Orc. Benar-benar menjijikkan.


"Buaaah!!!" Shamus terlihat kaget dengan semburan air dariku. "Kalau mau lakuin itu bilang-bilang dulu!!!"


"Sudahlah ga usah ngambek. Sekarang ambil monster corenya. Dan sumpah aku ga mau makan daging menjijikan ini jadi tinggalkan saja setelah corenya diambil."


"Padahal kan sayang. Dagingnya mungkin enak." ujar Shamus.

__ADS_1


"Kalau kamu pikir enak kamu makan aja sendiri." ujarku seraya menendang Orc yang kubunuh agar berposisi telentang.


Hmm... Sepertinya disekitar sini.


Aku mengira-ngira posisi monster core milik Orc. Biasanya letak monster core berada di ulu hati. Dan sepertinya memang ada disitu.


Aku menggerakkan pedangku dengan lihai dan mengambil monter core itu dengan pedangku tanpa membuat diriku kotor. Aku pun melakukan hal yang sama pada Orc yang satu lagi. Kemudian aku membersihkannya dengan sihir air.


"Fiuh... Monster core tingkat rendah. Kalau dijual mayanlah."


"Apa kita sekarang kembali saja?" tanya Shamus.


"Yah, kita kembali saja. Dan kupikir kita jangan berpisah seperti ini lagi. Mungkin situasi ini akan berbahaya."


Shamus hanya menatap bingung. Benar-benar ini orang ga punya rasa khawatir sama sekali.


***


"Yo Aria, Sherly." sapaku saat kembali ke tempat awal kami datang.


"Sudah balik ya, apa kalian menemukan tempat yang nyaman?“ tanya Aria.


"Hmm? Apa terjadi sesuatu?"


"Tadi kami melawan Orc." jawabku.


"Orc?! Yang bener?!" Aria amat terkejut. Sherly pun terlihat ketakutan.


"Yah, tentunya aku dengan mudah mengalahkan Orc itu." Ujar Shamus.


"Masalahnya bukan pada Orcnya Sham." balasku.


Aria mengangguk. "Benar, seharusnya Orc termasuk monster yang tersegel. Sepertinya ada sesuatu disini dan mungkin ini berbahaya."


Semua pun terdiam mendengar ucapan Aria. Dan kami pun semakin waspada. Lalu tiba-tiba...


Sreeek!!


"Apa itu?!" teriak Shamus seraya menghunuskan pedang. Semua anggota pun bersiap dengan senjata mereka.


Semua terkejut saat melihat sumber suara tadi. Berdiri seorang dengan rambut ikat kuda berlumuran darah merah dan tersenyum ngeri ke arah kami. Di bahunya terdapat karung penuh noda darah dan amat besar.

__ADS_1


Semua terdiam. Kemudian menghelakan nafas lega.


"Oh ayolah Kuro, kamu begitu terlihat mengerikkan." kelu Aria.


"Kamu hampir membuat Sherly pingsan tau." ujarku. Sherly terlihat panik dengan wajah ketakutan.


"Ehehehe maaf-maaf. Aku tidak bisa mengatur wajahku tadi." Kuro pun meletakan karung itu di depannya. "Aku sudah membunuh dan mengumpulkan 5 ekor Horn Rabbit. Tinggal diolah aja."


Aku berdiri dan mendekati Kuro. "Kamu ini yah."


Aku menatap serius Kuro. Dan Kuro hanya membalas dengan wajah bingung. Aku oun menghelakan nafas dan menjentikkan jari.


"Clean.."


Seketika air pun menyelimuti Kuro dan membuatnya bersih dengan cepat.


"Kamu harusnya menjaga penampilan cantikmu itu." Ujarku seraya menepuk kepala Kuro.


"O-oke..." Kuro menunduk dengan wajah memerah.


Fak! Kenapa dia cowo sih?!


“Oi Vin!! Kok kamu pake sihir [Clean] sih ke Kuro?! Kalau aku malah kamu sembur pake air." Protes Shamus.


"Diamlah kamu berisik." aku kembali menyemburkan air pada Shamus..


"Sialan." jawab Shamus. Namun karena itu semua mulai rileks dan tertawa.


"Kalau begitu akan aku olah dagingnya. Aria dan Sherly siapkan peralatan masaknya. Kuro dan Shamus, yah.. Kalian bisa beristirahat dulu." ujarku.


Aku pun mengambil karung yang sebelumnya dibawa Kuro dan membukanya.


Uwaah... Semua kepalanya sudah terpenggal.


Kelihatannya Kuro meninggalkan kepalanya di tempat. Padahal tanduk dari kelinci ini bisa dijual. Sayang sekali.


Aku pun mulai menguliti badan kelinci itu. Tak lupa aku mengambil monster corenya teelebih dahulu. Beberapa kali aku berburu dnegan ayahku dan disuruh untuk menguliti hewan buruan. Jadi bagiku ini sebuah pekerjaan yang mudah.


Setelah menguliti semuanya aku menggunakan sihir esku untuk membekukan 4 daging yang sudah dikuliti dan menyisakannya satu. Kemudian daging yang telah kukuliti aku simpan didalam [Item Box]. Sihir ini memiliki kespesialan tersendiri. Barang apapun yang masuk ke dalam [Item Box] tidak berpengaruh ruang dan waktu. Jadi dagingnya akan tetap segar seperti biasa. Eh... Kenapa aku membekukannya kalo gitu?


Haaah... Hari ini mungkin melelahkan untukku.

__ADS_1


__ADS_2