My Reincarnation Life

My Reincarnation Life
Pulang


__ADS_3

Penyergapan dari bandit itu berhasil aku dan kak June gagalkan. Meski yang paling berperan kak June, setidaknya aku dapat membantu meringankan pekerjaannya.


Aku kembali ke kereta kuda dengan menggendong bandit pengguna sihir yang sudah tak sadarkan diri. Dengan latihan yang selalu aku jalani selama ini, aku dapat dengan mudah mengangkat beban yang berat. Jadi berat tubuh bandit ini tidak seberapa bagiku.


Kulihat kak June sedang menarik para bandit yang dia kalahkan dengan sihir kayunya. Dia mengeluarkan akar-akar dari tanah dan menyeret badan para bandit itu ke dekatnya. Terlihat juga paman Armin yang sudah berdiri di dekatnya.


“Kak June.” Sapaku seraya mendekatinya.


Kak June mengalihkan pandangannya ke arahku kemudian tersenyum senang. “Aku senang kamu baik-baik saja Alvin.”


Aku tertawa kecil. “Aku kan murid hebatmu. Tentu saja aku pasti baik-baik saja.”


“Iya-iya kamu hebat… sekarang turunkan tubuh bandit itu.”


Aku mengiyakan permintaan kak June dan segera menurunkan bandit yang aku gendong.


“Baiklah, sekarang kita ikat mereka.” Ujar kak June.


Aku dan paman Armin mengangguk kemudian menata para bandit itu dengan posisi saling memunggungi kemudian mengikatnya dengan tali yang ada di dalam kereta kuda.


“Oke sip!” ujar kak June. Tapi kemudian dia terlihat berpikir kembali. “Hmm… terus sekarang bagaimana cara membawanya ke  kota?”

__ADS_1


Aku pun sama-sama tersadar. Iya juga gimana cara bawa mereka ke kota? Kalau harus kembali lagi rasanya males banget aku.


“Oh soal itu tak perlu khawatir, aku sudah mengurusnya” Ujar paman Armin.


Aku dan kak June memasang wajah penasaran. Apa yang sudah dilakukan paman Armin?


“Setiap pedagang yang memiliki lisensi pasti menguasai sihir . Sihir ini mampu mengirim informasi ke orang yang dituju. Sihir ini menjadi syarat untuk mendapat lisensi dagang. Karena dengan memiliki skill ini, para pedagang mampu memberikan informasi kepada para penjaga di gerbang kota. Aku tari sudah menggunakannya selagi kalian bertarung. Sebentar lagi mungkin para penjaga akan datang kemari.” Jelas paman Armin.


“Hmm… sihir yang bagus. Mungkin aku akan mempelajarinya nanti. Untuk sekarang kita tinggal menunggu para penjaga datang.” Ujar kak June


Akhirnya kami bertiga mengunggu kedatangan para penjaga disisi jalan. Dan kelihatannya kak June penasaran soal penyergapan yang terjadi. Tentunya aku juga. Akhirnya kak June bertanya perihal penyergapan pada paman Armin.


“Tuan Armin… mungkin sudah saatnya anda menceritakan semua tentang anda dan kenapa anda diincar oleh para bandit itu. Biasanya bandit tidak akan menunggu sampai pagi hanya untuk merampok orang secara acak.”


hanya merasa tidak perlu saja untuk mengatakannya. Tapi sudah kejadian begini pasti membuat kalian penasaran.” Paman Armin tersenyum canggung. “Aku pemilik dari perusahaan dagang Heavens Door. Salah satu perusahaan dagang terbesar di negari ini.”


“Kami tau soal itu, yang kami bingungkan adalah kenapa tuan tidak dikawal sama sekali? Sudah sewajarnya untuk orang sehebat anda mempekerjakan petualang dengan berrank tinggi untuk menjaga anda.” Ujak kak June.


Paman Armin tertawa kecil. “Sejak dulu, entah kenapa aku tidak pernah nyaman jika di kawal oleh seseorang. Dan juga dengan aku seperti ini, biasanya aku tidak diincar oleh para bandit. Tapi sepertinya aku membutuhkan pengawal setelah kejadian ini. Kedepannya aku akan mencoba mempekerjakan seseorang untuk melindungiku.”


“Apa anda tau kenapa anda diincar oleh mereka?” tanya kak June.

__ADS_1


“Mungkin karena ini.” Paman Armin mengeluarkan sebuah kotak kayu berukuran sedang. “Ini adalah kotak yang berisi pill penembus jiwa. Kakakku adalah seorang petarung yang memiliki energi spiritual berlevel 79. Dan dia membutuhkan pill ini untuk menembus ke level 80. Aku membelinya di sebuah pelelangan tadi malam. Aku berniat memberikan pill ini kepada kakakku sebagai hadiah untuknya.”


“Apa ada yang mengincar pill itu di pelelangan selain anda?”


“Ya ada, dia seorang pengusaha dengan bisnis jual beli budak. Banyak rumor tidak baik tentangnya. Dan sepertinya dia mengincar pill ini. Memang sudah banyak kejadian dimana saat barang tidak didapatkan di pelelangan maka menggunakan jalan kekerasan dengan merebut paksa barang itu.”


Aku agak merinding mendengar ucapan paman Armin. Memang tidak hanya hal baik saja yang ada di dunia ini. Kehidupan keduaku memang barbar.


Tak lama kemudian, sekelompok penjaga berdatangan dengan terlihat tergesa-gesa. Mereka terlihat terkejut begitu melihat 5 bandit yang sudah tidak berdaya terikat di dekat kereta kuda. Salah satu dari penjaga itu turun dari kudanya dan berbincang-bincang dengan paman Armin. Sepertinya penjaga itu menanyakan detail kejadian kepada paman Armin. Tak lama dari itu tiba-tiba penjaga itu melirikku dan terkejut.


“Di-dia yang menyelamatkan anda tuan Armin?” tanya penjaga itu tak percaya.


“Benar, dia berhasil menebas bola sihir yang mengincar kereta kudaku. Dan tambahan, dia anak dari Martin Carlos.” Jelas paman Armin.


“AP- Martin Carlos yang itu!?” penjaga itu terkejut mendengar nama bapakku.


“Iya, sang pendekar pedang terbaik kerajaan.”


Penjaga itu tersenyum lega. “Kalau begitu sepertinya masuk akal. Kami akan mengorek beberapa informasi dari para bandit ini. Nanti kami kabari perkembangannya. Terima kasih atas waktunya.”


“Sama-sama, maaf merepotkan.”

__ADS_1


Penjaga itu memberi isyarat bahwa mereka akan pergi. Kemudian mereka pun kembali ke kota dengan membawa para bandit diatas kuda mereka.


Setelah itu aku, kak June, dan paman Armin melanjutkan perjalanan. Selama perjalanan, tidak ada masalah sama sekali. Dan yang aku lakukan seperti biasa, melatih kemampuan mengendalikan energi spiritual dan sihir apiku. Hingga pada siang hari, kami sampai ke rumahku.


__ADS_2