My Reincarnation Life

My Reincarnation Life
Rapat


__ADS_3

"Kalian belum memilih job kaliankan?“ tanyaku dengan tegas.


Semua menggeleng pasti. Saat ini kami sedang melakukan rapat di kamar kami untuk membahas apa yang harus dipilih. Karena perlu koordinasi dalam kelompok.


Aku menghelakan nafas lega. "Baguslah, sekarang apa job yang kalian dapatkan?“


"Aku akan mengambil warrior!! Kemudian aku akan menjadi Guardian!!" Seru Shamus lantang.


Guardian ya... Cukup menjanjikan.


Guardian adalah salah satu class dari job Warrior yang akan berperan menjadi pelindung kelompok.


"Kupikir itu bagus." jawabku. "Yang lain?“


"Aku dan Sherly hanya memiliki potensi Mage. Tapi kelihatannya classnya akan berbeda." ujar Aria.


"I-iya.." tambah Sherly.


"Kalian tau? Kemampuan yang akan didapat dari job yang kalian pilih yang sebenarnya memperlihatkan potensi kita." Jelas Aria.


"Maksudnya?“ tanya Kuro kurang paham.


"Dari sihir [Status] kita dapat melihat kemampuan yang dapat kita pilih. Setiap job akan memberi 3 pilihan skill. Dari situ kita bisa lihat potensi kita yang sebenarnya. Sebagai contoh aku yang menjadi hanya memiliki potensi menjadi mage, diberi 3 pilihan skill. Dan ketiganya lebih menjerumus pada sihir elemen. Sehingga sebenarnya potensiku ada untuk menjadi class Wizard. Berbeda dengan Sherly."


" I-iya betul seperti kata Aria. Meskipun potensi job kami sama, skill yang akan anu... Dapat di ambil berbeda." Sherly kelihatan berusaha keras menjelaskan. "Aku mendapat 3 skill yang berhubungan dengan penguatan dan penambahan status. Yang kemungkinan membuatku menjadi seorang class Witch."


Sherly menghelakan nafas lega yang panjang. Aria menepuk kepala Sherly.


"Kamu bisa juga Sher." ujar Aria.


Wajah Sherly memerah dan tersenyum kecil.


Hooh begitu ya. Aku baru mengerti. Aku belum mencoba membuka [Status] sedetail itu.


"Aku jadi penasaran. Open Status."


Seketika layar muncul dan memperlihatkan informasi di depanku. Semua orang mengintip statusku.


"Waw, statusmu cukup luar biasa ya." ujar Aria.


"Kekuatanku lebih besar hehe." ujar Shamus.


"Aria, bagaimana cara melihat skill yang bisa didapat?“ tanyaku.


"Tinggal kamu tekan saja job yang ada disitu."


Aku pun mengikuti arahan Aria dan menekan job Warior dan Mage. Seketika muncul 3 skill di samping tulisan job itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Potensi Job Utama :


Warrior : [Dispell Slash] [Enhance] [Strengthening]


Mage : [Dispell Slash] [Enhance] [Water Prison]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Kok sama sih?“ tanyaku bingung.


"Kelihatannya classmu bisa lewat Warrior ataupun Mage. Dan skill yang berbeda adalah potensi classmu yang mengkhususkan pada satu job saja." Jelas Aria.


"Memangnya ada Job yang sejalan dengan warrior dan mage?“


"Ada kok. Seorang Magic Warrior."

__ADS_1


"Apa itu job yang keren?" tanyaku dengan antusias.


"Biasa aja sih, lagipula job cuma sebuah pekerjaan. Kalau title baru hebat." Jelas Aria.


"Ceh.." jawabku sebal.


Aria hanya tersenyum jail melihat wajahku.


"Selanjutnya siapa yang belum?“ lanjutku.


"Aku." jawab Kuro.


"Apa potensimu?"


"Yah... Assasin dan Warrior."


Aria tertawa kecil saat Kuro mengatakan jobnya dengan nada yang lesu. Kuro memasang muka sebal saat melihat tawa Aria.


"Sudahlah Aria." jawabku seraya menepuk kepalanya. "Kalau Kuro ga mau milih assasin nanti bagaimana?“


"Maaf..."


Aku pun kembali bicara pada Kuro.


"Aku sarankan kamu memilih Assasin Kuro."


"Memang harus Assasin ya?“


"Itu job yang bagus kok. Dan pantas untukmu."


Kuro pun tersenyum. "Kalau gitu kata Alvin, aku bakal ikutin."


Astaga serangan dadakan lagi!


Dengan cepat aku memalingkan pandangan kemudian menghelakan nafas.


Semua mengangguk paham. Dan sekarang semua mulai berpikir apa yang harus mereka pilih.


Hmm... Dari kalau aku hitung berarti ada 4 skill yang dapat kuambil. Dan kalau aku lihat dari kelompokku, sudah ada 2 mage. Sepertinya aku akan memilih job Warrior. Dan skillnya ada [Dispell Slash] [Enhance] [Strengthening]. Hmmm...


Aku menekan salah satu skill dan kemudian mucul layar kecil diatas layar utama.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[Dispell Slash] : Kemampuan untuk menggagalkan perampalan sihir musuh saat menebas lingkaran sihir musuh.


[Enhance] : Kemampuan untuk memberikan attribut sihir pada senjata.


[Strengthening] : Kemampuan untuk menambah kekuatan hingga 30%


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Wah bisa seperti ini juga ternyata. Hmm... Kelihatannya yang lain pun sudah menyadarinya. Kalau dilihat dari skillnya untuk enhance aku sudah menguasai enchant skill yang menggunakan energi spiritual. Dan kalau aku pilih [Strengthening], jobku akan fokus pada Warrior. Dan tentunya itu akan mempengaruhi pertumbuhan status yang aku miliki. Jadi sudah kuputuskan akan kupilih...


"Dispell Slash." ucapku dengan matang.


"Kamu sudah memilihnya Alvin?“ tanya Kuro.


"Ya, aku sudah memutuskannya."


"Anu..." Kuro terlihat memelas.


"Ke-kenapa?" balasku gugup.


"Bisa kamu pilihkan skill untukku? Aku benar-benar bingung." ujar Kuro dengan mata penuh permohonan.

__ADS_1


Ini benar-benar ga bagus buat hatiku...


"Aku juga bingung Vin." Ujar Shamus.


"Memangnya skill kalian apa saja?"


"Aku mendapat 3 skill, [Sneak], [Eagle Eye], dan [Back Stab]" ujar Kuro.


"Kalau aku dapat [Lion's Roar], [Strengthening], dan [Body Steel]" lanjut Shamus.


"Hmm.... Kupikir aku sudah tau skill milik Kuro dan mungkin bagusnya kamu mengambil skill [Sneak], skill untuk menyelinap bukan?“


"Iya kok bisa tau?" tanya Kuro.


"Karena aku pintar." jawabku sembari tersenyum jail.


"Hey bagaimana denganku?" desak Shamus.


"Kalau kamu bod- ehem maksudku skillmu ya."


"Hey kamu tadi mau bilang aku bod-"


"Penjelasan Lion's Roar itu apa disitu?" potongku.


"Oh itu, skill untuk menambah moral kelompok. Dan juga membuat musuh yang melihatku menjadi kesal. Dan akhirnya aku menjadi target mereka." jelas Shamus.


"Oke ambil itu."


"Eh kenapa yang ini?"


"Karena kita butuh sams- eh maksudku pelindung yang menjaga kita agar mudah dalam menyerang." ujarku dengan senyum tulus. Ya tulus beneran.


"Oh! Bagus! Aku adalah pelindung kalian!"


Yah bukan berarti itu skill yang buruk. Itu akan Efektif ketika melawan monster.


Kemudian aku menoleh kearah Aria dan Sherly yang sedang asik mengobrol.


"Aria, Sherly" sapaku. "Kalian bagaimana?"


"Aku mengambil [Mana Saving] yang bisa membuatku menyimpan kapasitas mana dan dapat digunakan saat aku membutuhkannya. Akan tetapi penggunaanya amat terbatas. Dan kalau Sherly..." Aria menyenggol bahu Sherly.


"A-aku mengambil skill [Paralyze]. Yang dapat melumpuhkan lawan beberapa saat." jelas Sherly.


"Dan juga kupikir Aku dan Sherly akan berlatih bersama. Bakat Sherly ada pada skill buff dan debuff. Atau disebut juga pemberi tambahan dan pengurang status. Kalau kalian gimana?"


Aku melirik Kuro. Kuro tampak bertanya-tanya.


"Kamu ingat janjimukan?" tanyaku pada Kuro.


"Oh! Tentu!" Kuro tampak antusias. "Kamu akan mempelajari seni berpedang keluargakukan?"


Aku mengangguk. Tiba-tiba kuro melompat dan memelukku. Itu membuatku kewalahan.


"Aku senang kamu ingat janji itu!"


"Iya-iya astaga."


Kenapa sih dia harus semanis ini?!?!


"Kalau aku gimana?" Tanya Shamus.


"Kamu ikut berlatih denganku dan Kuro. Aku akan melihat kemampuanmu terlebih dahulu."


"Hoho, jadi kamu akan melawanku Alvin."

__ADS_1


Aku menyeringai. "Tentu, berikan yang terbaik Shamus."


Semua pun tertawa begitu mendengarku membalas ucapan Shamus. Aku pun tertawa bersama mereka.


__ADS_2