
"GRRRRRR!!!" Kera besar dihadapanku menggeram keras. Kelihatannya dia kesal padaku.
Aku memasang kuda-kudaku dan menatap tajam ke arah Donkey Steel. Dan tiba-tiba, monster itu meraung keras.
"GOOAAARR!!"
BUUMM!!
Donkey Steel itu menghentakkan tanah di depannya dan membuat tanah itu terbelah dan terangkat oleh daya tolak tangannya yang besar. Kemudian dengan cepat bongkahan tanah yang terangkat itu dia pukul dengan telapak tangannya yang lebar seperti sedang melakukan permainan bulu tangkis.
Bongkahan tanah pun melesat san targetnya menuju ke arah Shamus. Aku panik karena dibelakang Shamus terdapat Aria dan Sherly yang masih terkena dampak dari teriakan si Kera.
"Sial!! TRIPLE AIR SHIELD!!“
Dengan cepat aku merampalkan sihir dan membuat pelindung pada Shamus. Dengan penghalang sihir 3 lapis itu, Shamus dan yang lainnya selamat. Tapi ternyata itu hanyalah umpan dari monster itu.
Disaat aku berbalik pada Donkey Steel, dia melesat seketika ke dekatku dan meninjuku dengan bogemnya yang besar.
"Ghak!!"
Aku terpental jauh dan menabrak pohon hingga membuat pohon itu retak dan membekas.
"Alvin!!" Kuro berteriak.
Dengan geram Kuro maju dan memberikan serangan cepat kearah monster itu. Namun serangan Kuro mampu ditahan olehnya dengan lengannya yang dilapisi skill pengeras. Namun karena kecepatan serang Kuro, Dia itu tak mampu membalas.
Aku mengeluarkan batuk darah. Beruntungnya aku telah melapisi tubuhku dengan energi Spiritual sehingga lukaku tidak terlalu parah hingga mengancam nyawaku. Bagian tulang yang Monster itu pukul pun tidak patah. Tapi tetap saja itu sakit banget.
"Aku lawanmu monyet!!" teriak Shamus. Dia menggunakan skill [Lion's Roar] dan membuat monster kera itu bergidik sejenak dan mengalihkan pandangannya pada Shamus.
Kuro tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan segera menebas perut kera besar itu dengan gerakan memutar. Terlihat percikan air yang menandakan penggunaan Mizu no Michi dalam serangan Kuro.
Tak hanya itu, teriakan Shamus membuat Aria dan Sherly tersadar dari efek teriakan Donkey Steel. Apa aku harus menyebutnya Shamus Steel karena ini?
__ADS_1
Donkey Steel itu meraung keras dan menerjang kearah Shamus. Dia menabrakkan dirinya pada tameng besar milik Shamus.
Shamus kali ini berhasil menahan serangan Donkey Steel dengan baik. Terlihat Sherly yang sudah memberikan pertahanan tambahan pada Shamus.
"Alvin kamu ga apa-apa?" Tanya Aria yang mendekatiku dan mulai menyembukanku dengan [Heal].
"Yah, entah bagaimana aku berhasil bertahan." ucapku seraya tersenyum.
Setelah beberapa saat, rasa nyeriku mulai berkurang. Aku pun berusaha berdiri dan mulai bersiap untuk bertarung.
"Aria, siapkan mantra tingkat tinggi." ucapku pada Aria.
Aria menatap serius. "Tapi jangan sampai dia datang padaku. Sihir tingkat tinggi masih sulit dilakukan olehku dan efeknya mungkin tidak sebesar yang asli."
"Oke, kamu bisa menyerahkannya padaku." ucapku.
Aku pun pergi menuju ke Donkey Steel yang mulai mengamuk dan memutarkan tangannya dengan sembarangan. Itu membuat Shamus, Sherly dan Kuro terpukul mundur.
"Kuro!! Serang kaki kirinya!!"
Setelah berteriak itu, aku menembakkan energi sihir kearah wajah Donkey Steel itu dan membuatnya harus menutup wajahnya dengan kedua lengan besarnya.
Aku melesat dan mengeluarkan Sword Skill. Cahaya biru menutupi pedang hitamku. Aku bergerak cepat menuju ke arah kaki kanan monster itu dan menargetkan pergelangan kaki bagian belakang.
Bersamaan dengan Kuro, aku berhasil menebas bagian kakinya dan membuat keseimbangan Donkey Steel goyah dan tersungkur.
Donkey Steel itu meraung dan jatuh terkurap di tanah. Dia mencoba berusaha berdiri kembali namun kelihatan kesulitan.
"Aria!! Sudah?!" teriakku.
"Sedikit lagi!!"
Aku mendecakkan lidah. Donkey Steel itu memutar badan besarnya dan menghentakkan tanah. Dengan posisi terlentang, dia membuat banyak bebatuan melayang dan membuatku tak mampu maju mendekatinya.
__ADS_1
Bebatuan itu berterbangan ke segala arah. Aku dengan cepat menuju Aria saat menyadari ada batu yang cukup besar terlempar ke arahnya.
"Triple Accel!!"
Kecepatan penuhku yang membuatku bergerak seperti angin. [Triple Accel] skill lanjutan dari [Accel] yang memberikanku kecepatan yang luar biasa.
Aku segera saja berada di depan Aria dan menebas batu besar yang mendekatinya. Batu itu pun terbelah dua dan hancur saat melewatiku dan Aria.
Aria yang saat ini diliputi oleh kekuatan sihir yang besar. Sihir tingkat tingginya mulai membentuk sebuah tombak raksasa yang terbuat dari pusaran angin ribut.
"Wind Of Judgement!!!"
Seketika tombak raksasa itu melesat dan menusuk dari atas Donkey Steel. Donkey Steel itu segera melindungi badannya dengan lengan yang ia perkeras.
"Ukh!" rintih Aria yang kesulitan mengendalikan sihir tingkat tinggi itu.
Serangan sihir Aria masih belum mampu menembus pertahanan Donkey Steel. Aku berpikir cepat. Aku dan Kuro tak mampu mendekati monster itu karena sihir Aria yang akan memberi dampak pada yang mendekatinya. Satu-satunya cara adalah menyerangnya saat sihir Aria berhenti.
Donkey Steel meraung keras. Dia sepertinya merasakan rasa sakit yang diberikan oleh sihir Aria. Sihir itu terus menerus menekan lengan kerasnya. Bahkan mulai meninggalkan luka dan mencipratkan darah.
"A-Aku tak kuat lagi!!" teriak Aria. Mananya pasti sudah terkuras habis.
Tombak angin itu mulai menghilang perlahan. Aku memperhatikan timing yang baik dan menggunakan [Accel]. Aku berlari dan melompat tinggi hingga berada di atas monster itu. Sosokku tertutupi oleh tombak sihir yang mulai lenyap. Dan begitu sihir itu menghilang, aku memutar badanku untuk memberikan tenaga yang lebih dan menyerang Donkey Steel yang mulai merentangkan tangannya karena lelah.
Dengan badan yang saat ini tak memiliki pertahanan, aku dengan cepat menggunakan bantuan energi gravitasi bumi menusuk dada monster itu dari atas.
Monster itu mengerang kesakitan ketika seranganku menusuknya cukup dalam. Darah mulai keluar mengalir dari tusukan yang kubuat.
Tak sampai disitu, aku dengan cepar mengubah posisi pergelanganku dan menggunakan Sword Skill. Pedangku mulai bercahaya dan aku pun menebas badan monyet itu dengan pedang yang masih tertancap.
Tebasan itu membuat luka yang lebar ke arah bahu kanan Donkey Steel dan membuat darahnya bercucuran kemana-mana.
Monster itu mengerang keras karena kesakitan. Dan semakin lama dia semakin melemah dan akhirnya Donkey Steel berhasil dikalahkan.
__ADS_1