My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please

My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please
Bab 9


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Jason memikirkan cara untuk meluluhkan hati Lysny. Sudah berpikir selama 45 menit, akhirnya sebuah ide terbesit di benaknya.


Bukankah wanita menyukai pakaian dan tas mahal ?


Jason mengeluarkan ponselnya dan menelpon sang asisten, "Joe bawa semua pakaian dan tas dari toko langganan kita, maksud ku bawa saja semua perlengkapan wanita. Aku tunggu 30 menit semuanya sudah harus berada di mansion ku!" Titahnya, seperti biasa ia mematikan sambungan nya sebelum sang asisten bisa menjawab.


Tidak bisakah kau memberi ku ketenangan di hari libur ini tuan, gumam Joe.


"Kau lihat Eros daddy mu sudah mendapatkan ide. Pasti mommy mu akan menyukainya," Jason mencubit pelan pipi mengemaskan Eros hingga membuatnya nangis.


Mendengar tangisan anaknya Lysny segera mendekati sang anak, "Kenapa Eros menangis?" Tanya Lysny dengan mata tajam, yang mana membuat Jason kelababan untuk menjawab.


"A-aku tidak melakukan apa pun," jawabnya berbohong.


"Tidak melakukan apa pun?" Tanyanya, "Yakin?" Tanyanya sekali lagi, dengan cepat Jason mengangguk dengan pasti.

__ADS_1


"Jika tidak melakukan apa pun bagaimana Eros bisa menangis?" Jason terdiam.


"Huh! Aku tidak akan meninggalkannya dengan mu lagi. Kau tidak bisa di percaya,belajarlah menjadi ayah yang baik dulu baru kau menjaganya." Lysny membawa Eros pergi jalan jalan ke taman. Taman dengan ukuran sedang dengan dilengkapi air mancur di tengah tengah taman membuat Lysny kembali berdecak kagum. Beberapa jenis bunga juga ditanam di taman belakang mansion Jason. Seperti bunga mawar, anggrek, hingga bunga melati. Namun tidak ada bunga kesukaan Lysny diantara bunga yang terdapat di taman itu.


Bunga lily adalah bunga kesukaan Lysny, aromanya bisa membuatnya tenang dan mengembalikan suasana hatinya, walau dalam suasana yang terburuk sekali pun.


Lysny mendekati dimana bunga mawar putih di tanam. Diambilnya satu tangkai kemudian menghirupnya dalam dalam.


Aromanya tidak seperti bunga liliy,masih jauh jika dibandingkan.


Matanya melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Lantai dasar ruang tamu terpenuhi dengan berbagai macam kebutuhan wanita. Mulai dari pakaian, tas, hingga sepatu semuanya berada di sana.


Jason menatap Lysny yang menurutnya senang karena sedari tadi ia tidak bergerak sekali pun dengan mata yang masih melebar.


"Bagaimana, kau suka semua barang ini?" Pertanyaan Jason menyadarkan Lysny.

__ADS_1


"Apa semua ini?" Tanyanya dengan wajah bingung.


" Pakaian, tas hingga sepatu mu. Semua ini edisi terbatas," Ucapnya dengan bangga karena bisa membelikan barang edisi terbatas untuk istrinya.


"Untuk apa? Aku bisa membelinya sendiri, apa kau lupa aku ini seorang CEO?" Jason terdiam seketika, ia melupakan satu hal bahwa istrinya itu seorang CEO, Lysny bisa membeli apa saja yang ia mau.


"Jual saja kembali ke toko itu, lagian baju ku masih banyak. Jika kurang aku akan membelinya sendiri," ucapnya kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Jason mendesah,membuang nafasnya secara kasar. Ia mengguyur rambutnya ke belakang, "Ck.... Lagi lagi gagal."


"Apa yang kalian lihat? Cepat kembali bekerja sebelum aku memecat kalian!" Serunya saat para pelayan menertawakannya diam diam karena sudah kedua kalinya ia dimarahi nyonya mereka.


Para pelayan menundukkan kepala mereka, "Baik tuan," ucap mereka kompak kemudian mengerjakan pekerjaan mereka masing masing.


TBC

__ADS_1


Kasih saran bang Jasonnya dong, cara buat mommy Lysny luluh.


__ADS_2