
Ting.......
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Della dengan nomor yang tidak dikenalinya. "Della ini aku Jason"
"Hei Lys-" Lysny melihat ke arah Della.
"Ah... Tidak jadi," ucapnya cepat karena sebuah pesan kembali masuk dari Jason.
"Jangan memberi tahu Lysny kalau aku memgirim pesan pada mu," bagitulah isi pesannya.
"Baiklah. Ada apa adik ipar?"
"Panggil Jason saja, aku merasa aneh dengan panggilan itu. Bisa kau membantu ku?"
"Bantu apa?"
"Apa kau tahu bunga favorite Lysny?" Tanya Jason karena diam diam ia memasang kamera CCTV yang terhubung ke PC nya tanpa sepegetahuan Lysny. Ia tadi melihat reaksi Lysny masih sama seperti semalam saat ia memberinya mawar merah.
"Aku akan memberitahu mu, tapi apa imbalan ku?"
"Apa saja akan kuberikan, kau mau memanggil ku adik ipar? Panggil saja aku akan memanggil mu kakak ipar"
"Kau sungguh akan memberi apa yang ku mau?" Tanya Della memastikan.
__ADS_1
"Ya, jika kau mau membantu ku kita teman dan aku akan memberi apa pun yang kau inginkan 'kakak ipar" Mode rayuan Jason sedang ON.
"Tidak usah memanggil ku begitu, panggil saja dengan nama. Baiklah aku akan membantu mu, kita teman?"
"Teman," balas Jason membuat Della tersenyum sendiri. Lysny yang melihatnya merasa aneh dengan sikap Della, "Kenapa kau senyum senyum sendiri seperti orang kesurupan?"
"Ah... Tidak ada" Kemudian kembali menatap ponselnya.
"Lysny suka bunga Lily"
"Terima kasih atas bantuan mu, besok aku juga akan terus meminta tolong. 'Kakak ipar memang terbaik"
"Sudah ku katakan panggil nama saja!" Pesan terakhir Della tidak di baca Jason, membuatnya kesal. "Aku mau biaya persalinan bayi ku, kau yang membayarnya nanti," Della kembali mengirim pesan.
"Aku sedang di jalan, nanti akan ku telpon jika sudah sampai." Lysny hanya membacanya, tidak membalas.
Hanya dalam hitungan detik, notifikasi pesan kembali memasuki ponsel Lysny.
"Aku sudah sampai, turunlah"
Lysny menatap Della yang sedang bermain dengan Eros, "Kau mau ikut makan siang?"
"Tentu saja aku mau" Lysny membawa Eros dalam gendongannya. Mereka memasuki lift khusus dan ketika sudah sampai di luar perusahaan, nampaklah sebuah mobil sedan berwarna hitam mengkilap.
__ADS_1
"Bukankah aturan itu di hapus, kenapa kau juga ikut?"
"Ini mobil ku, terserah aku mau ikut atau tidak," ucap Jason sembari melihat mata Della menyiratkan rasa terima kasih atas kerja samanya.
Della yang mengerti arti tatapan itu hanya tersenyum tanpa sepegetahuan Lysny.
Jason menyerahkan sebuah kartu hitam kepada Lysny, "Ini kartu untuk mu, kau bisa menggunaknnya untuk apa saja." Lysny menerimanya saja karena ia mengerti Jason sedang menjalani kewajibannya sebagai seorang suami untuk menafkahi istrinya.
Kini baby Er dalam gendongan Jason hingga mereka sampai di salah satu restoran terdekat.
Selesai makan mereka mengantarkan Della pulang karena ia merasa lelah maklum kandungannya sudah mau memasuki 32 minggu.
"Kembali ke kantor?" Tanya Jason menatap Lysny.
"Tentu saja, banyak pekerjaan yang belum ku selesaikan. Di tambah lagi ada pemotretan nantinya," ucap Lysny seperti sedang memprotes pertanyaan konyol suaminya.
"Pemotretan?" Tanya Jason bingung.
Shit! Aku salah bicara, kalau aku bilang aku model apa dia akan tetap mengijinkan ku menjadi model?
TBC
Tinggalkan jejaknya yađź’«
__ADS_1