
Setelah menyapa semua rekan bisnis, mereka kabur dari acara itu menggunakan speedboat yang akan mengantar mereka kembali ke dermaga, tanpa diketahui satu tamu pun, sebelumnya mereka mengganti pakaian mereka dulu. Lysny sudah merindukan sang putra Eros, ia tidak pernah jauh darinya, jadi ia merengek pada Jason agar segera pulang.
"Datang bulan mu sudah habis?" Tanya Jason ketika mereka sudah berada dalam mobil.
"Belum, kenapa?"
"Tidak ada, berapa hari lagi?"
"Aku tidak tahu, terkadang lebih lama dari biasanya" Jason menghembuskan nafas kasar, itu artinya dia masih harus menahan lagi. Lysny tahu suaminya itu sudah tidak sabar untuk menggempurnya, untung saja ia sedang datang bulan atau bisa dipastikan ia sedang berada di rumah sakit sekarang. "Sabar ya, paling 3 hari lagi habis."
Jason mengangguk. "Nanti main pake tangan lagi ya?.."
"Tapi kalau Eros sedang tidur ya, aku tidak janji," ucapnya memamerkan deretan gigi putihnya.
__ADS_1
"Aku berencana membuat kamar sendiri untuk Eros" ucapannya membuat Lysny seketika menatapnya.
"Aku tidak setuju, setidaknya tunggulah dia sampai umur 5-7 tahun. Dia masih kecil..." tolaknya. Jason merasa keberatan dengan penolakan Lysny, tapi ia juga tidak bisa memaksakan kehendak. Ada benarnya yang dikatakan Lysny, Eros masih kecil. Bocah itu baru berumur 14 bulan. Keheningan melanda keduanya setelah penolakan Lysny, tak terasa mereka sudah sampai di kediaman Stefan.
Mereka tidak ngomong banyak, setelah Eros bersama Lysny mereka berpamitan dan pulang ke mansion mereka. Eros berceloteh sepanjang perjalanan, bercerita bagaimana ia bermain dengan sang sepupu tadi. Sampai ia lelah, Eros tertidur sendiri.
Mereka masuk kedalam mansion ketika sudah sampai, tanpa ada pelayan yang menyambut. Karna Jason sedang meliburkan para pelayan, jadi hanya tersisa penjaga dan beberapa bodyguard diluar mansion.
"Mau tidak? Kalau tidak mau ya sudah," ucapnya sudah mau balik kembali ke kamar.
"Eh? Mau-mau," ucapnya penuh semangat.
"Ayo cari kamar yang paling jauh dari kamar kita," ajaknya pada Jason. Di sinilah mereka sekarang, kamar yang berada di ujung lorong.
__ADS_1
"Kenapa harus disini? Tidak di toilet kamar kita saja?"
"Nanti Eros terbangun, lalu kalau dia melihat aku harus bilang apa padanya? Dia itu sangat pintar, tidak bisa dikelabui. Maaf aku tahu tadi kau tidak senang dengan apa yang ku katakan di mobil tadi, itu aku lakukan agar Eros tidak jauh dari kita. Kalau dia punya kamar sendiri, Eros akan mengurung dirinya dalam kamar dan sibuk dengan mainannya, dan komunikasi diantara kita akan berkurang. Itu juga salah satu alasan kenapa aku tidak mau menyewa baby sister," ucapnya.
"Aku tidak marah, kau akan menjadi mommy terbaik didunia ini," puji Jason. Lysny duduk dipangkuan Jason, Jason mencium bibirnya, Lysny membalasnya. Bibirnya beralih pada leher dibawahnya, memberikan tanda disana. Tangannya mencoba itu membuka kaus yang digunakan Lysny dan itu berhasil.
"Enghhh..." erang Lysny ketika tangan nakal Jason meremas sesuatu yang menantang dibawah sana. Tangan Lysny juga mulai nakal, ia mencoba membuka celana yang digunakan Jason. Setelah berhasil tangannya meraba sesuatu yang sudah mengeras, ia mengelusnya perlahan walaupun masih ada kain penghalang Jason merasa terangsang.
Tak tahan lagi Jason segera menyuruh Lysny untuk main dengan tangannya. Malam itu Lysny tidak hanya memuaskan Jason dengan tangannya, tapi juga dengan mulut dan dadanya sampai Jason mengeluarkan cairan putih hangat yang kental. Setelah selesai mereka bergegas kembali ke kamar, takut Eros terbangun dan tidak mendapatkan siapa pun disana. Bocah itu akan menangis ketakutan.
TBC
Banyak sedekah ya kakak-kakak, menjelang ending nih. Ikuti terus kelanjutannya ya, author jamin ending kali ini memuaskan kok, tidak seperti yang season pertama.
__ADS_1