
"Mulai hari ini kita akan makan bersama mau itu sarapan, makan siang, dan makan malam," ucap Jason dengan lantang agar Lysny tak bisa membantah. Ia tau istrinya itu sangat keras kepala.
Jadi agar istrinya bisa patuh ia harus keras bukan?
Lysny merasa tidak suka dengan peraturan baru yang Jason ciptakan, "Aku tidak mau!" Bantah Lysny.
"Suka tidak suka kau harus menurut pada ku! Aku suami mu, kepala keluarga di keluarga ini. Kau ke kantor juga harus dengan sopir yang ku siapkan. Atau tidak kau tidak boleh keluar, titik tidak pakai koma!" Jason kembali menegaskan aturan barunya.
Lysny mendengus kesal dengan peraturan peraturan baru itu, "Bagaimana jika aku ada janji makan siang dengan investor? Tidak mungkin bukan kau yang menggantikan ku?"
"Atur orang lain yang menggantikan mu"
"Gampang sekali kau bicara, jika orang itu ingin berbicara langsung dengan ku?"
"Gampang saja, tidak usah jadikan orang itu sebagai investor mu," ucap Jason yang nampak enteng.
"Pokonya aku tidak setuju dengan pertauran mu!"
"Yang mana satu?"
"Tentu saja peraturan yang sarapan, makan siang, dan makan malam," jawabnya dengan kesal, membuat kedua sudut bibir Jason terangkat.
__ADS_1
"Tidak kau harus mematuhinya!" Menjeda sebentar, "Ohh..... Aku ada ide. Mau merger perusahaan?"
"TIDAK MAU! Itu sama saja dengan mengungkap pernikahan kita, aku tidak mau pernikahan ini sampai diketahui oleh public!" Perdebatan mereka mulai panas.
"Aku tidak mau tahu, peraturan ini harus berjalan," ucap Jason yang mulai menunjukkan ketegasannya.
Lysny mengambil Eros dari dekapan Jason, dan meninggalkan ruang makan dalam keadaan kesal bercampur amarah.
Tinggallah Jason seorang diri di sana, "Apa aku terlalu berlebihan?" Jason memandang sepiring pasta di depannya, "Apa dia tidak akan kelaparan? Aku harus membujuknya untuk makan." Jason mengambil dua piring pasta menuju kamar Lysny.
"Tok.... Tok..... Tok...,"
"......." tidak ada jawaban.
"........" masih tidak ada jawaban.
"Baiklah baiklah..... Akan ku hapus peraturan itu jika kau membuka pintu ini," ucapnya mencoba berdamai.
"Ceklek....." pintu tampak terbuka.
Jason membuka lebar pintu itu dengan menendang pelan pintunya menggunakan kakinya.
__ADS_1
"Makan!" Dengan malas Lysny mengambil piring itu dan mulai memakannya. Sebenarnya nafsu makannya sudah hilang sejak perdebatan mereka tadi.
Jason mengelus puncak kepala Lysny lalu ikut makan juga. Makan malam mereka lakukan di dalam kamar Lysny dengan tenang tanpa ada yang mengeluarkan suara sedikit pun. Hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang tergesek dengan piring kaca.
"Ada puding di kulkas, makanlah," ucap Lysny setelah menyelesaikan makan malam nya.
"Tidak akan ku makan tanpa mu." Jason berjalan keluar dari kamar Lysny dengan tangannya yang memegang piring kotor untuk di cuci.
Kemudian kambali lagi ke kamar Lysny dengan dua gelas puding di tangannya. Lysny melihat ke arah tangan Jason yang membawa makanan penutup buatannya. Ia mengira makanan itu tidak akan termakan dan menetap di kulkas. Ternyata Jason membawa puding itu ke kamarnya untuk di makan berdua.
"Ini makanlah," Jason menyodorkan gelas yang berisi puding itu pada Lysny.
"Kenapa tidak kau makan sendiri saja?"
"Sudah ku bilang, aku tidak akan memakannya tanpa mu," ucapnya lalu tersenyum.
Jason menyodorkan sesuap puding ke depan muka Lysny, namun hanya di tatap sang empu tanpa beraksi apa pun. Jason yang merasa aneh pun tidak jadi memberikannya pada Lysny dan ia memakannya sendiri.
Selesai makan Jason pergi ke kamarnya dan membersihkan dirinya. Kemudian berbaring di ranjangnya. Ia menatap tangannya seperti kurang sesuatu.
"Kenapa aku merasa kalau tangan ku kurang satu hal ya?"
__ADS_1
TBC
Kasih saran bang Jason dong guys, buat meluluhkan neng Lysny.