My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please

My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please
Bab 10


__ADS_3

Dengan bodohnya seorang CEO besar dari VX Company membuka g00gle dan menelusuri 'bagaimana cara untuk meluluhkan hati seorang wanita.


"Apa ini semua? Haruskah aku melakukannya?" gumamnya sambil terus menggulir ke bawah, mencari cara yang paling mudah dan tidak menurunkan harga dirinya sebagai seorang CEO besar.


"Membelikan bunga setiap hari untuk wanita yang dicintai? Sepertinya ini boleh," Jason kembali menghubungi Joe.


"Joe bawa bunga mawar merah kemari"


"Jason sudah dua kali kau menghubungi ku di hari libur ini....."


"Aku mengerti.... Akan ku transfer nanti bonus mu, kau tenang saja yang penting kau bawa bunga mawar merahnya kemari. Senin sampai Jum'at kau kirim ke kantornya"


"Lysny?"


"Sekarang dia nona mu... Panggil dia nona, aku tidak terima kau memanggil hanya dengan namanya," ucapnya dengan posesif. Beberapa saat kemudian mereka mengakhiri pembicaraan nya.


Tak lama setelahnya bunga yang dipesannya datang. Dengan semangat ia menuju kamar Lysny.


"Tok...Tok....Tok...." Jason mengetuk pintu kamar Lysny.


"Ceklek...... " Pintu terbuka.


Lysny menatap sebuah buket mawar merah dengan beberapa bunga di campur di dalamnya. Ia menatap wajah Jason dan bertanya, "Ada apa?" Jason menyerahkan buket bunga itu pada Lysny.


__ADS_1


"Untukku?" Tanya Lysny.


Jason mengangguk, "Apa kau menyukainya?" Lysny terlihat ragu untuk menjawab.


"Sebenarnya aku tidak menyukai bunga mawar..." Jason menarik kembali buket bunga yang sempat ia berikan.


"Ya sudah tidak usah diambil," ucap Jason santai, ia tak merasa tersinggung sama sekali. Demi wanita yang ia cintai.


Namanya juga bucin!


"Ngomong ngomong,kau mau makan malam dengan apa?"


"Kau yang akan memasaknya?"


"Ya, lalu?"


"Makanan bekas mu saja aku rela untuk memakannya," ucapnya menggombal.


" Tidak usah berlebihan, sudah sana aku ingin istrirahat." Lysny menutup pintunya menyisahkan Jason yang masih berdiri mematung di tempat.


Lysny menatap buket bunga itu, ia tahu Jason mulai berubah demi dirinya. Tapi semua itu belum cukup baginya.


Semua tindakannya beberapa hari ini menunjukkan ia sedang berusaha untuk merayu dan memenangkan hatinya. Tapi tak semudah itu ia akan luluh.


Belum sempat ia naik ke atas ranjang, ponselnya berdering.

__ADS_1


Della is calling ๐Ÿ“ฒ


"Halo?" ucap Della di seberang sana.


"Kau tahu? Kau sudah merusak acara tidur ku!" Della cekikikan mendengar protes sahabatnya.


"Apa kau masih mengidam," tanya Lysny sembari mengaktifkan speaker karena ia sedang bermain dengan Eros.


"Sudah berkurang sejak pulang kemari"


"Apa kak Stefan sibuk lagi?" Tebaknya.


"Yahh.... Begitulah," ucapnya sendu.


"Datang saja ke kemari jika kau kesepian atau besok datang saja ke perusahaan. Sudah ada kamar khusus untuk Eros di sana"


"Aku baru mau menanyakannya. Bagaimana jika pekam depan nanti di akhir pekan kita ke mall untuk shopping?" usulnya.


"Ide bagus, aku akan membawa Eros juga. Jason tidak bisa dipercaya"


"Ada apa dengannya?"


"Kau tahu Eros hampir saja celaka. Pagi tadi dia menaruhnya tidur tengkurap. Kau tahu bukan bahayanya dimana?"


"Sepertinya dia harus berusaha lebih extra lagi untuk meluluhkanmu," goda Della.

__ADS_1


"Dia itu CEO terpayah yang pernah kutemui. Tidak bisa diandalkan. Bisa kau bayangkan apa yang terjadi jika ku tinggalkan Eros seharian bersamanya?" menjeda sebentar, "Membayangkannya saja aku tidak berani." Lysny bergedik nyeri membayangkan apa yang akan terjadi nantinya jika ia meninggalkan Eros seharian dengan Jason.


TBC


__ADS_2