
"Ada satu hal penting yang ingin kutanyakan pada mu"
"Apa?"
"Apakah aku istri pertama mu?" Jason terkekeh dengan pertanyaan Lysny.
"Tentu saja kau istri pertama ku, dan satu-satunya istri ku" Tangannya masih nakal meremas bokong Lysny, membuat wanita itu kesusahan untuk bicara. Bibirnya juga mulai nakal, menciumi leher jenjang milik Lysny.
"Bisa kau hentikan dulu? Nanti kau boleh melakukannya sepuas mu." Mendapatkan jaminan, Jason dengan segera menghantikan kegiatannya. Ia membawa Lysny duduk disofa, Lysny duduk dipangkuannya dengan mengalungkan tangannya dileher sang suami. "Apa yang terjadi 2 tahun yang lalu? Bukankah seharusnya aku ini istri kedua mu?"
Topik yang membosankan, Jason membuang wajahnya ke arah lain. "Tatap aku, kenapa mengalihkan wajah mu" Lysny memperbaiki posisi wajah Jason.
"Kenapa kau selalu membahas ini, topik yang membosankan. Kenapa tidak ganti menjadi topik ayo membuat adik untuk Eros" keluhnya.
"Jason, jangan bercanda. Aku serius, kalau tidak mau memberitahu aku tanya saja pada Joe" Lysny sudah beranjak dari pangkuan Jason, tapi Jason menariknya jadi Lysny kembali terduduk.
"2 tahun yang lalu kau salah paham, semua yang terjadi pada Velin itu bukan aku pelakunya." Tahu istrinya memiliki tanda tanya besar dengan segera ia melanjutkan kembali. "Kekasihnya yang melakukan itu, kekasihnya itu juga punya dendam pada ku. Dan soal yang di hotel..."
"Dari mana kau tahu soal yang dihotel, aku tidak pernah memberitahu mu aku pernah melihat kalian di hotel yang sama."
"Della yang memberitahu ku, saat itu aku sedang makan bersama client sedangkan Velin dia bertemu kekasihnya. Kalau kau tidak percaya aku ada buktinya" Lysny melihat kedalam mata Jason, mencari kebohongan didalam sana, namun nihil ia tak mendapatkan kebohongan satu pun.
"Aku percaya pada mu, tidak perlu menunjukkan bukti"
__ADS_1
"Dan anak yang dikandunggannya itu bukan anak ku, aku tidak pernah menyentuhnya walau hanya seujung kuku"
"Dimana dia sekarang? Seharusnya anaknya sudah sebesar anak kita bukan?"
Jason menjadi ragu untuk mengatakan kondisi saudari tiri istrinya sekarang. "Dia di rumah sakit jiwa, anaknya sudah tiada." ucapnya santai.
"Bagaimana bisa? Itu buah dari kejahatan yang sudah ia perbuat. Aku tahu kau dulu sering disakiti olehnya, adiknya dan juga ibunya. Dia pantas mendapatkannya."
"Apakah ada pekerjaan mu yang tidak ku ketahui?" Lysny menatap Jason dengan intens.
"Aku seorang mafia kalau kau mau tahu" bisiknya tepat ditelinga Lysny. Lysny menjadi tegang setelah mendengar bisikan itu. "Jangan takut, polisi tidak akan datang kemari. Tidak ada bukti kejahatan, tidak ada catatan kriminal. Aku ini mafia yang baik tidak seperti kebanyakan orang, yang suka membunuh dan narkoba"
"Aku baru mendengarnya, ada ya mafia yang baik."
"Tidak, karna hubungan kita tak jelas pada saat itu, hanya sebatas sugar daddy dan sugar baby"
"Sudahkan? Berarti aku boleh melakukan apa yang aku mau." Tanpa mendengar jawaban Lysny, Jason melempar tubuh ramping itu keatas ranjang.
"Dengarkan aku dulu..."
"Dengarkan apa, kau sudah janji tadi" tak mengubris ucapan Lysny, tangannya yang nakal sudah menjalar kemana-mana, meremas sesuatu yang menantang. Bibirnya sibuk ******* bibir ranum Lysny, Lysny membalasnya. Tangannya menyulusup kedalam baju yang dipakai Lysny, meremas kedua bukit itu. Jason melepas ******* itu.
"Kau mau membunuhku ya..."
__ADS_1
"Ciuman tidak akan membunuh mu sayang..." Jason mengulang kembali ucapannya saat mereka berada di pulau Isle Esme.
Berpindah tempat, bibirnya menciumi leher jenjang yang putih itu, meninggalkan jejak kepimilikan disana. Lysny mendesah, walau ia menikmatinya tapi ia harus mengatakan sesuatu sebelum terlambat. "Dengarkan aku..." mulutnya kembali di tutup sebelum selesai berbicara.
"Nikmati saja sayang..." Jason sudah berhasil melucuti pakaian atas Lysny. Tangannya sibuk mencari pengait bra yang menghalangi bibirnya dan juga bukit kembar itu.
Ini jauh lebih besar, dari saat terakhir kali aku melakukannya.
Tak tahan dengan godaan yang didepannya, dengan segera ia menenggelamkan wajahnya disana. Setelah puas ia memilin ujung itu dengan jarinya, lalu bermain dengan lidahnya. "Shhhshh..." desah Lysny, walau mendesah ia berusaha untuk menghentikan Jason.
Puas bermain di atas tangannya kembali liar, mencoba untuk membuka bagian bawah Lysny. "Dengarkan aku..." mulutnya kembali di bekap dengan bibir Jason, pria itu tak mau ada halangannya lagi, ia sudah tak sabar.
Tinggal penghalang terakhir yang belum dibukanya. Hidungnya kembang kempis saat melihatnya, rasa putus asa menyelimuti dirinya.
"Kenapa kau tidak bilang kalau kau sedang kedatangan tamu bulanan?" wajahnya berubah menjadi frustasi, padahal ia sudah sangat bergairah tadi.
"Kenapa menyalahkan ku? Aku sudah berulang kali mencoba menghentikan mu, tapi kau selalu mencium ku saat aku berusaha memberitahu mu" seloroh Lysny tak mau disalahkan. Dengan terpaksa dan wajah masam Jason pergi ke kamar mandi untuk main solo. Lysny tak bisa menahan tawanya, walau ia kasihan dengan suaminya yang sedang menderita.
"Arghhhhh" teriak Jason frustasi didalam sana. Merasa kasihan dengan suaminya, dengan segera Lysny menyusulnya masuk kedalam kamar mandi. Ia memeluk tubuh kekar itu dari belakang, perlahan tangan turun dan menganggapai sesuatu yang tegak dibawah sana. Lysny memaju mundurkan tangannya cukup lama, tapi benda itu tak kunjung mengeluarkan cairan putih hangat yang mengental, sampai membuat tangannya letih,lemas tak berdaya.
TBC
Kakak-kakak jangan lupa tinggalkan jejak ya
__ADS_1